Ini isi Buku "Aku Berani Tidur Sendiri" Buku yang bakal merusak anak-anak

Iklan Semua Halaman

DUNIA ISLAM

Ini isi Buku "Aku Berani Tidur Sendiri" Buku yang bakal merusak anak-anak

Selasa, 21 Februari 2017
Lemahireng.info --- Di dunia maya sedang digegerkan dengan sebuah buku cerita. Buku tersebut memiliki judul "Aku Berani Tidur Sendiri (Aku Belajar Mengendalikan Diri)".


Sekilas buku tersebut aman-aman saja dan tidak terlihat janggal sama sekali pada sampulnya. Hanya terdapat anak kecil lelaki yang sedang tidur sambil memeluk gulingnya.

Namun saat bapak atau ibu membaca isinya maka akan dibuat menggeleng kepala. Sebab terdapat kalimat sebagai berikut:

Pada halaman 22: "Menit demi menit berlalu dan mataku masih tak bisa terpejam. Aku menyilangkan kakiku kuat-kuat pada guling. Iseng-iseng aku meggerakkan tubuh naik-turun. Eh, ternyata asik juga rasanya. Jantungku berdebar tapi aku senang."

Lalu di halaman 24: "Aku menemukan permainan baru yang mengasyikkan. Sesekali, aku memasukkan tanganku ke dalam celana. Aku mengulang lagi dan lagi."

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta Mendikbud Muuhadjir Effendy tak diam saja.

"Penerbit harus tarik buku cabul, dan Mendikbud perlu ambil langkah konkrit," kata Ketua KPAI Asrorun Niam, Senin (20/2). (bd)


KPAI Desak Buku “Aku Berani Tidur Sendiri” Ditarik

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta PT Tiga Serangkai untuk menarik buku Aku Berani Tidur Sendiri karya Fitria Chakrawati karena memuat konten porno dan dapat mendorong perilaku seksual menyimpang pada anak.

“KPAI minta buku itu harus ditarik, penerbit dan penulis harus meminta maaf ke publik dan mengakui kesalahannya. Konten buku itu sangat tidak layak anak, mengajarkan tentang seksualitas yang tidak tepat dan dapat mendorong permisiftas terhadap seks menyimpang,” kata Ketua KPAI, Asrorun Niam, melalui siaran pers, di Jakarta, Senin.


Dia mengatakan kasus buku tidak ramah anak ini sudah berkali-kali terjadi. KPAI sudah memanggil, bahkan memidanakan penulis buku cabul yang didedikasikan untuk anak dan remaja.

KPAI meminta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengambil langkah serius untuk mencegah hal serupa terus terjadi.


KPAI meminta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk segera melakukan reformasi perbukuan dengan membuat UU Sistem Perbukuan Nasional, yang memastikan buku sebagai media mencerahkan fan mencerdaskan, sarana membangun anak Indonesia yang beradab dan bermartabat, bukan sarana kampanye penyimpangan perilaku dan seksual.

Baca Juga : Klarifikasi pihak penerbit buku " Aku Berani Tidur Sendiri " hingga akhirnya minta maaf 

Dia juga mengatakan DPR dan presiden harus percepat pembahasan RUU Sistem Perbukuan yang menjamin ketersediaan buku berkualitas. (ant)