Alasan Provokatif, Siswa Muslim di Jerman Dilarang Sholat -->

Iklan Semua Halaman

DUNIA ISLAM

Alasan Provokatif, Siswa Muslim di Jerman Dilarang Sholat

Sabtu, 04 Maret 2017
Lemahireng.info --- Sebuah sekolah menengah atas di wilayah Jerman bagian barat dilaporkan melarang siswa-siswa Muslim melaksanakan ibadah shalat termasuk melakukan ritual ibadah Islam lainnya, karena dianggap provokatif terhadap siswa lainnya.

Alasan Provokatif, Siswa Muslim di Jerman Dilarang Sholat

Sekolah Gymnasium Johannes Rau di kota Wuppertal telah mengirim surat kepada staf pegawai sekolah pada bulan Februari lalu, dengan mengatakan bahwa siswa-siswa Muslim menggunakan alas sholat dan melakukan ritual mencuci anggota badan (wudhu, red) di ruang toilet sekolah, dan mereka harus diingatkan dengan baik bahwa hal itu tidak diperbolehkan serta bisa dilaporkan ke bagian administrasi.

Media di Jerman melaporkan, pihak sekolah juga meminta para staf dan karyawan untuk melaporkan setiap kejadian yang mereka temui bila mendapati siswa Muslim melakukan sholat di lingkungan sekolah.

Menurut juru bicara pemerintah daerah di Wuppertal yang berbicara kepada kantor media DPA pada hari Kamis (02/03), sejumlah guru dan murid melaporkan bahwa mereka merasa tertekan oleh tindakan para siswa Muslim.

Sebuah surat keluhan yang diposting via media sosial menulis, “Dalam beberapa pekan terakhir, semakin banyak terlihat siswa-siswa Muslim melakukan sholat dan bisa disaksikan oleh orang-orang lain, termasuk melakukan ritual mencuci (wudhu, red) di area kamar mandi, menggelar karpet, dan kemudian siswa melakukan gerakan dengan posisi tertentu. Hal seperti itu tidak boleh.”

Postingan surat keluhan di Facebook ini memicu reaksi kemarahan di medsos, termasuk memunculkan debat tajam menyangkut isu kebebasan beragama di Jerman.

Menyusul reaksi tersebut, pihak berwenang kota setempat menyatakan bahwa tulisan/kalimat (keluhan) semacam itu amat “disayangkan” dan bahwa pihak sekolah hanya bermaksud untuk mengajak siswa-siswanya berdiskusi mencari solusi bagaimana biar bisa beribadah. Demikian tulis sebuah koran Jerman lainnya, Bild, pada hari Kamis.

Namun anehnya, pihak berwenang pemerintah juga mengatakan bahwa sekolah secara sah boleh melarang orang yang “beribadah dengan cara yang provokatif” dan mereka menyatakan mendukung pihak sekolah.

Di Jerman terjadi peningkatan sentimen anti-imigran menyusul arus kedatangan 1,1 juta pengungsi dan imigran dari negara-negara Muslim dalam dua tahun terakhir.

Mengomentari langkah sekolah yang diposting via Facebook tersebut, sebuah partai ekstrimis sayap kanan anti-Islam yang kini sedang naik daun, yaitu Alternative for Germany atau AfD, mengatakan tindakan itu sebagai sesuatu yang “menarik dan bijak”.

AfD, sebuah partai Kristen konservatif yang berdiri pada bulan Februari 2013 ini dilaporkan unggul saat pemilu di beberapa TPS. Yang menarik, dalam salah satu poin Manifesto terbarunya bahwa mereka secara terang-terangan menyatakan anti-Islam.[kiblat]