Ngaku Muslim tapi Merasa Tenteram di tengah - tengah Kemaksiatan

Lemahireng.info ---  Hubungan Erat Antara Bencana Dan Maksiat, Sebagian orang merasa tidak nyaman ketika ada yang mengaitkan antara bencana dengan maksiat. Mereka lebih senang jika bencana dikaitkan dengan sebab-sebab yang bersifat kauny seperti banjir sebabnya adalah berkurangnya resapan air akibat dari pembangunan yang tidak teratur. Atau karena membuang sampah sembarangan dan lain sebagainya.

Ngaku Muslim tapi Merasa Tenteram di tengah - tengah Kemaksiatan

Ini semua memang sebab adanya banjir, hanya saja jangan sampai kita lupakan sama sekali sebab lain dari terjadinya bencana. Yaitu sebab yang Allah jelaskan di dalam Al-Qur’an dan Nabi paparkan di dalam sabda-sabdanya. Sebagai wujud sikap menjadikan Al-Qur’an sebagai kitab suci yang dijadikan pedoman hidup yang dipelajari, kemudian dipraktikkan isinya dalam kehidupan.

1. Beberapa Dalil Dari Al-Qur’an Tentang Hubungan Erat Antara Bencana Dan Maksiat:

Maksiat Adalah Kerusakan Di Muka Bumi Sekaligus Penyebab Bencana


Setelah Nabi Muhammad hijrah dari Mekah ke Madinah dan memperoleh kemenangan yang gemilang pada perang Badar mulai bermunculan orang-orang munafik. Yaitu mereka yang sebetulnya kafir akan tetapi menampakkan ke-Islaman di hadapan Nabi dan para sahabat. Selain kafir terhadap Allah dan hari akhir mereka juga banyak membantu orang-orang kafir dalam memerangi kaum muslimin. Dan Allah menyebut perbuatan mereka ini sebagai perbuatan membuat kerusakan di muka bumi.

Tentang keberadaan orang-orang munafik dan perbuatan mereka Allah berfirman:

“Dan diantara manusia ada yang berkata, “Kami beriman kepada Allah dan hari akhir.” Padahal sesungguhnya mereka itu bukanlah orang-orang yang beriman. Mereka menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanyalah menipu diri mereka sendiri tanpa mereka sadari. Dalam hati mereka ada penyakit, lalu Allah menambah penyakitnya itu; dan mereka mendapat ‘adzab yang pedih karena mereka berdusta.” (Al-Baqarah, 8-10)

Bahkan orang munafik tersebut mengaku melakukan perbaikan di muka bumi yang pada hakekatnya adalah pengrusakan. Allah berfirman:

“Dan apabila dikatakan kepada mereka, “Janganlah berbuat kerusakan di bumi mereka menjawab, “Sesungguhnya kami justru orang-orang yang melakukan perbaikan.” (Al-Baqarah, 11)

Kemudian Allah menjelaskan bahwa perbuatan mereka itu adalah kerusakan;

“Ingatlah sesungguhnya merekalah yang berbuat kerusakan, tetapi mereka tidak menyadari.” (Al-Baqarah, 12)

Kerusakan yang dimaksud adalah kafir terhadap ayat-ayat Allah, menghalang-halangi manusia dari jalan Allah, menipu Allah dan kekasih-kekasih Nya serta membantu dan memihak kepada orang-orang yang memusuhi Allah dan Rasul Nya. (Lihat kitab Tafsir ‘Taisirul Karimir Rahman hal. 32-33)

Kekafiran dan kemaksiatan yang dilakukan orang-orang munafik Allah sebut sebagai kerusakan karena kekafiran dan kemaksiatan itu mengakibatkan kerusakan di muka bumi.
Syaikh ‘Abdurrahman Bin Nashir As-Sa’dy berkata:

“Perbuatan orang-orang munafik tersebut (disebut) pengrusakan di bumi karena mengandung kerusakan apa yang ada di muka bumi mulai dari biji-bijian, buah-buahan, pepohonan, serta tumbuh-tumbuhan. Dikarenakan hama (penyakit) yang menimpa pada tumbuh-tumbuhan tersebut yang penyebabnya adalah kemaksiatan-kemaksiatan.”

Maka benarlah dikatakan bahwa ada hubungan erat antara bencana dan maksiat. Karena dalam banyak ayat Al-Qur’an juga dijelaskan bahwa kerusakan dan bencana di muka bumi adalah akibat dari dosa yang dilakukan manusia.

Dalam surat yang sama_yaitu surat Al-Baqarah_sekali lagi Allah berfirman tentang orang-orang munafik yang pura-pura masuk Islam di zaman Nabi:

“Dan di antara manusia ada yang pembicaraannya tentang kehidupan dunia mengagumkan engkau (Nabi Muhammad), dan dia bersaksi kepada Allah mengenai isi hatinya, padahal dia adalah penentang yang paling keras.” (Al-Baqarah, 204)

Dan sekali lagi pada ayat selanjutnya Allah menjelaskan bahwa perbuatan maksiat mereka itu adalah kerusakan yang menyebabkan kerusakan yang nyata pada muka bumi.

Allah berfirman:

“Dan apabila dia berpaling dari engkau dia berusaha untuk berbuat kerusakan di muka bumi, serta merusak tanaman-tanaman dan ternak, sedang Allah tidak menyukai kerusakan.” (Al-Baqarah, 205)

Tidaklah orang munafik itu membunuh binatang ternak dan tidak juga merusak tanaman-tanaman. Akan tetapi mereka berbuat maksiat dan kemaksiatannya itu berimbas pada kerusakan pada binatang ternak dan tanaman-tanaman.

Syaikh ‘Abdurrahman Bin Nashir As-Sa’dy berkata dalam kitab tafsirnya:

“…orang munafik tersebut berusaha keras untuk berbuat maksiat-maksiat yang pada hakekatnya adalah pengrusakan di muka bumi yang dengan sebab itu merusak tanaman-tanaman dan ternak. Maka tanaman-tanaman, buah-buahan dan binatang-binatang ternak rusak, berkurang dan sedikit keberkahannya disebabkan perbuatan maksiat….”

Allah juga berfirman:

“Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia; Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari akibat perbuatan mereka agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” (Ar-Rum, 41)

Kerusakan di darat dan di laut yang dimaksud adalah rusak dan berkurangnya kehidupan mereka, bencana yang terjadi di darat dan laut, serta penyakit dan wabah yang menimpa mereka. Ini semua disebabkan dosa dan maksiat yang dilakukan manusia.

Sebagian salaf (pendahulu kita yang shalih) berkata:

“Setiap kali kalian berbuat dosa Allah menurunkan hukuman kepada kalian dari kekuasaan Nya.” (Lihat kitab ‘Taisirul Karimir Rahman hal. 900 dan Ad-Daa’ Wad Dawaa’ hal. 100)

Allah Meng’adzab Umat-Umat Terdahulu Dengan Sebab Dosa Mereka

Allah berfirman:

“Maka masing-masing (mereka itu) Kami ‘adzab karena dosa-dosanya, di antara mereka ada yang Kami timpakan kepadanya hujan batu kerikil, ada yang ditimpa suara keras yang mengguntur, ada yang Kami benamkan ke dalam bumi, dan ada pula yang Kami tenggelamkan.” (Al-‘Ankabut, 40)

Ayat ini sangat jelas menunjukkan hubungan erat antara bencana alam dengan dosa dan maksiat. Karena ‘adzab yang berupa bencana alam yang menimpa umat-umat terdahulu diakibatkan oleh dosa dan maksiat yang mereka lakukan.

Ada yang berupa hujan batu yang menimpa kaum ‘Ad, atau berupa suara yang sangat keras yang menimpa kaum Nabi Shalih. Ada juga yang ditenggelamkan ke dalam bumi bersama hartanya yang terjadi pada Qarun dan ada yang ditenggelamkan ke dalam lautan yang terjadi pada Fir’aun, Haman dan para pasukannya. (Taisirul Karimir Rahman hal. 884)

2. Beberapa Dalil Dari Hadist Tentang Kemaksiatan Menyebabkan Bencana

Lebih rinci lagi melalui sabda-sabdanya Nabi menyebutkan kemaksiatan-kemaksiatan sekaligus bentuk bencana yang diturunkan Allah ke muka bumi karenanya;

Nabi bersabda:

“Wahai kaum Muhajirin! Ada lima hal yang aku berlindung kepada Allah (agar) kalian (tidak) menjumpainya;

1. Tidaklah nampak perbuatan keji pada suatu kaum sampai mereka melakukannya secara terang-terangan kecuali kaum tersebut akan ditimpa wabah penyakit dan kelaparan yang belum pernah terjadi pada pendahulu-pendahulu mereka yang telah lalu,
2. Dan tidaklah suatu kaum mengurangi timbangan dan takaran kecuali kaum tersebut akan ditimpa paceklik, kemiskinan dan kezhaliman penguasa,
3. Dan tidaklah suatu kaum enggan membayar zakat harta-harat mereka kecuali kaum tersebut tercegah dari hujan (tidak diberi hujan) dari langit, seandainya bukan (karena) binatang-binatang ternak mereka tidak akan diberi hujan,
4. Dan tidaklah suatu kaum membatalkan perjanjian mereka kecuali Allah akan menguasakan musuh atas mereka (yang berasal) dari selain mereka, kemudian mereka mengambil sebagian (kekayaan) yang ada di tangan mereka,
5. Dan tidaklah penguasa-penguasa mereka tidak memutuskan perkara dengan apa yang Allah turunkan di dalam kitab Nya (Al-Qur’an) kecuali Allah akan jadikan permusuhan di antara mereka.” (HR. Ibnu Majah (4019), hasan li ghairihi, ad-daa’ wad dawaa’: 70-71. Tahqiq, ta’liq dan takhrij syaikh ‘Ali Al-Halaby cet. Daar Ibnil Jauzy)

Nabi juga bersabda:

“Tidaklah suatu kaum mengurangi takaran, dan tidak juga kikir ketika menimbang kecuali Allah mencegah hujan untuk mereka, dan tidaklah nampak (tersebar) di suatu kaum perzinaan kecuali nampak di tengah-tengan mereka kematian,

dan tidaklah nampak pada suatu kaum riba kecuali Allah akan menguasakan atas mereka penyakit gila, dan tidaklah nempak pada suatu kaum pembunuhan_sebagian mereka membunuh sebagian yang lain_kecuali Allah akan mengusakan atas mereka musuh mereka, dan tidaklah nampak pada suatu kaum perbuatan kaum Luth (homosex) kecuali nampak di tengah-tengah mereka gempa bumi, dan tidaklah suatu kaum meninggalkan menyuruh kebaikan dan melarang dari kemungkaran kecuali tidak akan diangkat amal-amal mereka dan tidak didengar doa-doa mereka.” (HR. Ath-Thabrany, dihasankan syaikh ‘Ali Al-Halaby, Ad-daa’ wad dawaa’ hal. 76-77)

Nabi bersabda:

“Tidak ada suatu kaum yang kemaksiatan-kemaksiatan dilakukan di tengah-tengah mereka dan mereka (yang tidak bermaksiat) lebih kuat dan kebih banyak dari yang bermaksiat dan mereka tidak merubahnya kecuali Allah meratakan hukuman kepada mereka semua.” (HR. Ahmad, Abu Dawud, Ibnu Majah, Ibnu Hibban, Ath-Thabrany dan Al-Baihaqy, dihasankan syaikh ‘Ali Al-Halaby, ad-daa’ wad dawaa’ hal. 79)

Jika bencana disebabkan dosa dan maksiat maka dengan taubat kepada Allah bencana tersebut hilang. 

‘Ali Bin Abi Thalib berkata:

“Bencana tidak turun kecuali dengan sebab dosa dan bencana tidak diangkat (dihilangkan oleh Allah) kecuali dengan taubat.” (Ad-Daa’ Wad Dawaa’ hal. 113)

Janganlah kita heran kenapa bencana senantiasa terulang dan terulang kembali. Hal ini karena ternyata masih ada yang melakukan perbuatan yang mengundang bencana seperti meminta tolong kepada penunggu gunung ketika dia meletus atau meminta tolong kepada orang yang dipercaya sebagai ‘pawang hujan’ untuk mencegah hujan karena sedang ada pembangunan dan lain sebagainya.

Tidak diragukan lagi ini semua merupakan sebab turunnya bencana. Karena perbuatan tersebut adalah dosa bahkan yang paling besar karena mempercayai adanya makhluk yang memiliki campur tangan dalam mengatur semesta serta mempersembahkan ibadah ‘doa’ kepada selain Allah.

No comments

Copyright © . Lemahireng Info All Right Reserved - KabarIslam | Berita Panas | Info Cerdas | Viral News | Nasional Hot | Tips Sehat | Updatechno | Breaking .
Powered by Blogger.
close