Inikah Dokumen yang Disiapkan untuk Hancurkan Islam ?




Bagi Barat, Islam adalah musuh(Huntington, Benturan Antar peradaban, 2003: 405). Karenanya bukan rahasia lagi, jika agenda utama Barat (koalisi Zionis Salibis Internasional pimpinan Amerika Serikat) dalam memerangi dan memberangus Islam, tidak hanya dengan jalan perang militer (invasi). Tetapi juga dilakukan dengan jalan perang pemikiran/opini (gazwul fikry).

Hal ini sebagaimana yang tertuang dalam berbagai dokumen kebijakan politik Amerika. Lihat saja serangan terhadap Islam dan kaum Muslimin yang terjadi di Palestina, Afganistan, Irak, Checnya, Kashmir, Somalia, Moro, Patani dan tempat lainnya, jutaan nyawa tak berdosa melayang jadi korban kesewenang-wenangan nafsu 'penjahat perang' Amerika. Sebaliknya terhadap negara kaum Muslimin yang tidak diduduki secara militer, serangan dilakukan melalui politik adu domba dan pecah belah untuk tujuan menghancurkan Islam dari dalam. Dengan cara memecah-belah keutuhan dan kesatuan mereka, sebagaimana yang terjadi di negeri kita. Inilah skenario busuk mereka dalam menghadang dan memberangus Islam.

Adapun serangan koalisi Zionis Salibis Internasional pimpinan AS melalui jalan politik adu domba, mengacu kepada apa yang tertuang dalam laporan Rand Corporation dan dokumen lainnya. Fokusnya dengan menghancurkan Islam dari dalam, melalui berbagai kaki tangan (antek) mereka untuk memecah belah, mengadu domba dan melakukan politik belah bambu. Tujuannya untuk menghancurkan Islam dan menjauhkan ummatnya dari ajaran Islam yang benar. Targetnya membuat “ideologi Islam tercemar dimata penduduk tempat asal ideologi itu dan dimata pendukung pasifnya”. Hal tersebut dapat dipahami oleh siapa saja yang menelaah rilisan mereka (http://www.rand.org/pubs/monographs/2007/RAND_MG574.pdf )

Sebagaimana pada tahun 2003, sebuah dokumen resmi berjudul CIVIL DEMOCRATIC ISLAM: Partners, Resources and Strategies, dikeluarkan oleh RAND Corporation. Dokumen tersebut memuat agenda komprehensif kebijakan Amerika Serikat & sekutunya yang dijalankan di Dunia Islam selama ini, sekaligus pemetaan kekuatan Islam dan rencana-rencana untuk memecah belah dan menciptakan konflik di tengah masyarakat Islam yang dikemas melalui berbagai program bantuan untuk dunia Islam.

Isinya antara lain merekomendasikan kepada pemerintah Amerika Serikat menjalin hubungan dan kerjasama dengan kelompok modernis, tradisionalis termasuk kelompok-kelompos Sufi untuk menghadang perkembangan kelompok fundamentalis yang dianggap menghambat perkembangan demokrasi. Hal tersebut sudah berlangsung di negeri kita belakangan ini.

Dokumen lain yang terbit pada bulan Desember tahun 2004, diproduksi oleh Dewan Intelijen Nasional Amerika Serikat (National Inteligent Concil/NIC) yang diketuai Robert Hutchings membuat prediksi akan masa depan dunia yang tertuang dalam laporan berjudul Mapping The Global Future. Laporan tersebut sudah diberitakan oleh harian USA Today edisi 13 Februari 2005 dan juga dikutip harian Kompas edisi 16 Februari 2005.

Inti dari laporan NIC tersebut adalah memperkirakan skenario peristiwa yang akan terjadi pada tahun 2020. Adapun kemungkinan skenario yang akan terjadi tahun 2020 menurut NIC adalah :

Dovod World             : Kebangkitan ekonomi Asia dengan China dan India akan menjadi pemain penting ekonomi dan politik dunia.

Pax Americana            : Dunia masih tetap dipimpin dan dikontrol oleh Amerika Serikat.

A New Chaliphate : Bangkitnya kembali KHILAFAH ISLAMIYAH, sebuah pemerintahan Islam Global yang mampu memberikan tantangan pada norma-norma dan nilai-nilai global barat.

Cycle of Fear            : Munculnya lingkaran ketakutan, yaitu ancaman terorisme dihadapi dengan cara-cara kekerasan dan pelanggaran aturan, atau dengan kata lain akan terjadi kekacauan di dunia, kekerasan dibalas kekerasan.

Dokumen NIC tersebut juga meneyertakan pendapat dan pandangan 15 Badan Intelijen dari 15 Negara Barat yang dipimpin oleh AS.

Terhadap prediksi mengenai peran global Amerika Serikat yang dibuat pada tahun 2004 tersebut, NIC telah merevisi dengan mengeluarkan sebuah laporan baru berjudul “Mapping Global Future” yang dikeluarkan pada tahun 2008 yang lalu. Inti dari prediksi terbaru NIC adalah bahwa pengaruh Amerika Serikat akan berkurang pada tahun 2025, akan tetapi masih tetap memegang kendali penting terhadap politik global.

Pada tahun 2007 Rand Corporation menerbitkan sebuah hasil riset yang dipimpin oleh mantan atase Departemen Pertahanan AS, Angel Rabasa yang judul: Building Moderate Muslim Networks. Sebuah dokumen yang memuat langkah-langkah strategis untuk membangun Jaringan Muslim Moderate yang Pro Barat di seluruh Dunia Islam. Tujuannya untuk membentuk model jaringan muslim moderat khususnya di dunia Islam yang dianggap memiliki pandangan dan misi yang sejalan dengan nilai dan prinsip-prinsip AS untuk menandingi kaum fundamentalis. Rand Corporation menegaskan, kelompok Muslim moderat, liberal, dan sekular, adalah kelompok yang bisa dijadikan partner potensial dalam melawan kelompok radikal/fundamentalis Islam

Di dalam dokumen tersebut juga dinyatakan bahwa AS akan mendapatkan berbagai keuntungan baik secara publik maupun privat dari penyebaran nilai-nilai demokrasi liberal yaitu: nilai kesamaan (values of equity), toleransi, pluralisme, penegakan hukum dan HAM.

Dalam mewujudkan hal tersebut, secara khusus Departemen Luar Negeri AS bersama U.S. Agency for International Development (USAID) mendapatkan mandat spesifik untuk mempromosikan demokrasi. Untuk menterjemahkan kebijakan ini dalam bentuk tindakan, Deplu AS dan USAID telah mengontrak sejumlah LSM (NGOs), diantaranya National Endowment for Democracy (NED), International Republican Institute (IRI), National Democratic Institute (NDI), Asia Foundation, and Center for the Study of Islam and Democracy (CSID). Semua LSM tersebut sepenuhnya didanai oleh pemerintah AS.

Kedua Dokumen produksi Rand Corp maupun prediksi National Intelligent Council tersebut sudah diadopsi sepenuhnya oleh Pentagon (Departemen Pertahanan AS) dan Departemen Luar Negeri AS sebagai kebijakan Resmi Pemerintah AS yang tengah diterapkan terhadap Dunia Islam. Dokumen tersebut bisa diakses langsung melalui http://www.rand.org/.

Berikut ini Resume dari Agenda dan Strategi Pecah Belah Islam yang termuat dalam kedua Dokumen Resmi produksi Rand Corporation tersebut:

Komunitas Internasional menilai bahwa upaya umat Islam untuk kembali kepada kemurnian ajaran Islam adalah suatu ancaman bagi peradaban Dunia Modern, dan bisa mengantarkan kepada Clash of Civilization (Benturan Peradaban).

Karenanya mereka melakukan pemetaan Kekuatan dan Pemilahan Kelompok Islam untuk mengetahui kawan dan lawan, serta pengaturan strategi dengan pengolahan sumber daya yang ada di Dunia Islam, dengan membagi Umat Islam dalam Empat Kelompok, yaitu:

Fundamentalis: yaitu kelompok masyarakat Islam yang menolak nilai- nilai Demokrasi dan kebudayaan Barat Kontemporer, serta menginginkan formalisasi penerapan Syariat Islam. Maka strateginya ; harus dihancurkan dan dibinasakan.

Tradisionalis: yaitu kelompok masyarakat Islam Konservatif yang mencurigai modernitas, inovasi dan perubahan. Mereka berpegang kepada substansi ajaran Islam tanpa peduli kepada formalisasinya. Strateginya : harus dirangkul dan dijauhkan dari Fundamentalis, tapi mesti selalu diwaspadai.

Modernis: yaitu kelompok masyarakat Pro Demokrasi dan Modernitas serta dekat dengan Barat dalam nilai dan kebijakan. Strateginya ; gunakan untuk mengcounter berbagai pemikiran Islam Fundamentalis.

Sekularis: yaitu kelompok masyarakat Islam Sekuler yang ingin menjadikan Islam sebagai urusan privasi dan dipisah sama sekali dari urusan negara. Strateginya : dimanfaatkan sepanjang memiliki ideology yang menopang demokrasi dan modernitas.

No comments

Isi komentar adalah tanggapan pribadi,tidak mewakili kebijakan kami. Admin berhak mengubah/menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah, pelecehan dan promosi. Setiap komentar yang diterbitkan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Copyright © . Lemahireng Info All Right Reserved - KabarIslam | Berita Panas | Info Cerdas | Viral News | Nasional Hot | Tips Sehat | Updatechno | Breaking .
Powered by Blogger.