TPM Curigai Pihak Ketiga Ambil Keuntungan dalam Kasus Terorisme

Iklan Semua Halaman

DUNIA ISLAM

TPM Curigai Pihak Ketiga Ambil Keuntungan dalam Kasus Terorisme

Sabtu, 02 Juni 2018

Tim Pengacara Muslim (TPM) menilai ada pihak ketiga yang mengambil keuntungan dalam kasus terorisme. Oleh karena itu, TPM memandang perlunya segera dibentuk tim peneliti terorisme.

“Kita mengimbau pasca kejadian Mako Brimob itu, kalau bisa dibentuk tim peneliti yang konsen terhadap masalah terorisme di Indonesia. Supaya jangan ada kejadian terorisme yang seperti terjadi di dunia ini yang bisa saja masuk ke Indonesia,” kata Koordinator TPM, Ahmad Michdan, Kamis (31/05/2018).



“Kalau kita mencermati secara detail secara konkret, saat ini sumbernya hanya polisi saja, dan ini jauh panggang dari api. Kasus yang luar biasa disampaikan seperti di Mako Brimob, sebetulnya hanyalah karena masalah makanan,” lanjutnya.

Dengan adanya penelitian tentang terorisme, kasus seperti di Surabaya yang awalnya pelaku disebut pernah ke Suriah namun akhirnya dikoreksi, tidak akan terjadi lagi.

“Ini harus menjadi introspeksi dari banyak pihak. Karenanya kami kembali bertemu Komisi III untuk melaporkan mulai dari hal hal yang kecil, Supaya anggota Komisi III bisa bertemu langsung dengan pihak terkait, sebenarnya apa motif utama aksi teror belakangan ini,” ungkapnya.

Michdan, yang sudah lebih dari 18 tahun menangani kasus terorisme, menyebutkan tidak ada motif pelaku ingin mengganti ideologi negara atau ingin melengserkan pemerintahan yang ada.

“Saya sudah menangani kasus terorisme sejak kerusuhan Ambon sampai sekarang, tidak pernah ada motivasi dari mereka bahwa mereka ingin mengganti negara. Mereka melakukan aksi lebih kepada persoalan saudara Muslim yang dizalimi; baik di negara kita maupun di negara muslim lainnya,” ungkapnya.

“Ini yang sebetulnya menjadi acuan. Paling tidak, kita bisa berhati-hati. Kewaspadaan kita bisa lebih luas supaya tidak ada teroris, jangan sampai pelaku pelaku teror ini adalah pelaku yang pernah kena pelanggaran HAM,” lanjutnya.[ KIBLAT ]