Kisah Orang - Orang Dan Pihak Yang Gigit Jari

Pernah nonton film E.T karya Steven Spielberg? Saya sih tidak terlalu tua, jadinya saya tidak pernah menonton film tahun 70-an itu. Cuma, saya pernah baca secuplik kisah di balik pembuatan film tentang alien tersebut.


Dalam prosesnya, Spielberg menawarkan iklan kepada sebuah perusahaan produsen permen untuk menampilkan permennya di film E.T., daam adegan saat seorang bocah memberikan permen kepada Alien. Dan, perusahaan permen tersebut menolak tawaran Spielberg.

Tawaran dilemparkan Spielberg kepada perusahaan lain yang lebih kecil, dan diterima. Maka, jadilah permen dari produsen tersebut yang ditampilkan dalam film E.T.

Dan, boom! Film E.T meledak di pasaran. Penjualann tiketnya di luar batas perkiraan. Dan semua produk yang terlibat di dalam film tersebut ikut 'meledak'. Penjualan mereka jadi laris manis karena lakunya film E.T.

Maka beruntunglah perusahaan kecil yang menerima tawaran Spielberg untuk terlibat dalam sebuah proyek film berjudul E.T tersebut. Dan, perusahaan produsen permen yang dulu menolak terlibat dalam film Spielberg tersebut, terperosok dalam penyesalan yang dalam atas keangkuhan mereka di masa lalu.

Saya menulis ini karena kemarin, saat sakit, saya menonton video ceramah ustadz Budi Ashari tentang profil Daulah Islamiyah di Madinah.

Dan kisahnya, agak mirip dengan yang saya ceritakan di atas.

Kita tentu tahu, bahwa Madinah (nama aslinya adalah Yatsrib) bukanlah kota pertama yang dituju Rasulullah untuk menjadi pusat peradaban Islam. Hampir setiap musim haji, beliau selalu menawarkan kepada para pemimpin kabilah untuk menjadi penolong dakwah Islam dan menjadikan kota mereka sebagai pusat peradaban Islam.

Di antara kisah penawaran Nabi, yang paling terkenal adalah Thaif. Karena mereka tidak hanya menolak, merekabahkan melempari Rasulullah dan Zaid dengan batu dan buah-buahan busuk saat Rasulullah menawari mereka untuk mendukung dakwah Islam.

Di kemudian hari, tawaran itu diterima oleh Yatsrib (Madinah), dan jadilah Madinah sebagai pusat peradaban Islam, yang darinya memancar cahaya Islam ke seluruh penjuru dunia.

Penyesalan, tentu dirasakan oleh warga Thaif yang dulu menolak dakwah beliau. Meskipun akhirnya Thaif bergabung dalam pelukan Islam pada tahun 9 Hijriyah. Namun, tetap saja kebahagiaannya tak sama dengan kebahagiaan warga Madinah.

Kawan, agaknya kisah itu akan kembali terulang. Dakwah melanjutkan kehidupan Islam ini, telah banyak ditawarkan kepada manusia. Banyak yang menerima, tidak sedikit pula yang menolak, bahkan menghalang-halangi. Maka, kelak tatkala Khilafah berhasil ditegakkan kembali, kita sudah bisa menebak posisi mereka, yaitu sebagai ORANG-ORANG YANG GIGIT JARI.

Semoga kita istiqamah di jalan ini. Agar kelak, kita tidak termasuk mereka yang menyesal saat Khilafah benar-benar mewujud nyata di depan mata.

Sapa sore dari sahabatmu,

- Syarbaini 

Source : fb

No comments

Copyright © . Lemahireng Info All Right Reserved - KabarIslam | Berita Panas | Info Cerdas | Viral News | Nasional Hot | Tips Sehat | Updatechno | Breaking .
Powered by Blogger.