Sesuai Fakta, Pendidikan di Barat Tak Seindah Bayangannya

Iklan Semua Halaman

DUNIA ISLAM

Sesuai Fakta, Pendidikan di Barat Tak Seindah Bayangannya

Sabtu, 11 Maret 2017
Lemahireng.info --- Selama ini banyak orang yang sangat terpesona dengan Barat. Bahkan Barat dijadikan sebagai model kehidupan di era modern. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi di Barat laksana magnet yang menarik manusia untuk menjadikan Barat sebagai kiblat dalam pola pikir dan pola hidupnya.

Barat menjadi parameter keberhasilan pendidikan saat ini. Salah satu indikatornya adalah betapa banyak yang memiliki keinginan untuk menempuh pendidikan di Barat. Bahkan berlomba-lomba untuk bisa mendapatkan kesempatan beasiswa pendidikan di Barat. Dalam benak banyak orang, pendidikan di Barat bisa menjadi jaminan kehidupan yang lebih baik. Dimana lulusan pendidikan Barat lebih mudah mendapat pekerjaan, mengalahkan lulusan dalam negeri.


Ada hal yang harus dikritisi terkait orientasi pendidikan, demikian disampaikan Sister Nazreen Nawwas, Direktur Divisi Muslimah Kantor Media Pusat Hizbut Tahrir pada Talk Show “Pendidikan di Barat Tak Seindah Bayangannya” dalam rangkaian acara Ekspo Pendidikan Islam di Gedung Perwira Balai Sudirman Jakarta, Jum’at (10/03/2017). Bahwa pendidikan ditempuh bukan dalam rangka mendapatkan pekerjaan, tetapi dalam rangka menuntut ilmu sebagaimana yang diperintahkan dalam Islam.

Dalam talk show ini Nazreen Nawwas memaparkan dengan sangat gamblang bahwa pendidikan di Barat sudah sangat kacau dan rusak. Dimana hubungan laki-laki dan perempuan yang tidak terikat pernikahan begitu diagungkan. Guru-guru di Barat mengarahkan dan mengajak murid-muridnya untuk berperilaku bebas. Sehingga seks bebas di Barat sudah dianggap hal yang biasa.

Pendidikan di Barat mengajarkan untuk bebas dalam berpikir. Dimana hasil pemikiran yang salah pun tidak boleh diperdebatkan. Sebagai contoh dalam pelajaran sains diajarkan tentang teori Evolusi. Berdasarkan teori tersebut, manusia diklaim berasal dari jenis kera. Teori ini tidak boleh diperdebatkan. Karena jika hal tersebut diperdebatkan maka akan dianggap sebagai radikal. Sementara orang-orang yang radikal akan menjadi musuh bersama. Bahkan guru-guru dan dosen-dosen di Barat diajak bekerja sama dengan pemerintah untuk menjadi mata-mata. Murid yang dianggap memiliki pemikiran radikal akan dilaporkan ke kepolisian dan akan senantiasa diawasi dan diinterogasi.

Ada banyak fakta ajaran Islam yang diselewengkan dalam pendidikan di Barat. Pelajaran yang berkaitan dengan Islam, Islam didistorsi. Islam digambarkan hanya sebatas shalat saja, puasa saja, sementara Islam sebagai pengatur kehidupan dijauhkan dari benak umat.

Output pendidikan di Barat adalah orang-ornag liberal yang terbiasa dengan seks bebas, dimana anak usia yang masih sangat muda sudah banyak yang memiliki anak tanpa tahu siapa ayahnya. Selain itu juga mereka terbiasa dengan drugs/narkoba. Disisi lain penghormatan terhadap guru yang telah memberikan ilmu tidak ada.

Ada hal yang sangat membuat miris. Di Inggris, ketika musim liburan tiba, anak-anak diberikan PR dari guru di sekolah. Namun ternyata PR tersebut meminta siswa untuk membuat agama baru selain yang sudah ada di Inggris. Padahal siswa tersebut disekolahkan di sekolah Islam terbaik di Inggris, sekolah yang menjadi favorit kaum muslim disana untuk menyekolahkan anak-anak mereka.

Menanggapi apa yang disampaikan Nazreen Nawwas, Juru Bicara Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia, Iffah Ainur Rochmah mengatakan bahwa apa yang terjadi di Barat telah memperlihatan kepada kita betapa buruk dan rusaknya konsep hidup yang ada di Barat. Agama dianggap sebagai sesuatu yang bisa dibuat oleh manusia, ini jelas merusak.

Output pendidikan di dalam negeri tak kalah rusaknya dengan Barat. Artinya apa yang terjadi di Barat, senyatanya terjadi juga di negeri ini. Kita telah melihat bagaimana rusaknya output pendidikan sekuler di negeri ini. Penista agama dibela seperti pahlawan sementara ulama dikerdilkan perannya dan juga dikriminalisasi. Selain itu, riba menajdi sesuatu yang biasa, tidak dianggap haram, padahal telah sangat jelas keharamannya dalam al-Qur’an. Pemimpin kafir dielu-elukan, padahal mereka banyak mengetahui hukum-hukum syariat.

Kebobrokan pendidikan Barat harus disampaikan secara meluas, demikian disampaikan Jubir MHTI tersebut. Menjadi PR besar bagi kita semua yang concern dalam perbaikan generasi. Dimana kita harus bisa menggambarkan secara utuh bagaimana konsep pendidikan Islam dan juga bagaimana metode mewujudkan Sistem pendidikan dalam negara Khilafah yang bisa melahirkan generasi emas. [Lilis Holisah/VM]