Ramadhan Di Tengah Corona; Saat Kecongkakan Barat Dipaksa Bertekuk Lutut Terhadap Islam

Iklan Semua Halaman

DUNIA ISLAM

Ramadhan Di Tengah Corona; Saat Kecongkakan Barat Dipaksa Bertekuk Lutut Terhadap Islam

Sabtu, 02 Mei 2020


Eropa dan Amerika, adalah dua kawasan simbol dunia Barat bersama ideologi kapitalismenya. Setelah keruntuhan Khilafah Turki Utsmaniy pada 03 Maret 1924, Barat begitu rakusnya menjajah dunia atas nama uang. Tapi lihatlah di era milenium ini, wabah corona 'mendadak' datang sebagai tentara yang begitu gagah membasmi kecongkakan Barat. Padahal ia hanya melibatkan prokariotik. 

Ya, corona telah meluluhlantakkan kapitalisme tanpa ampun. Barat di ambang resesi ekonomi, yang diambil dari daftar partisipasi terserang corona. Lihat saja Italia, Spanyol, Inggris, Prancis, Jerman, Belanda, dan tak terkecuali Amerika Serikat; Dapat menghancurkan lebur melalui Allah SWT yang tak kasat mata ini. 

Hal ini sebenarnya tidak asing bagi kaum muslimin, karena peristiwa serupa yang menunjukan kekurang ajaran manusia bahkan kelewat batas pernah terjadi, maka allah swt sendirilah yang akan turun tangan missal kesombongan Namrud yang tidak mengikuti ajaran Nabi Ibrahim dan justru malah mengaku sebagai tuhan maka Allah hanya mngirimkan seeokor nyamuk yang membuat sang raja pengaku tuhan ini tersungkur kaku, atau Kisah firaun yang melakukan kerusakan dimuka bumi juga ditenggelankan di laut oleh tuhannya raja yang mengaku tuhan itu. Pada intinya ketika kesombongan manusia sudah kelewat batas maka allah akan menunjukan maha perkasanya dan dengan cara atau peristiwa yang sepele tapi membuat manusia kelimpungan menghadapinya.. 

Dan benar-benar saja, tangan Allah SWT masih bekerja. Allah selalu punya cara untuk menyelesaikan urusan-Nya, dengan cara-Nya. Firman Allah SWT: 

وَمَن يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ إِنَّ اللَّهَ بَالِغُ أَمْرِهِ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لِكُلَََََِ 

“Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya. Sesungguhnyalah Allah melaksanakan yang (dikehendaki) Nya. Sesungguhnya Allah telah memenuhi ketentuan untuk setiap-sesuatu. ” (QS Ath-Thalaq [65]: 03). 

Di tengah pandemi yang menggerogoti, Barat berangsur berubah. Negara-negara kapitalisme-sekuler yang pongah itu bertekuk lutut pada Islam. 

Di Inggris, Global Village Space melaporkan untuk pertama kalinya BBC menyiarkan panggilan shalat atau adzan di jaringan siarannya. Saat ini, seluruh masjid di Inggris tutup sebagai langkah memutus rantai perpindahan Covid-19. Menurut Global Village Space, imam yang berbeda memimpin siaran pukul 5:50 pagi setiap pekan pada hari Jumat dari 14 stasiun radio lokal BBC. Imam-imam ini akan membacakan ayat-ayat dari Al-Qur'an dan mengutip hadits Nabi sebelum menyampaikan khutbah dan memimpin para pendengar dalam doa. Program ini berjudul, 'Islamic Reflections'. BBC sendiri senang menerima ini dan masyarakat Inggris juga menyambut baik (republika.co.id, 15/04/2020). 

Selanjutnya, ada hampir 100 masjid di Jerman dan Belanda melantunkan adzan pada hari Jumat, sebagai bentuk dukungan bagi umat Islam di tengah-tengah pandemi virus corona. Sementara itu di Jerman, suara adzan dilantunkan melalui pengeras suara. Biarkan saat ada acara khusus. 

Sementara di Belanda, adzan berkumandang untuk memberikan semangat moral bagi warga muslim dalam upaya wabah virus corona. Hal tersebut membuat uang keluar rumah dan bersuka cita sebagai rasa syukurnya. Kumandang takbir juga tidak ada hentinya mereka kumandangkan. "Subhanallah, Allahu Akbar. Suatu saat sangat jarang terjadi, ”ungkap mereka. 

Belum lagi di Belgia. Saat mengizinkan pandemi corona, pemerintah di Belgia pun memperbolehkan masjid lokal untuk mengumandangkan adzan. Hal tersebut dilakukan untuk meningkatkan moral sesama manusia. Perlu diketahui, kota dengan penduduk muslim terbanyak di Eropa adalah Brussel atau Ibu Kota Belgia. Hal ini dibuktikan pada buku yang diterbitkan oleh Felice Dassetto seorang ahli sosiologi. Dirinya memprediksi pada 2030 Brussel akan menjadi kota yang diharapkan warganya adalah muslim. Saat ini penduduk Brussel yang beragama Islam menghabiskan 300 ribu orang. Hal itu juga kemudian menentang pola kehidupan warga Brussel yang menjurus terhadap norma-norma Islam (merdeka.com, 06/04/2020). 

Tak hanya itu, di papan-papan reklame yang lebih disukai pariwara komersial, mendadak diganti dengan ayat Al-Quran dan dikutip hadits Rasulullah ﷺ. 

Ini adalah pemandangan yang tak biasa di depan halte RS Meander, Amsterdam, Belanda. Terkait papan poster berisi ucapan terima kasih yang diberikan tenaga medis menghiasi halte tersebut. Poster tersebut mengutip ayat Al-Quran. Foto-foto tersebut pun viral. Dalam poster tersebut ditulis: "Siapa pun yang menyelamatkan hidup, seolah-olah ia telah menyelamatkan manusia sepenuhnya (Al-Quran 5:32) Terima kasih petugas layanan kesehatan." Yang berarti adalah: “Dan barangsiapa yang mengubah kehidupan manusia, maka cenderung-olah dia telah meningkatkan kehidupan manusia semuanya (Al Maidah: 32)” Terima kasih tenaga medis. Selain dalam versi Bahasa Inggris, ada juga poster dalam Bahasa Belanda (kumparan.com, 05/04/2020). 

Pemandangan serupa juga terjadi di Chicago, Amerika Serikat. Sebuah papan reklame besar di salah satu jalan raya tidak jauh dari Bandara Internasional O'Hare, Kota Chicago, Amerika Serikat, memajang anjuran Nabi Muhammad ﷺ tentang bagaimana masyarakat berjalan wabah pandemi corona menerjang seluruh negara. Pesan Rasulullah ﷺ yang dipasang sesuai permintaan, yaitu rutin mencuci tangan, tidak meninggalkan wilayah terjangkit wabah, serta tidak termasuk kawasan yang dilanda wabah (republika.co.id, 20/04/2020) 

Ma syaa Allah. Ini benar-benar di luar kendali manusia. Pasalnya, sudah menjadi rahasia umum umat Islam selalu menjadi sasaran Islamofobia di Barat. Sosok Rasulullah ﷺ sendiri telah berkali-kali menjadi korban penghinaan melalui karikatur atas nama senior serta hak kebebasan berekspresi. Pun para muslimah ber-niqob di sana. Rasanya tak pernah surut menentang bagi saudara dan saudari muslim kita di negara-negara Barat. 

Namun kini, momen corona sungguh tengah memulai era baru. Terkait hal ini, ada dugaan politik Henry Kissinger yang patut kita perhitungkan. Dirinya yang mantan Menteri Luar Negeri AS, berkeyakinan hadir mengubah tata dunia global pasca corona. Faktanya, negara-negara besar di Barat tengah morat-marit dihantam corona. 

Di balik ‘musibah’ tentulah ada hikmah yang bisa dipetik. Demikian pula dengan pandemi virus corona ini. Tak semuanya menimbulkan dampak negatif, tetapi ada pula dampak positifnya. 

Kesadaran masyarakat akan pola hidup bersih dan sehat meningkat 

Salah satu cara yang sangat dianjurkan untuk mencegah penularan virus corona adalah sering-sering mencuci tangan dengan sabun pada air yang mengalir. Sebelumnya banyak dari masyarakat yang abai terhadap kebersihan tangan, bahkan ketika hendak makan. Kini, mereka benar-benar menjaga kebersihan diri termasuk tangannya untuk mencegah penularan virus corona dan menjaga agar diri tetap sehat. 

Tak hanya sekadar cuci tangan, masyarakat pun mulai menerapkan pola hidup sehat, dengan menjaga asupan gizi sehari-hari. Mereka mengonsumsi sayur dan buah secara seimbang untuk menjaga imunitas tubuh secara alami. 

Kewaspadaan masyarakat tak hanya sebatas pada kebersihan dan kesehatan tubuh saja, tetapi juga lingkungan. Dengan pandemi virus corona ini, masyarakat menjaga kebersihan lingkungan masing-masing dengan menyemprotkan disinfektan secara berkala untuk membunuh kuman dan virus penyakit. 
Langit cerah, polusi berkurang 

Mobilitas masyarakat yang tinggi terutama di kota-kota besar menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan, yakni timbulnya polusi dari asap kendaraan dan juga pabrik. Munculnya virus corona jenis covid-19 ini memaksa dihentikannya aktivitas ekonomi, di mana pekerja bekerja dari rumah dan pabrik-pabrik mengurangi atau bahkan menghentikan operasionalnya. 

Dampaknya udara menjadi lebih bersih dan sehat untuk dihirup, karena polusi berkurang. Tak hanya itu langit pun tampak biru kembali cerah. Sungai-sungai tampak lebih jernih. Diakui atau tidak, pandemi virus corona ini seolah merupakan tombol reset alam untuk melakukan recovery. 


Berharap, di sini Sang Khaliq sedang memberi kaum muslimin masa depan untuk berpikir. Maka pikirkanlah. Agar tata dunia baru terbit prediksi Henry Kissinger tadi, adalah momen di mana Allah menurunkan pertolongan-Nya kepada kita. Yakni menuju era yang dikehendaki oleh Allah SWT, Khilafah ats-tsaniyah. Yang saat ini sudah mulai dimulai melalui lantunan panggilan-Nya yang bergema di mana-mana, di negara kafir juga. 

Ingat kembali, itulah Allah yang Harus Ditangani yang dikehendaki-Nya. Tinggal kita sebagai manusia, lakukan-Nya yang berakal, lakukan kembali cara pandang terhadap kehidupan atau tidak. Ini hanya untuk menyambut pesan Allah dalam urusan-Nya tersebut. Firman Allah SWT: 

إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا مَا بِأَنفُسِهِمْ… 

"... Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sebagai sesuatu yang mengubah mereka yang ada pada diri mereka sendiri ..." (QS Ar-Ra'du [13]: 11).
[] 

Oleh: Nindira Aryudhani, S.Pi, M.Si (Koordinator LENTERA)