Soal Mendagri Belum Nonaktifkan Ahok, Ini Respons PDIP

Lemahireng.info --- Calon Gubernur Petahana Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok akan habis masa cutinya pada hari ini. Namun Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) belum menonaktifkan Ahok sebagai Gubernur. Ahok sendiri merupakan terdakwa kasus dugaan penistaan agama yang masih menjalani masa persidangan.


Menanggapi hal ini anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Arteria Dahlan menilai tindakan pemerintah dalam hal ini Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo dianggap wajar dan dapat dibenarkan.

Menurut Arteria, tindakan Mendagri dinilai patuh terhadap peraturan dan perundang-undangan yang berlaku. "Kan kewajiban hukum Mendagri belum terbit, dan baru terbit seketika ada tuntutan Jaksa Penuntut umum,"? ujar Arteria dalam pers rilisnya, Sabtu (11/2/2017).

Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) ini berpendapat, Ahok tidak perlu untuk dinonaktifkan sebagai Gubernur DKI Jakarta, meski sudah habis masa cutinya hari ini. 

Sebaliknya, Ahok bisa diaktifkan kembali untuk bertugas sebagai Gubernur DKI berdasarkan Undang-undang dan segala kewenangannya.

Dalam hal ini Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga diminta taat dan patuh terhadap Peraturan dan perundang-undangan, di mana dalam kasus Ahok fakta persidangan Jaksa Penuntut Umum (JPU) belum memutuskan pasal mana yang bakal dipakai.

Menurutnya kasus dugaan penistaan agama yang menjerat Ahok JPU menerapkan pasal alternatif yakni Pasal 156 a KUHP dengan ancaman di atas 5 tahun dan Pasal 156 dengan ancaman pidana di bawah 5 tahun.

Arteria menuturkan, konsekuensi dari penerapan pasal yang disangkakan kepada Ahok dianggap memiliki konsekuensi hukum yang sangat berbeda. "Apabila waktunya tiba, bila pak Ahok dituntut di atas 5 tahun maka demi hukum pak Ahok akan diberhentikan sementara, dan bila di bawah 5 tahun tak perlu diberhentikan sementara, kecuali pak Ahok ditahan," pungkasnya. (SINDO)

No comments

Isi komentar adalah tanggapan pribadi,tidak mewakili kebijakan kami. Admin berhak mengubah/menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah, pelecehan dan promosi. Setiap komentar yang diterbitkan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Copyright © . Lemahireng Info All Right Reserved - KabarIslam | Berita Panas | Info Cerdas | Viral News | Nasional Hot | Tips Sehat | Updatechno | Breaking .
Powered by Blogger.