Banjir Besar Landa Sulawesi Selatan, 53 Kecamatan Terendam

Iklan Semua Halaman

DUNIA ISLAM

Banjir Besar Landa Sulawesi Selatan, 53 Kecamatan Terendam

Kamis, 24 Januari 2019

Sulawesi- Hujan berintensitas tinggi disertai angin kencang dan gelombang pasang menyebabkan sungai-sungai meluap sehingga banjir di wilayah Sulawesi Selatan pada 22/1/2019 siang hari. Badan Nasional Penanggulangan Bencana sementara mencatat ada 53 kecamatan di 9 kabupaten maupun kota di wilayah Provinsi Sulawesi Selatan yang mengalami banjir.

Diantaranya yaitu di Kabupaten Jeneponto, Gowa, Maros, Soppeng, Barru, Wajo, Bantaeng, Pangkep dan Kota Makassar.

“Dampak sementara akibat banjir, longsor dan angin kencang yang berhasil dihimpun Posko BNPB tercatat 8 orang meninggal dunia, 4 orang hilang, ribuan rumah terendam banjir, ribuan warga mengungsi ke tempat yang lebih aman, dan 10.021 hektar sawah terendam banjir,” ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, Rabu (23/01/2019).

Sutopo menyebutkan beberapa korban meninggal dunia ditemukan di Jeneponto 5 orang dan Gowa 3 orang, sedangkan korban hilang terdapat di Jeneponto 3 orang dan Pangkep 1 orang. Hingga pukul 14.00 WIB hari Rabu (23/1/2019 ), Sutopo mengungkapkan banjir masih banyak melanda di daerah. Saat ini, penanganan darurat dan pendataan masih terus dilakukan sehingga update data akan berubah.

Ia merinci banjir yang melanda di Kabupaten Jeneponto, terdapat 21 desa di 10 kecamatan yang terendam, yaitu Kecamatan Arung Keke, Bangkala, Bangkala Barat, Batang, Binamu, Tamalatea, Tarowang, Kelara, dan Turatea dengan tinggi banjir 50 – 200 centimenter.

Selain itu, banjir akibat hujan deras juga mengakibatkan sungai-sungai meluap, diantaranya yaitu Sungai Topa, Allu, Bululoe, Tamanroya, Kanawaya, dan Tarowang.

“Dampak yang ditimbulkan (akibat sungai meluap) adalah 5 orang meninggal dunia, 3 orang hilang, 5 rumah hanyut, 51 rumah rusak berat, ribuan warga mengungsi dan ribuan rumah terendam banjir. Evakuasi, pencarian, penyelamatan dan distribusi bantuan masih terus dilakukan,” jelasnya.

Terakhir, Sutopo menyebut bahwa saat ini Tim SAR gabungan dari BPBD, TNI, Polri, Basarnas, SKPD, PMI, Tagana, relawan dan lainnya terus melakukan penanganan darurat.
[kiblat]