SELAMATKAN MUSLIM UIGHUR DARI KEKEJAMAN REZIME KOMUNISME

Iklan Semua Halaman

DUNIA ISLAM

SELAMATKAN MUSLIM UIGHUR DARI KEKEJAMAN REZIME KOMUNISME

Sabtu, 22 Desember 2018

Kekerasan terhadap kaum Muslim etnis Uighur di Xinjiang, Cina, kembali terjadi. Panel Hak Asasi Manusia PBB pada hari Jumat (10/8/18) meminta telah menerima banyak laporan yang terpercaya, satu juta warga negara Uighur di Tiongkok telah menerima di satu tempat pengasuhan rahasia yang sangat besar.

Anggota Komite Penghapusan Diskriminasi Rasional PBB, Gary McDougall, mengatakan sekitar dua juta warga Uighur dan kelompok minoritas Muslim meminta bantuan di pengadilan tentang penahanan politik di wilayah otonomi Xinjiang (Republika.co.id).

Kekejaman Pemerintah Cina

Pada bulan lalu, lembaga Pembela Hak Asasi Manusia Tiongkok melaporkan, 21 persen dari semua penangkapan di Tiongkok sepanjang 2017 terjadi di Xinjiang (Republika.co.id).

Kondisi yang sangat mengkhawatirkan ini tidak mendapatkan respons yang memadai dari dunia internasional, termasuk Pemerintah Indonesia. Presiden Jokowi tidak bersuara. Wakil Presiden JK menganggap Indonesia tidak dapat ikut campur dalam masalah ini karena ini merupakan masalah dalam negeri Cina (Cnnindonesia.com).

Pemerintah Cina telah lama memberlakukan kejam terhadap kaum Muslim Uighur di wilayah Xinjiang. Mereka memberlakukan aturan masuk masuk seperti: menghabiskan puasa saat Ramadhan, menghabiskan menggelar pengajian hingga menghabiskan salat berjamaah. Hampir Pemerintah Cina secara ketat menempatkan pos-pos pemeriksaan di seluruh wilayah hingga perbatasan Xinjiang.

Mengapa Pemerintah Cina melakukan penindasan terhadap Muslim Uighur? Penyebabnya hanya satu: Karena mereka Muslim. Karena mereka memeluk Islam. Terkait, yang dimusuhi oleh Pemerintah Cina adalah segala hal yang berkaitan dengan Islam. Itu pula yang meminta mereka musnahkan dari bangsa Uighur. Mereka melucuti segala yang memanfaatkan Islam.

Mereka menutup banyak masjid di Xinjiang. Mereka yang membelanjakan pria Muslim memilih jenggot. Yang menolak ketentuan itu akan diganggu dan diintimidasi. Mereka juga membeli pemilik toko yang menjual alkohol. Ini dilakukan sebagai upaya melemahkan aturan agama. Juga mengeluarkan umat Islam untuk memberikan nama-nama islami.

Terbaru, mereka membuat kamp-kamp konsentrasi. Mirip rumah tahanan besar. Di situlah mereka memulihkan otak kaum Muslim Uighur dan menanamkan doktrin komunisme.

Permusuhan Terhadap Islam

Bagi kita, semua tindakan mereka bukan sesuatu yang mengherankan. Sebab begitulah sikap kaum kafir terhadap kaum Muslim pada umumnya. Kebencian mereka terhadap kaum Muslim dengan jelas diberitakan dalam firman-Nya:

لَتَجِدَنَّ أَشَدَّ النَّاسِ عَدَاوَةً لِلَّذِينَ آمَنُوا الْيَهُودَ وَالَّذِينَ أَشْرَكُوا

Sungguh kamu akan mendapati manusia yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman dari kebebasan dan orang-orang musyrik (TQS al-Maidah [5]: 82).

وَلَا يَزَالُونَ يُقَاتِلُونَكُمْ حَتَّى يَرُدُّوكُمْ عَنْ دِينِكُمْ إِنِ اسْتَطَاعُوا

Mereka (kaum kafir) tidak pernah berhenti memulihkan kamu (kaum Muslim) sampai mereka bisa memulihkan kamu dari agama kalian (pada kekafiran) dan hanya mereka saja yang sanggup (TQS al-Baqarah [2]: 217).

Demikianlah kebencian dan permusuhan kaum kafir dan musyrik terhadap kaum Muslim. Karena itu aneh jika ada Muslim yang masih mengharapkan belas kasihan mereka.

Wajib Menolong Muslim Uighur

Perintah al-Quran untuk kaum Muslim sangat jelas. Saat saudara mereka ditindas dan meminta pertolongan, kaum Muslim wajib memberikan pertolongan kepada mereka. Allah SWT berfirman:

وَإِنِ اسْتَنْصَرُوكُمْ فِي الدِّينِ فَعَلَيْكُمُ النَّصْرُ

Jika mereka meminta pertolongan kepada kalian dalam (urusan pembelaan) agama maka kalian wajib pertolongan (TQS al-Anfal [8]: 72).

Uighur telah lama menjerit meminta tolong kepada kaum Muslim. Mereka ingin diselamatkan. Karena itu wajib atas kaum Muslim sedunia, termasuk Pemerintah dan rakyat Indonesia, dilindungi mereka; membicarakan keimanan dan keislaman mereka; Sementara hindari mereka dari kekufuran yang dipaksakan untuk mereka.

Sayang, saat ini tidak ada seorang pemimpin Muslim pun yang mau dan yang berhasil mengirim pasukan untuk menyelamatkan mereka. Sungguh tak ada yang mempedulikan mereka. Terkait penguasa negeri ini, yang merupakan populasi Muslim terbesar di dunia. Jangan berikan pertolongan secara real, bahkan mengundang kecaman pun tak terdengar dari penguasa negeri ini.

Dunia Butuh Khilafah

Semua realitas di atas menambah daftar panjang kerumitan besar umat Islam sekarang. Mengapa Uighur tak mau. Nasib mirip juga dialami oleh Muslim Rohingya, Pattani Thailand, Moro Philipina, Palestina, Suriah, dan lain-lain. Semua penderitaan kaum Muslim ini semakin meneguhkan kesimpulan tentang sulitnya umat terhadap Khilafah.

Mengapa Khilafah? Tentu karena umat Islam di berbagai wilayah memahami keselamatan mereka hanya ada pada Islam, juga pada kekuasaan Islam (Khilafah). Sebab Khilafah adalah perisai / pelindung sejati umat Islam. Ini berdasarkan sabda Nabi saw .:

وَإِنَّمَا الإِمَامُ جُنَّةٌ يُقَاتَلُ مِنْ وَرَائِهِ وَيُتَّقَى بِهِ

Sungguh Imam (Khalifah) itu laksana perisai. Kaum Muslim akan berperang dan berlindung di belakang dia (HR al-Bukhari dan Muslim).

Makna frasa "Al-Imâm junnat [un] (Imam / Khalifah itu laksana perisai)" diminta oleh Imam an-Nawawi, "Maksudnya, ibarat tameng, oleh karena Imam / Khalifah menggunakan pergerakkan untuk ((i) Muslim); Hindari anggota masyarakat yang sama dari serangan; Melindungi keutuhan Islam ... "

Mengapa hanya Imam / Khalifah yang disebut sebagai junnah (perisai)? Karena satu-satunya yang bertanggung jawab. Ini dibahas dalam sabda Nabi saw .:

الإِمَامُ رَاعٍ وَ هُوَ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ

Imam / Khalifah itu pengurus rakyat dan hanya dia yang bertanggung jawab atas rakyatnya (HR al-Bukhari dan Muslim).

Menjadi junnah (perisai) bagi umat Islam khusus dan rakyat pada umumnya meniscayakan Imam / Khalifah harus kuat, berani dan terdepan. Bukan orang yang pengecut dan lemah. Kekuatan ini bukan hanya pada pribadinya, tetapi pada otoritas negaranya, yaitu Khilafah. Kekuatan ini dibangun karena pondasi pribadi (Khalifah) dan negara (Khilafah) -nya sama, yaitu akidah Islam. Inilah yang ada pada diri Anda sendiri Kepala Negara Islam pada masa lalu, baik Nabi melihat. juga para khalifah setelah beliau. Ini antara lain tampak pada surat Khalid bin al-Walid:

Dengan menyebut asma Allah, Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Dari Khalid bin al-Walid, ke Raja Persia. Segala pujian hanya milik Allah, Yang telah memutuskan rezim kamu, menghancurkan tipudaya kamu dan memecahbelah kesatuan kalian… Karena itu, masuk Islamlah kalian. Jika tidak, bayarlah jizyah. Jika tidak, aku akan mendatangkan untuk kamu yang telah mendapat hukuman, akan menerima kamu untuk kehidupan.

Ketika seorang wanita Muslimah dinodai kehormatannya oleh orang Yahudi Bani Qainuqa 'di Madinah, sebagai kepala negara, Nabi saw. menyatakan perang terhadap mereka. Mereka pun diusir dari Madinah. Demikianlah yang dilakukan Nabi saw., Sebagai kepala Negara Islam saat itu, demi dilindungi kaum Muslim.

Hal yang sama dilakukan oleh para khalifah setelah beliau. Khalifah Harun ar-Rasyid, di era Khilafah 'Abbasiyyah, misalnya, pernah menyumbat mulut jalang Nakfur, Raja Romawi, dan menerbitkan dia berlutut untuk Khilafah.

Khalifah Al-Mu'tashim, juga di era Khilafah 'Abbasiyyah, pernah memenuhi permintaan tolong Muslimah yang dinodai oleh tentara Romawi. Ia segera mengirim ribuan pasukan Muslim untuk melumat Amuriah, mengirim tentara terbunuh, dan menabung lainnya ditawan.

Demikian pula yang dilakukan oleh Sultan 'Abdul Hamid di era Khilafah' Utsmaniyah dalam izin kaum Muslim. Semuanya melakukan hal yang sama karena mereka adalah junnah (perisai).

Semua itu tentu mendasar adalah akidah Islam. Karena akidah Islam inilah, kaum Muslim siap menang dan mati syahid. Rasa takut di hati mereka pun tak ada lagi. Karena itu musuh-musuh mereka takut luar biasa berhadapan dengan pasukan Muslim. Kata Raja Romawi, "Lebih baik ditelan bumi menghadapi perselisihan dengan mereka (kaum Muslim)." Sebaliknya sampai terpatri di benak kaum kafir, kaum Muslim tak bisa dikalahkan. Inilah generasi umat Islam yang luar biasa. Buat ini hanya ada dalam sistem Khilafah.

Kompatibel dengan saat ini, khusus di negeri ini. Saat al-Quran dan Nabi Muhammad melihat. dinista, menentang penguasanya menantang sang penista. Saat kekayaan alam milik rakyat dikuasai negara kafir penjajah, jangankan kembali, dan bawa mereka, lakukan negosiasi ulang saja tidak berani. Sementara penguasalah yang memberikan kekayaan alam negerinya kepada negara kafir. Membantah, rakyatnya sendiri harus mendapatkan semua itu dengan susah payah dan dengan harga yang sangat mahal. Saat orang kafir menyerang masjid dan membunuh jamaahnya, penyerangnya malah meminta undang-undang ke negara.

Karena itu jelas, kita tak bisa berharap banyak kepada para pemimpin Muslim saat ini. Khilafahlah satu-satunya harapan. Penyebab Khilafahlah pelindung sejati umat beragama, agama, kehormatan, darah dan harta mereka. Khilafah pula yang akan menjadi penjaga kesatuan, persatuan dan keutuhan setiap wilayah jengkal mereka.

Semoga kali ini, semua yang menderita Muslim di seluruh dunia, khusus Muslim Uighur, menyadarkan kita semua bahwa Khilafah sudah tiba kembali. Tak bisa lagi Muslim menunggu lama. Saatnya Khilafah Rasyidah 'ala Minhajin Nubuwwah yang kedua ditegakkan di muka bumi ini. []