Aneh, HRS Tak Rugikan Negara Dikejar, Tapi Maling Ratusan Miliar Melenggang Kabur

Lemahireng.info --- Upaya Polri mendesak pihak interpol untuk mengeluarkan red notice bagi Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab berakhir tragis.
Pihak Interpol melalui kantor biro mereka di Jakarta menolak permohonan tersebut.


Langkah Polri mendesak Interpol agar terlibat dalam pencarian Habib Rizieq Syihab ini bertolak belakang dengan upaya Polri yang adem ayem dan lamban saat menangani kasus korupsi kelas kakap yang melibatkan nama pengusaha Handoko Lie.

Jaksa Agung M. Prasetyo pernah menegaskan agar Polri segera menerbitkan red notice atas nama Handoko Lie yang kini sudah berhasil kabur ke luar negeri.

Berita kaburnya Handoko Lie sempat diwartakan detik.com.

Berikut kutipan lengkap berita kaburnya Handoko Lie 


Mahkamah Agung (MA) memvonis pengusaha Handoko Lie selama 10 tahun penjara dan uang pengganti korupsi Rp 185 miliar lebih. Namun, saat hendak dieksekusi, Handoko telah kabur ke luar negeri.

Handoko awalnya ditahan oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) dalam kasus alih fungsi lahan PT KAI di Medan. Pengadilan Tipikor Jakarta kemudian membebaskan Handoko. Kemudian, saat MA memvonis Handoko, ia ternyata sudah kabur ke luar negeri.

“Terpidana Handoko Lie belum memenuhi panggilan untuk menjalani putusan pidananya. Yang bersangkutan telanjur kabur ke luar negeri, saat dibebaskan dan dikeluarkan dari tahanan selama proses hukum penyidangan perkaranya oleh Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus),” kata Jaksa Agung HM Prasetyo saat dihubungi detikcom, Senin (22/5/2017).

Bila saja hakim Pengadilan Tipikor Jakarta tetap menahan Handoko, kaburnya Handoko bisa dicegah. Apa daya, Handoko telah kabur.

No comments

Copyright © . Lemahireng Info All Right Reserved - KabarIslam | Berita Panas | Info Cerdas | Viral News | Nasional Hot | Tips Sehat | Updatechno | Breaking .
Powered by Blogger.
close