Demo Melebihi Batas Waktu, Polisi Diminta Tegas Sikapi Massa simpatisan Ahok

Lemahireng.info --- Pengamat menilai, polisi harus adil dalam menyikapi sekelompok massa yang melakukan aksi demo, baik itu massa dari GNPF-MUI maupun pendukung Basuki T Purnama (Ahok).


Pengamat Kepolisian Novel Ali mengatakan, dalam melakukan aksi demo memang ada aturannya di dalam undang-undang, termasuk pelaksaan aksi demo dibatasi sampai pukul 18.00 WIB. Namun dalam penerapannya, polisi memiliki diskresi untuk mengulur waktu aksi demo tersebut dengan mempertimbangkan sejumlah hal.

"Untuk bersikap memang harus tegas, tapi jangan sampai ketegasan itu menjadi sebuah kekerasan pada masyarakat sehingga dibutuhkan pendekatan persuasif yang intens agar massa mau bubar," ujarnya saat dihubungi SINDOnews, Kamis (11/5/2017).

Menurutnya, polisi harus secara maksimal dalam melakukan pendekatan pada massa pro Ahok yang melakukan aksi demo di sejumlah tempat, khususnya saat membubarkan massa karena melebihi batas waktu demo.

Soal puas tidaknya, tentu dalam setiap pekerjaan kepolisian akan menimbulkan sisi ketidakpuasan pula nanti, khususnya di masyarakat.

"Intinya, harus adil, kalau pada kelompok kontra Ahok itu polisi membubarkan massa saat demo, yah pro Ahok juga harus sama, tinggal pendekatannya harus lebih intens," katanya.

Pendukung Ahok Lakukan Aksi Bakar-bakar

Seperti banyak diberitakan massa pendukung Ahok asmih bertahan di depan Rutan Cipinang Jakarta Timur. Tak hanya membuat macet jalan, pendukung Ahok juga mulai melakukan aksi bakar-bakar di depan Rutan Cipinang.



Kapolres Jakarta Timur Kombes Pol Andry Wibowo yang berada di lokasi mencoba menenangkan massa dengan mengatakan sudah menyampaikan keinginan para pendukung Ahok. Namun rupanya ucapan tersebut tak membuat massa melunak.

"Saya Kapolres Metro Jakarta Timur atas nama undang-undang negara, ini saya sampaikan tadi atas permintaan temen-temen untuk bertemu dengan pak Ahok sudah kami fasilitasi secara prinsip kamu bisa mengarahkan tetapi bapak Ahok pribadi memohon maaf kepada rekan-rekan," kata Andry di atas mobil komando di depan Rutan Kelas I Cipinang, Jakarta Timur, Selasa (9/5/2017).

Saat Kapolres mengatakan bahwa Ahok tidak bisa keluar untuk ketemu pendukung Ahok, maka serempak langsung menyoraki Kapolres secara langsung. 

Selain itu, Andri menambahkan bahwa Ahok saat ini sedang melakukan ibadah dengan istri dan anak-anaknya itu. "Tolong didengarkan pak Ahok menyampaikan permohonan maaf. Beliau berpesan agar teman-teman kembali ke rumah," ujarnya. 

"Seandainya ingin mendukung Ahok, laksanakan instruksi beliau hanya itu yang bisa saya sampaikan. Terima kasih," tutup Kapolres.

Tak lama Kapolres turun dari mobil Komando dan ingin menuju kembali masuk ke dalam Rutan LP Cipinang, Kapolres disoraki oleh para pendukung Ahok. Namun, 5 menit kemudian massa langsung melakukan bakar-bakar dengan bahan kayu dan juga kotak nasi kertas. [ SINDONEWS ]

No comments

Copyright © . Lemahireng Info All Right Reserved - KabarIslam | Berita Panas | Info Cerdas | Viral News | Nasional Hot | Tips Sehat | Updatechno | Breaking .
Powered by Blogger.