ALLAHUAKBAR..!!! Ribuan lebih Panji Rasulullah SAW Berkibar di Kota Kendari

Lemahireng.info --- Sekitar ribuan bendera hitam dan putih yang bertuliskan kalimat Tauhid “Laa ilaaha illallah, Muhammadar rasulullah” berkibar serta dihadiri ribuan warga Kota Kendari memadati lapangan sekitaran Tugu Religi Eks MTQ pada Ahad (02/04/2017). Mereka hadir dalam rangka suatu kegiatan yang dilaksanakan oleh Hizbut Tahrir Indonesia DPD 1 Sulawesi Tenggara dengan nama kegiatan “Masirah Panji Rasulullah SAW” yang bertemakan “Khilafah Kewajiban Syar’i, Jalan kebangkitan Umat”.

ALLAHUAKBAR..!!! Ribuan lebih Panji Rasulullah SAW Berkibar di Kota Kendari

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 07.00 Wita dibuka dengan serangkaian penyambutan peserta yang datang dari dalam dan luar Kota Kendari, seperti dari Kolaka, Kolaka Utara, Kolaka Timur, Bombana, Konawe, Konawe Selatan, Konawe Utara serta daerah-daerah lainnya lingkup Provinsi Sulawesi Tenggara, yang membawa panji Rasulullah SAW yang diarak secara estafet dari kota asal menuju ke Eks MTQ. Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan penyampaian beberapa orasi politik dari pembicara-pembicara yang hadir.

Dimulai dengan orasi pertama oleh Ust. Subandi Abu Zaky, A.Ma, yang bertindak selaku Ketua Hizbut Tahrir Indonesia DPD 2 Konawe Selatan yang menjelaskan tentang Liwa Rayah : Panji Rasulullah SAW. Dalam penjelasannya beliau menjelaskan bahwa bendera yang berwarna putih itu disebut Al Liwa dan panji yang berwarna hitam itu disebut Ar Rayah dan tertulis padanya kalimat tauhid “Laa ilaaha illallah, Muhammadar rasulullah”. Selanjutnya, beliau memaparkan kisah Perang Mu’tah dimana 3 orang sahabat Rasulullah SAW berjihad dan rela mati demi mempertahakan Panji Rasulullah Saw agar tidak terjatuh ke tanah karena sangat begitu menghornati panji tersebut dibandingkan nyawa mereka dan oleh karena perjuangan ketiga sahabat tersebut, maka Allah SWT memberikan balasan syurga kepada mereka. Selain itu, beliau menceritakan kisah tentang penyerahan panji Rasulullah SAW di masa Kekhilafahan Turki Utsmani kepada Sultan Yogyakarta saat itu. “Maka wajib bagi kaum muslim memperjuangkan Islam dibawah Panji Rasulullah SAW”, ungkap beliau mengakhiri orasinya.

Selanjutnya orasi kedua oleh Ust. Wildan Abdu, S.Si., ME, selaku Ketua Hizbut Tahrir Indonesia DPD 2 Kota Kendari yang menjelaskan tentang Indonesia dan Dunia Islam dalam Neoliberalisme dan Neoimperialisme. Dalam paparannya, beliau mengatakan bahwa Indonesia memiliki kekayaaan yang melimpah namun belum bisa dinikmati dengan baik oleh masyarakatnya, baik di bidang sosial, politik, ekonomi, pendidikan dan lainnya. Dan juga semua kondisi ini terjadi karena adanya cengkraman Neoliberalisme dan Neoimperialisme. Oleh karena itu kekayaan alam negara haruslah dikelola oleh pemerintah itu dan dikembalikan kepada rakyat untuk kesejahteraan dan kemakmuran rakyat, bukan malah diserahkan kepada pihak asing. Dan itu semua bisa terwujud hanya dengan adanya institusi Negara Khilafah yang kemudian bisa menyelamatkan Indonesia dan seluruh dunia.

Orasi selanjutnya oleh Ust. Muslim, SE., ME, selaku Ketua Hizbut Tahrir Indonesia DPD 1 Sulawesi Tenggara. Beliau menjelaskan bahwa seluruh Ulama telah bersepakat bahwa Khilafah adalah Kewajiban Syar’i dan kewajiban mengangkat seorang Khalifah ditengah-tengah kaum muslim karena itu adalah perkara yang berdasarkan hukum syara’, bukanlah berdasarkan akal. Selain itu pula, janji Allah dan kabar gembira akan kembalinya Khilafah adalah suatu kebenaran, bukanlah suatu khayalan belaka dan tentu kita harus bersama-sama memperjuangankannya. Oleh karena itu, mari bersama dengan Hizbut Tahrir untuk menegakkan Syariah dan Khilafah untuk mewujudkan kehidupan yang selamat di dunia dan di akhirat.

ALLAHUAKBAR..!!! Ribuan lebih Panji Rasulullah SAW Berkibar di Kota Kendari

Selanjutnya, pidato politik disampaikan oleh Ust KH. Muhammad Ihsan Abdul Jalil, S.Pd., M.Pd, yang bertindak selaku Anggota Hizbut Tahrir Indonesia DPP Pusat. Dalam pidatonya, beliau menjelaskan seorang muslim haruslah selalu mengedepankan kalimat : “Sami’na wa Atho’na” ketika ia diseru untuk kebaikan dan perintah dari Allah SWT serta Rasul-Nya, maka begitu pula dengan seruan untuk menegakkan Syariah dan Khilafah haruslah dilaksanakan dengan sepenuh hati atas dasar keimanan. Seorang mukmin haruslah berpegang teguh kepada keimanan mereka dan tidak boleh ada penentangan atau memberikan alternatif lainnya untuk meninggalkan hukum-hukum Allah dengan mengambil hukum-hukum yang bukan dari Allah. Dilanjutkan bahwa segala problema yang terjadi di masyarakat ini terjadi karena hukum yang diterapkan di negeri ini adalah hukum demokrasi kapitalisme, bukan karena diakibatkan diterapaknnya hukum Islam, maka tidak ada jalan lain untuk menyelamatkan negeri ini selain dengan menerapkan hukum Islam dibawah naungan Syariah dan Khilafah.

Dalam kegiatan tersebut pun juga diramaikan dengan tarian kolosal dari daerah Kepulauan Buton, Nasyid dan Teatrikal yang semakin menambah keramaian acara tersebut. Selanjutnya, acara diakhiri dengan melakukan konvoi mengelilingi Kota Kendari yang sekaligus mengantar pulang peserta ke tempat masing-masing.[DAKWAHKENDARI]

No comments

Copyright © . Lemahireng Info All Right Reserved - KabarIslam | Berita Panas | Info Cerdas | Viral News | Nasional Hot | Tips Sehat | Updatechno | Breaking .
Powered by Blogger.
close