Kuasa Hukum : Firza Husein dipaksa akui punya hubungan dengan Habib Rizieq

Iklan Semua Halaman

DUNIA ISLAM

Kuasa Hukum : Firza Husein dipaksa akui punya hubungan dengan Habib Rizieq

Sabtu, 04 Februari 2017
Lemahireng.info --- Kuasa Hukum Firza Husein, Aziz Januar, mengatakan kliennya mendapat tekanan saat menjalani pemeriksaan perihal dugaan pelanggaran UU Pornografi yang dimuat dalam situs baladacintarizieq.com.


"Yang bersangkutan mengakui ditekan, disuruh mengakui tentang berita-berita yang menjadi viral itu. Padahal itu berita tidak pernah ada," ujar Aziz kepada wartawan, hari ini.

Polisi telah menaikkan kasus dugaan pelanggaran UU Pornografi ini dari penyelidikan menjadi penyidikan, meski belum menetapkan tersangka. Kasus ini merebak setelah media sosial dihebohkan dengan munculnya screen shoot pesan Whatsapp bergambar Rizieq dan Firza. Untuk memastikan keaslian foto dan chat dalam gambar itu, polisi telah mendatangkan ahli digital forensik.

Aziz melanjutkan, pihaknya keberatan kliennya sering diajukan pertanyaan-pertanyaan seputar kasus pornografi, meski Firza dilakukan penahanan atas kasus dugaan makar.

"Karena ini kan soal makar. Tetapi sebagian pertanyaan untuk menekan yang bersangkutan untuk mengakui dengan apa yang beredar di viral itu. Sama polisi ditanya dan diminta untuk mengakui," ujar Aziz.

Aziz menduga ada motif terselubung dari polisi terhadap kliennya. "Kalau makar kok dari 20 pertanyaan, sembilan (pertanyaan) itu berkaitan dengan HRS (Habib Rizieq Shihab), terkait berita di viral, terkait dengan handphone, komunikasi dengan HRS. Ini enggak ada hubungannya kan," katanya.

Selain itu, kata Aziz, saat foto serta percakapan itu beredar, ponsel kliennya sedang berada di tangan polisi dalam rangka penyitaan.

"Kalau misalnya sejak itu ada isi yang ada di HP itu keluar, berarti siapa yang nyebarin? Saya hanya bertanya, itu logika simpel aja," ujar Aziz. [rnc]

Penggeledahan paksa kediaman Firza Husein 

Sebelumnya diberitakan pula bahwa Kuasa hukum Firza Husein, Azis Yanuar, berencana melaporkan tindakan polisi yang menggeledah paksa kediaman Firza Husein di Lubang Buaya, Cipayung ke Propam Polri. Pasalnya, menurut Azis, tindakan tersebut melawan hukum.

Bahkan hingga saat ini, Azis mengaku belum menerima surat pemberitahuan penggeledahan. "Saat penggeledahan tidak dihadiri oleh penghuni kuasa atau pengacaranya dan pak RT hanya disuruh menunggu di ruang tamu. Jadi nggak tahu, tuh masuk-masuk aja tuh," katanya saat dihubungi, Kamis, 2 Februari 2017.

Azis menuturkan, setelah penggeledahan itu, pihak keluarga Firza Husein mengaku ada yang merasa kehilangan barang. Kendati demikian, Azis belum bisa mendetailkan secara pasti apa saja barang yang hilang itu. "Kalau dari keluarga, adik ibu Firza kemarin kehilangan jam tangan, televisi, tas make up dan beberapa sprei," katanya.

Azis menambahkan, rencananya pihaknya akan melapor ke Propam pekan ini. "Iya rencana laporan ke Propam. Tapi kita lagi kumpulkan barang-barang buktinya," kata dia menjelaskan.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Beaar Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan bahwa penggeledahan bisa dilakukan meskipun bukan kepada seorang tersangka. Menurut Argo, hal itu sudah tertuang dalam pasal 34 Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP). "Boleh saja. Ada pasalnya kok, pasal 34 KUHAP," ujar Argo kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya.

Namun, Argo juga belum bisa memastikan barang apa saja yang disita. "Belum ada pemberitahuan dari penyidik," katanya.[tb]