Duterte Instruksikan Perang Habis-habisan, Ratusan Warga Mengungsi

Iklan Semua Halaman

DUNIA ISLAM

Duterte Instruksikan Perang Habis-habisan, Ratusan Warga Mengungsi

Sabtu, 02 Februari 2019


Ratusan keluarga meninggalkan rumah mereka di pulau Jolo, Filipina selatan, ketika militer meningkatkan serangan roket dan mortir terhadap posisi gerilyawan Abu Sayyaf yang dituduh melakukan pemboman kembar di sebuah katedral Katolik.

Sekitar 5.000 tentara elit telah dimobilisasi untuk operasi melawan Abu Sayyaf. Presiden Rodrigo Duterte memerintahkan serangan, dan menuding kelompok itu terlibat serangan 27 Januari yang menewaskan 21 orang dan melukai 111 orang.

“Serangan udara dilakukan, sembilan roket dan tembakan senapan mesin diluncurkan terhadap posisi Abu Sayyaf,” kata juru bicara militer setempat Kolonel Gerry Besana, Kamis (31/01/2019).

Tidak ada laporan langsung tentang korban. Namun, pasukan terus mengejar target mereka ke hutan-hutan di sekitarnya.

Letjen Arnel dela Vega, kepala militer di Jolo, mengatakan operasi mereka akan berlanjut sampai semua militan tewas atau dinetralkan.

“Dengan pernyataan panglima tertinggi, kami akan mengintensifkan operasi militer terfokus kami untuk menggempur teroris yang tersisa dan menembus benteng Abu Sayyaf di Sulu,” kata Dela Vega.

Jerome Aladdin Succor Aba, kepala kelompok hak-hak Muslim Suara Bangsamoro, mengatakan serangan udara dan darat yang terus-menerus menggusur lebih dari 400 keluarga.

“Perintah perang habis-habisan harus didekati dengan hati-hati karena serangan militer penuh dapat mengakibatkan korban sipil, perusakan properti, dan pemindahan besar-besaran penduduk,” kata Aba.

“Deklarasi perang habis-habisan tidak berakhir dengan penghapusan Abu Sayyaf,” tambahnya, sembari mengingatkan bahwa pasukan Filipina berpotensi melakukan penyalahgunaan kekuasaan dan pelanggaran hak asasi manusia.[kiblat]