Jika Allah Sudah Ikat Kita dengan Akidah, Adakah Ikatan yang Lebih Kuat dari Itu? Tak Ada!

Iklan Semua Halaman

DUNIA ISLAM

Jika Allah Sudah Ikat Kita dengan Akidah, Adakah Ikatan yang Lebih Kuat dari Itu? Tak Ada!

Rabu, 22 Februari 2017
Cuaca mendung yang menyelimuti Hutan Kota BNI pagi ini diiringi semilir angin sepoi-sepoi, tampak para aktivis Muslimah Hizbut Tahrir Chapter Kampus Banda Aceh sedang menunggu peserta Daurah Agent Of Change Jilid 1 tentang “Muslimah  Pejuang Islam Rahmatan Lil ‘Alamin”, Minggu (19/02/17). Sesama mereka saling bertegur sapa melepas kerinduan setelah sekitar satu bulan lamanya terhalang perjumpaan karena libur semester ganjil di Universitas masing-masing. 


Berharap Allah senantiasa memberkahi sampai terselesainya acara ini, Siti Ana mengawalinya dengan lantunan ayat suci Alquran. Sebait ayat 55 dari surat An-Nur yang meneguhkan hati para pejuang agama Allah SWT dengan makna ”Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.”. di tengah belenggu himpitan hidup saat ini, hanya hati yang mengeras saja yang tidak yakin akan pertolongan Allah.

Selanjutnya, para peserta diajak berkenalan sesamanya dengan cara harus mengingat setiap identitas diri peserta yang dipandu Nova sebagai fasilitator. Ajang perkenalan ini untuk mempererat tali silaturrahim antara sesamanya.

Kemudian setelah perkenalan usai, acara diserahkan ke instruktur pertama dipandu Azizah yang akan memulai game pertama, mengarahkan peserta membentuk kelompok serta membuat nama kelompok dan yel-yel. Setelah diberikan waktu beberapa menit untuk berpikir, setiap kelompok diminta menampilkan yel-yelnya ke depan. Dari enam kelompok yang terbentuk, diantaranya ada kelompok Muslimah Pejuang Khilafah, serta yel-yelnya, “Assalamualaikum, Assalamualaikum kami dari MPK.. muslimah pejuang, muslimah pejuang, muslimah pejuang khilafah... M.. Muslimah, P.. Pejuang, K.. Khilafah. Muslimah Pejuang Khilafah.. Allahu akbar, Allahu akbar."

Azizah mengajak peserta bermain Trust Me it Works sesuai kelompok yang telah dibentuk. Setiap kelompok memilih salah satu orang dari mereka untuk menjatuhkan diri ke atas tangan-tangan teman kelompoknya. Perwakian dari setiap kelompok diminta untuk menyampaikan ibrah dari game tersebut. “Kebersamaan, kekompakan, saling bekerja sama dan percaya sama kawan,” ujar Nur. 

Azizah menegaskan tentang ibrah dari permainan tersebut dengan bertanya kembali apa bukti adanya Allah? Salah satu peserta dari universitas ternama Banda Aceh menyampaikan, “Buktinya bahwa Allah itu ada, adanya penciptaan langit, bumi, manusia, dan alam semesta. Bukti Rasulullah utusan Allah adalah ajaran Islam yang dibawa telah menyebar ke seluruh dunia. Alquran itu ada, selalu kita baca," jawabnya.

"Kepercayaan akan mengubah tingkah laku, karena tingkah laku kita berasal dari pola pikir. Begitu juga halnya ketika kita menjadi seorang Muslim, kita bisa membuktikan bahwa Allah adalah Tuhan kita dan Rasulullah adalah utusan Allah bisa kita buktikan dengan menggunakan akal kita. 

Dalam Alquran Allah berfirman, lihatlah unta bagaimana dia diciptakan, lihatlah langit bagaimana dia ditinggikan, lihatlah bumi bagaimana dia dihamparkan, lihatlah bukit-bukit bagaimana dia ditegakkan. Sesuatu tak mungkin ada tanpa adanya pencipta. Sifat pencipta adalah zat yang maha besar, tidak serba kurang, tidak terbatas, dan tidak membutuhkan kepada yang lain,” papar Azizah dalam materinya.

Anggota Muslimah Hizbut Tahrir chapter kampus Unsyiah ini menyatakan, “Diharapkan dengan permainan tadi, kita menjadi Muslim yang kemuslimannya karena memang proses berpikir, bukan karena keturunan apalagi karena iming-iming yang lain. Tapi kita telah membuktikan bahwa agama yang kita anut yaitu Islam adalah agama yang benar. Dengan berlangsungnya acara dapat meningkatkan keimanan kepada Allah serta iman kepada Islam,” tuturnya.

Waktunya istirahat, peserta menikmati makanan dan minuman yang telah disiapkan oleh panitia sambil bersenda gurau sesamanya. Saatnya bersiap-siap untuk masuk ke acara selanjutnya, Nova memanggil Lita untuk memandu peserta ke permainan terakhir yaitu “Perjuangan”.

Permainan yang kedua ini, peserta membuat lingkaran dan berlari-lari kecil atau disebut dengan sa’i. Mereka terus berlari sesuai arahan instruktur dengan yel-yel. "Apa ibrah dari permainan tersebut?" Tanya instrutur kepada peserta, lalu Lita menegaskan ibrah dari permainan tersebut, fokus dengan tujuan hidup yaitu  mencari ridha Allah. 

Sebagaimana firman Allah dalam Alquran Surah Az-Zariyat ayat 56 dengan makna, “Tidaklah Kuciptakan jin dan manusia selain untuk menyembahKu.” Jadi, sambung Lita, segala aktivitas yang kita lakukan kapan dan dimana pun kita berada hanya untuk menggapai ridha Allah SWT, dengan cara menjalankankan semua perintahNya dan meninggalkan semua larangannNya.

Ketika manusia melaksanakan laranganNya dan mengabaikan perintahNya, maka akan terjadi kerusakan di bumi ini. Allah begitu tegas menyampaikan dalam firmanNya dengan makna, “Kerusakan yang terjadi di muka bumi ini akibat ulah tangan manusia itu sendiri.” Siapa saja yang melanggar dari perintah Allah, maka akan ada ancaman dari Allah dalam firmanNya, “Barangsiapa yang berpaling dari peringatanKu, baginya kehidupan yang sempit.” 

"Begitulah kondisi hidup yang kita alami saat ini, terhimpit dalam segala aspek. Mulai dari SPP yang semakin mahal, juga harga-harga kebutuhan hidup lainnya makin mencekik rakyat. Akibat tidak diterapkannya syariat Islam dalam segala lini kehidupan kita saat ini.” Ujar aktivis Muslimah Hizbut Tahrir chapter Kampus UIN Banda Aceh ini.
Ya, kita harus siap berjuang mengubah kondisi yang makin terupuruk ini. Supaya kita tidak tergolong setan yang bisu. 

Maka kita harus berjuang dengan berjamaah dengan terus berdakwah sesuai dengan metode sebagaimana yang telah dicontohkan oleh Rasulullah saw. Namun dalam perjuangan ini akan ada cobaan, jelas sebagaimana firman Allah dalam alquran dalam surat Al Mulk ayat 2, “Sesungguhnya Allah yang menciptakan hidup dan mati diantara kamu, hanya untuk menguji kamu.” Selama hidup ini senantiasa kita akan terus ada ujian dari Allah," tutupnya.

Kelompok dan peserta yang telah bermain sesuai dengan arahan instruktur mendapatkan hadiah dari panitia. Diantaranya ada kelompok MPK (Muslimah Pejuang Khilafah), Aisyah, serta Yuni dan Arika.

Warti mengakhiri acara dengan pembacaan doa yang begitu menggugah jiwa-jiwa yang insya Allah siap menjadi pembela Islam terpercaya. Diantara bait-bait doa yang dilantunkannya, “Kami berkumpul pada hari ini hanya mencari ridhaMu. Jadikan kami sebagai utusan-utusan dakwah. Teguhkanlah kami dalam perjuangan ini hingga kami menjumpaiMu.”

“Perpisahan pada acara hari ini bukan berarti kita akan terhalangi untuk berjumpa kembali, karena akan ada pertemuan-petermuan selanjutanya,” ujar Nova menutup acara sembari membacakan sebuah hadis, “Rasulullah saw bersabda, “Apabila kamu melewati taman-taman surga, berlabuhlah disana. Ada sahabat bertanya, apakah taman-taman surga itu? Baginda menjawab, majelis-majelis ilmu.”[]mr

HabaNaggroe #Feature #Aceh4Khilafah