Bagaimana di Bali ? Pantai Prancis Ditutup untuk Privatisasi Raja Salman.

Iklan Semua Halaman

DUNIA ISLAM

Bagaimana di Bali ? Pantai Prancis Ditutup untuk Privatisasi Raja Salman.

Minggu, 26 Februari 2017
Lemahireng.info --- Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud akan berkunjung ke Indonesia pada 1-9 Maret 2017. Sebanyak 1.500-an orang akan diajak dalam rombongannya, termasuk 10 menteri dan 25 pangeran.


Salah satu agenda penting yang akan dihadiri Raja Salman adalah peresmian kerja sama antara PT Pertamina (Persero) dan Saudi Aramco senilai US$6 miliar guna ekspansi kilang Cilacap.

Agenda lain dari kunjungan Raja Salman beserta rombongannya adalah plesir ke Bali. Karena plesir, selama di Bali, maka Raja Salman tidak bersama Presiden Jokowi. Dari informasi yang diterima. menurut rencana Raja Salman akan berada di Bali selama lima hari mulai 4-9 Maret mendatang usai kunjungan kenegaraan resmi mulai 1-3 Maret.

Raja Salman dikenal memang doyan plesir ke tempat-tempat wisata. Destinasi wisata yang menjadi favoritnya diantaranya pantai. Ia pernah mengunjungi pantai Mirandole di Prancis tahun 2015 lalu.

Sebagaimana diberitakan CNN, Raja Salman membawa rombongan besar saat berlibur ke Prancis. Rombongan yang dibawa Raja Salman saat iru berjumlah sekitar 400 orang. Selain menutup sebuah pantai demi mengakomodasi liburan Sang Raja, bahkan sebuah lift terpasang untuk menyambungkan vila tempat Raja Salman dan rombongannya selama menginap dan menikmati Pantai Riviera, Vallauris yang direncanakan selama tiga minggu. 

Area yang ditutup dalam liburan Raja Salman itu sampai radius 300 meter dari lokasi. Tak heran jika banyak warga setempat memprotes dan membuat petisi. Sebanyak 10 ribu warga Perancis menandatangani petisi yang menentang penutupan Pantai Mirandole dengan alasan privasi dan menjaga keamanan Raja Salman dan 1.000 stafnya. (Baca:

Liburan sang raja ini sempat menuai kontroversi. Sedianya Raja Salman akan berlibur selama 3 pekan saat itu. Tetapi, pada hari kedelapan, dia bertolak meninggalkan Prancis melalui Bandara Nice lantaran menuai protes warga setempat.

Alasan penutupan pantai publik tersebut sederhana saja, yaitu karena menjadi destinasi berlibur musim panas bagi Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz al-Saud, dan para stafnya.

Penutupan pantai tersebut tersiar sejak Raja Salman tiba di Bandara Nice, Perancis pada Sabtu 25 Juli 2015 dan menuju tempat penginapan dengan iring-iringan 10 kendaraan ke Vallauris.

Padahal, menurut undang-undang Perancis, pantai merupakan ruang terbuka untuk umum, dengan beberapa bagian pantai dibolehkan untuk disewakan secara pribadi bagi para nudis.

“Kami memahami alasan keamanan dan kepentingan bangsa yang lebih besar. Tapi tidak ada yang bisa membebaskan diri dari hukum negara,” tulis Walikota Vallauris, Michelle Salucki, dalam surat yang ditujukan untuk Presiden Perancis, Francois Hollande.

Dalam surat tersebut, Salucki juga menyebutkan sejumlah tindakan staf Raja Salman yang dinilai melanggar aturan, seperti menancapkan tiang beton untuk membangun elevator di wilayah berpasir di sekitar pantai tersebut.

Belum ada rencana penutupan pantai

Bagiamana selama plesiran Raja Salman di Bali, apakah otoritas Indonesia akan menutup pantai demi privatisasi sang raja? Kabid Humas Polda Bali, AKBP Hengky Widjaja ,memastikan tidak ada penseterilan daerah wisata yang nantinya akan dikunjungi sebagaimana saat berlibur ke Selatan Prancis selama tiga minggu pada 2015,. “Lokasi wisata tidak akan kita tutup. Tetap terbuka untuk masyarakat umum,” ujar Hengky.

Polri sejauh ini masih fokus pada soal pengamanan Raja Salman. ada 4 fokus dalam sebuah pengamanan. Pertama, pengamanan terhadap orang, yaitu manusia dilakukan upaya-upaya seoptimal mungkin untuk menjamin keamanan orang per orang.

Kedua, benda-benda atau barang-barang melekat dalam satu keamanan itu yang kami pastikan, bahwa benda-benda, mau barang itu dijamin tidak terganggu. Ketiga, lokasi atau tempat-tempat para rombongan ini atau personil ini menjadi tenang.

“Jadi kita lakukan pengamanan yang optimal tempat-tempat dan lokasi-lokasi tersebut,” kata Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Hubungan Masyarakat (Kabag Penum Div Humas) Polri, Kombes Pol Martinus Sitompul, di Jakarta, Jumat 24 Februari 2017.

Untuk melakukan pengaman terhadap empat fokus di atas, Polri sedang berkoordinasi dengan pihak terkait mengenai tempat-tempat yang akan dikunjungi Raja Salman selama liburan di Pulau Dewata.

Begitu pun soal jalan mana saja yang akan ditutup saat dilewati oleh Raja Salman, Polri masih berkoordinasi dengan pihak terkait. Namun demikian, dalam satu kegiatan, pastinya menimbulkan dampak.

“Contoh unjuk rasa, memakan jalan dari dua arus menjadi satu arus atau satu jalur. Ini kan hambatan-hambatan dari pergerakan. Inilah yang akan kita komunikasikan seminimal mungkin kendala-kendala ini, kita bisa atasi dan kegiatan itu berlangsung dengan lancar dan tepat waktu,” katanya.[republika]