Insiden Khalid Basalamah sebagai bukti bahwa strategi Pecah Belah ala Rand Corporation sedang dijalankan

Lemahireng.info --- Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bogor bidang kerukunan umat beragama Ustaz Iyus Khaerunnas menyayangkan tindakan reaktif penolakan Ustaz Khalid Basalamah oleh Banser NU di Sidoarjo pada Sabtu (4/3) lalu.


"Sebaiknya jika ada perbedaan pendapat diselesaikan dengan cara yang baik, yaitu lewat dialog," ujar Ustaz Iyus kepada Suara Islam Online, Senin (6/3/2017).

Menurutnya, dengan kejadian tersebut kedua belah pihak harus introspeksi dan menahan diri masing-masing. "Karena imbasnya umat bisa terpecah, dan musuh-musuh Islam akan senang serta memanfaatkan situasi ini," ungkapnya.

Ketua GNPF MUI Bogor Raya itu menjelaskan, bagaimana misalnya strategi Rand Corporation untuk memecah belah umat Islam khususnya di Indonesia.

Menurut Ustaz Iyus, pusat penelitian dan kajian strategis tentang Islam di Amerika Serikat (AS) itu diantara strateginya berusaha untuk memecah belah antara kelompok fundamentalis dengan tradisionalis.

"Ustaz Khalid misalnya, (kalau mengikuti Rand Corporation) itu bisa dikategorikan sebagai kelompok fundamental, sementara Banser sebagai kelompok tradisionalis. Nah kalau menurut strategi mereka, kedua kelompok ini harus dipecah, karena kalau bersatu akan menjadi kekuatan yang dahsyat, dan mereka tidak ingin adanya persatuan tersebut," jelasnya.

Oleh karena itu, Ustaz Iyus menyarankan agar konflik ini bisa segera diselesaikan dengan baik. "Apalagi setelah ada aksi 411, 212 itu membuat umat Islam dari berbagai kalangan bisa bersatu. 

Nah kita harus menjaga kebersamaan itu dan waspada terhadap upaya pecah belah. Jadi anggaplah kasus di Sidoarjo ini sebagai ujian agar persatuan umat Islam ke depan menjadi lebih baik lagi," tandasnya.[suaraislam]

No comments

Copyright © . Lemahireng Info All Right Reserved - KabarIslam | Berita Panas | Info Cerdas | Viral News | Nasional Hot | Tips Sehat | Updatechno | Breaking .
Powered by Blogger.
close