Ketua Dewan Dakwah Bogor: Hentikan Stigma Masjid Radikal



Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) Kota Bogor Ustaz Abdul Halim ikut menanggapi soal adanya masjid yang dianggap sebagai tempat penyebaran radikalisme.

“Sekarang ini indikasinya kalau setuju khilafah disebut radikal, bicara tegas radikal. Jadi kalau bicara tegas atau kritik yang benar itu disebut radikal, nanti bisa-bisa semua yang mengajak kebaikan itu radikal,” ujar Ustaz Halim dalam sebuah diskusi di Bogor, Rabu (11/7/2018).

“Tapi kalau radikal yang dimaksud itu mengajak kezaliman, kejahatan, maksiat, itu memang tidak boleh,” tambahnya.

Oleh karena itu, menurut Halim, definisi radikal itu sendiri harus disepakati dulu dengan jelas. “Jangan sampai dengan adanya stigma radikal, lalu muncul upaya pembatasan-pembatasan melalui kekuasaan, itu kemunduran namanya,” ungkapnya.

Kata Halim, radikal saat ini digunakan sebagai stigma anti kritik. “Padahal kalau buruk tidak dikatakan buruk itu namanya mengajarkan kebohongan,” kata dia.

Menurutnya, yang jelas-jelas radikal itu seperti Organisasi Papua Merdeka (OPM) atau oknum seperti Victor Laiskodat yang mengancam pembunuhan, itu seharusnya yang ditindak, tegas Halim.

Jadi, kata dia, ungkapan radikal sekarang ini digunakan sebagai stigma untuk menutup kritik kebenaran. “Jadi hentikan stigma masjid radikal,” jelasnya.

Menurutnya, apa yang disampaikan di masjid itu ajaran Islam yang isinya kebaikan. “Kan dua saja yang disampaikan di masjid itu, mengikuti ajakan Allah dan menghindari ajakan setan, yang tidak terima ajakan Allah akan diajak oleh ajakan setan,” tandas Ustaz Halim.

No comments

Isi komentar adalah tanggapan pribadi,tidak mewakili kebijakan kami. Admin berhak mengubah/menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah, pelecehan dan promosi. Setiap komentar yang diterbitkan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Copyright © . Lemahireng Info All Right Reserved - KabarIslam | Berita Panas | Info Cerdas | Viral News | Nasional Hot | Tips Sehat | Updatechno | Breaking .
Powered by Blogger.