Menurut Geprindo, Rakyat Lebih Percaya Panglima TNI Ketimbang Wiranto

Lemahireng.info --- Presiden Gerakan Pribumi Indonesia (Geprindo), Bastian P. Simanjuntak mengatakan, kepercayaan masyarakat terhadap Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo lebih tinggi ketimbang ke Menteri Politik Hukum dan Keamanan Wiranto.

Pernyataan Bastian terkait klarifikasi Wiranto yang seolah-olah menyangkal informasi soal pembelian senjata api ilegal dari Jenderal Gatot. Informasi A-1 itu, menurut Gatot, didapatkan dari badan resmi intelejen militer.


"Jika demikian sama saja Wiranto mempersalahkan informasi yang di berikan oleh intelijen kepada Panglima TNI," jelas Bastian, Senin (25/9), seperti dilansir Rakyat Merdeka Online.

Oleh karena itu, Bastian menegaskan, Jenderal Gatot harus segera membuktikan pernyataannya terkait segelintir pihak yang coba-coba mencatut nama Presiden Joko Widodo terkait pembelian senjata api itu.

"Panglima harus segera membuktikan ucapannya agar kepercayaan masyarakat yang sudah begitu tinggi kepada TNI tidak luntur secara perlahan," tandasnya. 

Sebelumnya Menko Polhukam Wiranto buka suara terkait isu pembelian atau impor 5.000 pucuk senjata ilegal yang dipesan bukan oleh TNI dan Polri dan mencatut nama Jokowi.

Menurut Wiranto, isu tersebut tidak pada tempatnya dihubungkan dengan masalah keamanan. "Karena ternyata hanya adanya komunikasi antar institusi yang belum tuntas," ujar Wiranto saat jumpa pers di Kantornya, Jakarta, Ahad (24/9/2017).

Terkait isu ini, Wiranto mengaku pihaknya sudah mendapatkan konfirmasi dari Panglima TNI, Kapolri, Kepala BIN dan instansi terkait bahwa memang ada pengadaan senjata yakni 500 pucuk senjata laras pendek buatan Pindad, bukan 5.000 senjata standar TNI. Dia mengakui, senjata itu dipesan oleh BIN. "Untuk keperluan pendidikan Intelijen," ucap Wiranto.

Sementara dalam acara 'Silaturahim Panglima TNI dengan Purnawirawan TNI di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat (22/9), Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menyampaikan ada institusi yang berencana mendatangkan lima ribu pucuk senjata secara ilegal dengan mencatut nama Presiden Joko Widodo ke Indonesia.

"Tapi datanya pasti kami akurat, ada kelomlok institusi yang akan membeli 5.000 pucuk senjata, bukan militer, ada itu," ucap dia.

Bahkan institusi tersebut mencatut nama Presiden Jokowi. "Memakai nama presiden, seolah-olah itu dari presiden yang berbuat, padahal saya yakin itu bukan presiden, informasi yang saya dapat kalau tidak tak A1 saya tidak akan sampaikan di sini," beber Gatot.

Dia pun mengatakan bahwa TNI akan terus mengawasi institusi yang memesan lima ribu senjata itu. "Saya katakan kita intip terus, kalau itu ada, akan kami serbu, jadi kalau suatu saat kami menyerbu itu karena tidak boleh di Negara Kesatuan Republik Indonesia ada institusi yang memiliki senjata selain TNI/Polri," tukas Gatot.

red: A Syakira/dbs

No comments

Isi komentar adalah tanggapan pribadi,tidak mewakili kebijakan kami. Admin berhak mengubah/menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah, pelecehan dan promosi. Setiap komentar yang diterbitkan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Copyright © . Lemahireng Info All Right Reserved - KabarIslam | Berita Panas | Info Cerdas | Viral News | Nasional Hot | Tips Sehat | Updatechno | Breaking .
Powered by Blogger.