(Panji Rasulullah) Ar Rayah Raksasa 212 Berkibar di Puncak Gunung Munara Bogor

Lemahireng.info --- Setelah Boming di Aksi 212 dengan Panji Ar rayah Raksasanya kini Mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta kembali mengguncang Ranah publik dengan mengibarkan panji rasulullah AR RAYAH di Puncak Gunung Munara Bogor..


(Panji Rasulullah) Ar Rayah Raksasa 212 Berkibar di Puncak Gunung Munara Bogor

Tentang Panji Rasululllah 

Wahai Kaum muslimin sudah selayaknya berebaris berada dibawah naungan al-Liwa dan ar-Rayah.

Bendera yang dicipta atas perintah Allah, bukan ci[ptaan akal manusia. Kita adalah umat Rasulullah, maka tunjukkanlah kasih sayang kita kepada Rasul kita dengan kembali mengibarkan bendera Rasulullah saw. 

Jika Rasul saw bersama kita, sanggupkah kita berada di belakangnya dengan membawa bendera yang bukan bendera Rasulullah? 

Padahal dengan bendera inilah Rasulullah menyatukan umat manusia yang mengucapkan kalimat yang tertulis padanya. 

Kibaran bendera inilah yang telah membawa risalah Allah ke seluruh penjuru dunia. Dengan melihat bendera inilah jantung musuh-musuh Islam berdegup kencang menanti saat kehancuran mereka. 

Bendera ini telah dibawa dan diangkat oleh para pejuang Islam ketika mendakwahkan agama Allah. Inilah satu-satunya bendera kita, bendera Rasulullah, bendera Islam, bendera Negara Islam.

Kisah Heroik Panji Rasulullah di Gunung Munara

Tentu saja pembaca Masih ingat dengan panji hitam raksasa bertuliskan kalimat tauhid yang diarak oleh umat Islam pada aksi 212 kemarin? Panji Rasulullah tersebut kini kembali hadir dan berkibar dengan gagahnya.. di atas gunung!

(Panji Rasulullah) Ar Rayah Raksasa 212 Berkibar di Puncak Gunung Munara Bogor

Panji ar-Rayah (sebutan untuk Panji hitam yang bertuliskan kalimat tauhid) raksasa ini pertama kali dibuat oleh pemuda dan mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dalam waktu semalam saja sebelum Aksi Bela Islam III. Dengan ukuran 10,5 x 15 meter, Panji itu begitu menggetarkan hati ketika umat dengan sukacita mengaraknya diiringi kalimat tahlil dan takbir.
Di Balik Bendera Hitam Raksasa Ar Rayah di Aksi Damai 212
Beberapa bulan kemudian, tepatnya pada hari Ahad, 26 Februari 2017 M/30 Jumadil Awwal 1438 H, para pemuda dan mahasiswa Hizbut Tahrir Indonesia Chapter UIN Jakarta mengadakan rihlah menuju Gunung Munara, Kec. Rumpin, Kab. Bogor. 

Bukan sekedar rihlah mengusir kepenatan semata, namun dengan tujuan yang lebih mulia lagi, yakni mengibarkan ar-Rayah raksasa di puncak Munara dan mengharumkan kembali pesona Panji Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam.

Para mahasiswa yang terdiri dari 15 orang ini yang tergabung dalam kafilah ar-Rayah memulai pendakiannya menaklukkan Puncak Munara yang berketinggian 367 mdpl dengan membaca basmalah, kemudian berjalan berbaris beriringan menyusuri hutan gunung Munara yang begitu asri dan menyejukkan mata. 

Panji ar-Rayah Raksasa yang beratnya mencapai kurang lebih 20 kg dilipat dan ditenteng oleh dua orang. Pekikan takbir senantiasa mengiringi perjalanan mereka.

(Panji Rasulullah) Ar Rayah Raksasa 212 Berkibar di Puncak Gunung Munara Bogor

Memang, dengan ketinggian 367 mdpl Gunung Munara lebih cocok disebut bukit. Namun trek yang tersedia tidak kalah seru dan menantang dibandingkan gunung-gunung lainnya. Apa lagi ketika malam sebelum pendakian hujan begitu deras mengguyur kawasan Rumpin, Bogor. Walhasil becek, lumpur, dan bebatuan yang licin siap menghadang para mahasiswa Islam pendaki Gunung Munara.

Beberapa lama kemudian, di tengah perjalanan kafilah mendapati sebuah gua bernama Gadongan Kuda Sultan Maulana Hasanuddin bin Syaikh Syarif Hidayatullah Sunan Gunung Jati. Konon katanya, di gua ini dahulu Sultan Banten Maulana Hasanuddin pernah singgah untuk beristirahat. Entah benar atau tidak, yang pasti Kesultanan Banten pada zaman dulu merupakan Kesultanan yang bergabung dengan kekuasaan tunggal umat Islam di dunia, yakni Khilafah Turki Utsmani.

Kemudian kafilah meneruskan pendakian sampai ke puncak pertama yang berupa batu raksasa. Di batu tersebut sudah disediakan sebuah tali tambang untuk alat bantu memanjat sampai ke puncak. Kemudian beberapa orang memanjat batu raksasa tersebut sambil membawa ujung ar-Rayah raksasa untuk kemudian dibentangkan. Besarnya Panji seolah-olah memnjadi baju untuk batu ini.

(Panji Rasulullah) Ar Rayah Raksasa 212 Berkibar di Puncak Gunung Munara Bogor

Setelah membentangkan panji di puncak pertama, kafilah ar-Rayah melanjutkan perjalanan ke puncak bintang. Di sini kafilah membentangkan sekali lagi Panji Rasulullah, Ar-Rayah, ke arah puncak yang pertama.

Dalam membentangkan panji rasulullah ini, kafilah ar-Rayah mengalami banyak kendala. Mulai dari beratnya panji, terganggunya panji akan semak dan ranting pohon, dan proses pembentangan panji raksasa yang berada di pinggir jurang.

Ketika bendera sudah sempurna dibentangkan maka para pengusung panji raksasa tersebut menucapkan sumpah yang menggema ke penjuru langit. “ bismillahirrahmaanirrahim! Laa ilaaha illallah muhammadurrasulullah! 

Kami para pemuda dan mahasiswa UIN syarif hidayatullah Jakarta dengan Raayah raksasa ini, dengan panji Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam ini, menyatakan: akan menjadi pembela islam yang terpercaya, berjuang dengan sepenuh hati, untuk tegaknya kekuasaan Islam, Daulah Khilafah Rasyidah. Allahuakbar! Allahuakbar! Allahuakbar!"



Demikianlah perjuangan para pemuda dan mahasiswa yang telah membentangkan ar-Rayah raksasa di Puncak Gunung Munara Rumpin dalam rangka mengagungkan kembali panji Rasulullah. Dan panji ini merupakan syi’ar agama Allah

ذَلِكَ وَمَنْ يُعَظّمْ شَعَائِرَالله فَإِنَّهَا تَقْوَى القُلُوْبِ

“Demikianlah (perintah Allah). Siapa saja yang mengagungkan syiar-syiar Allah maka sesungguhnya itu timbul dari ketaqwaan kalbu.” (QS al-Hajj [22]:32). [dm]

No comments

Copyright © . Lemahireng Info All Right Reserved - KabarIslam | Berita Panas | Info Cerdas | Viral News | Nasional Hot | Tips Sehat | Updatechno | Breaking .
Powered by Blogger.
close