Keluarga: Ada yang Memaksa Ustadz ABB Harus Bebas Bersyarat

Iklan Semua Halaman

DUNIA ISLAM

Keluarga: Ada yang Memaksa Ustadz ABB Harus Bebas Bersyarat

Kamis, 24 Januari 2019


Kabar Ustadz Abu Bakar Baasyir tidak jadi dibebaskan telah sampai ke pihak keluarga. Abdurrahim, selaku putra bungsu, menjelaskan bahwa upaya pembebasan untuk ayahnya sejak awal adalah bebas murni, bukan bersyarat. Namun, ada pihak-pihak pemerintah yang tidak setuju.

“Melihat perkembangan di media, tampaknya beberapa kalangan kabinet pemerintah berusaha memaksakan bahwa pembebasan Abu Bakar Baasyir adalah pembebasan bersyarat,” ujarnya melalui siaran pers, Rabu (23/01/2019) dini hari.

Abdurrahim lalu menceritakan lebih lanjut tentang lobi yang dilakukan oleh Yusril Ihza Mahendra setelah mengunjungi Ustadz ABB.

“Yusril prihatin dengan kondisi Ustadz ABB. Lalu Yusril mengatakan, ‘Ustadz, saya akan mengusahakan semoga ustadz Abu Bakar Baasyir bisa bebas ke rumah’,” ujar Abdurrahim menceritakan pertemuan Yusril dengan ayahnya.

“Sampai pada tanggal 18 hari Jumat kemarin, Prof. Yusril kembali membesuk Ustadz Abu Bakar Baasyir kebetulan kami juga hadir. Saya dan kakak saya hadir, kemudian di situ kami duduk bersama, dan Prof. Yusril menyampaikan bahwasanya dia sudah berhasil melobi Presiden, Kapolri, Menkumham dan pihak-pihak terkait,” jelasnya.

Upaya bebas murni diupayakan karena bebas bersyarat diharuskan menandatangani beberapa surat-surat tertentu dan sebagainya. Abdurrahim mengatakan bahwa Yusril mengetahui Ustadz ABB tidak ingin menandatanganinya.

“Makanya kemudian dia berusaha untuk melobi pihak-pihak yang bisa mengambil kebijakan seputar masalah ini. Dia melihat bahwasannya Presiden bisa mengambil kebijakan ini, asalkan Presiden bisa sinkron dengan Kapolri, dengan Menkopolhukam, dengan Menkumham dan sebagainya,” terangnya.

Abdurrahim menekankan bahwa sebelum adanya kunjungan Yusril, sama sekali tidak ada pembicaraan soal pembebasan bersyarat. “Tidak ada sama sekali, pembebasan bersyarat tidak ada sama sekali pembicaraa soal itu,” ungkapnya.

Hanya saja, lanjut Abdurrahim, di kemudian hari berkembang yang diberikan kepada Ustadz ABB adalah pembebasan bersyarat. Sehingga Ustadz ABB dipaksa menandatangani surat-surat tertentu.[kiblat]