Kiriman Bunga ke Mabes Polri, Mantan Relawan Jokowi: Ada Upaya Menggiring Opini

Lemahireng.info --- Pasca kontestasi Pilkada DKI 2017 berakhir, fenomena karangan bunga menjadi salah satu media untuk menyampaikan informasi maupun dukungan terhadap seseorang maupun instansi negara.

Awal mula fenomena itu terjadi di Balai Kota DKI Jakarta yang kemudian di Mabes Polri. Entah, hal itu sebagai bentuk memberikan dukungan terhadap Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian atau bukan.


Sebab, karangan bunga yang dikirim ke Mabes Polri tersebut merupakan kiriman dari salah satu perusahaan ternama yakin Sinarmas Group. Menyoroti hal tersebut, mantan relawan Jokowi di Pilpres 2014, Ferdinand Hutahaean mengatakan bahwa ada upaya penggiringan isu seakan adanya ancaman terhadap kondisi persatuan dan kesatuan Indonesia sebagai sebuah bangsa.

“(Karangan bunga di Mabes Polri, red) ada upaya mau membangun opini bahwa Jakarta tidak aman, kebinekaan terancam,” kata Ferdinand saat dihubungi di Jakarta, Kamis (4/5).

Padahal, kata Ferdinand sesungguhnya yang mengirim bunga kepada Mabes Polri itulah yang mengancam kebinekaan. Dan seolah-olah menyudutkan umat Islam di Indonesia. “Yang paling buruk adalah mereka juga hendak mengopinikan Islam itu radikal. Ini bahaya.”

Karangan bunga ini, kata dia, adalah bentuk perlawanan terhadap kemenangan Anis-Sandi yang dilabeli dapat dukungan dari kaum radikal yang dikemas dengan bentuk bunga. Padahal, masih kata dia, karangan bunga tersebut juga bentuk dari ketidaksiapan menerima kekalahan.

“Ini kenyataan yang tidak bisa diterima oleh kelompok yang kalah yang merasa telah memiliki segalanya baik dari sisi kekuasaan, uang dan media. Kelompok ini merasa tidak akan bisa dikalahkan oleh apapun dan oleh siapapun, inilah yang kemudian mendorong mereka melakukan perlawanan dengan cara yang mereka anggap baik.”

Tokoh Rumah Amanah Rakyat Bela Tanah Air itu menilai, karangan bunga yang dikirim itu merupakan bentuk teror radikalisme kejiwaan, karena menganggap yang lain itu buruk dan hanya dirinya yang baik.

“Ini yang namanya radikal sesungguhnya. Tidak bisa menerima realita dan justru mereka tidak mau menghormati sikap pihak lain. Mereka (si pemberi karangan bunga, red) adalah para kaum radikal sesungguhnya.”

Sebelumnya sempat diberitakan, ratusan karangan bunga berderet di depan gedung utama Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Rabu (3/5). Ternyata ada satu perusahaan swasta ternama mengirimkan karangan bunga ke markas korps baju coklat tersebut.

Hal itu diketahui berdasarkan pengakuan seorang pengantar karangan bunga berinisial N (25). Bahkan, karangan bunga dari perusahaan tersebut dikirim sebanyak 110 buah.

“Ini dari Sinar mas. Sinar Mas semua,” kata N ditemui di kompleks Mabes Polri. [Novrizal Sikumbang] [ aktual ]

No comments

Copyright © . Lemahireng Info All Right Reserved - KabarIslam | Berita Panas | Info Cerdas | Viral News | Nasional Hot | Tips Sehat | Updatechno | Breaking .
Powered by Blogger.
close