Sepanjang Tahun 2016 saja, Ribuan Yahudi Perancis telah Pindah ke Israel

Iklan Semua Halaman

DUNIA ISLAM

Sepanjang Tahun 2016 saja, Ribuan Yahudi Perancis telah Pindah ke Israel

Kamis, 12 Januari 2017
Lemahireng.info --- Komunitas Yahudi Prancis adalah yang terbesar di Eropa dan diperkirakan jumlahnya sekitar 500.000 orang.

Komunitas tersebut pada 2016 dikejutkan oleh penculikan dan pembunuhan brutal seorang pemuda anti-Semit Yahudi, Ilan Halimi, di pinggiran Paris, yang diikuti dengan penembakan di sebuah sekolah Yahudi di kota barat daya Toulouse pada 2012.


Sebagian dari mereka yang pindah ke Israel diketahui kembali ke negara asal sesudahnya. Menurut perkiraan kisarannya 10 sampai 35 persen.

Badan Yahudi Israel merilis data terbaru saat Prancis memperingati dua tahun sejak serangan yang menyasar kantor majalah Charlie Hebdo dan supermarket Yahudi di Paris, lokasi penembakan mati empat pembeli.

Sebanyak 5.000 orang Yahudi Prancis pindah ke Israel pada tahun lalu menurut data yang ditunjukkan pada Senin (9/1). Fenomena ini melanjutkan tren yang menandai keluarnya ribuan orang dari negara tersebut setelah serangkaian serangan yang menyasar warga Yahudi.

Daniel Benhaim, yang mengepalai kelompok yang didukung Israel di Prancis itu, mengatakan bahwa ketidakamanan menjadi “katalis” bagi banyak orang Yahudi yang sudah berpikir untuk meninggalkan Prancis.

Emigrasi 5.000 orang pada 2016 menambah catatan 7.900 orang yang meninggalkan negara itu tahun 2015 dan 7.231 pada 2014. Secara keseluruhan, 40.000 warga Yahudi Prancis sudah beremigrasi sejak 2006 menurut data yang dilihat kantor berita AFP.


“Aliyah (tindakan pindah ke Israel) warga Yahudi Prancis cukup signifikan dalam satu dekade terakhir,” kata Benhaim kepada AFP.

Para ahli dan anggota komunitas Yahudi di Prancis mengatakan bahwa serangan-serangan belakangan bulan satu-satunya alasan mereka pindah, namun alasan keluarga, agama dan ekonomi juga berperan.


Israel Seru Pengikut Yahudi Tinggalkan Perancis

Sebelumnya diberitakan pula bahwa Menteri Pertahanan Israel, Avigdor Lieberman, Senin (26/12), menyeru 600 ribu pengikut Yahudi di Perancis untuk meninggalkan negara tersebut dan menetap di Israel. Seruan ini sebagai balasan atas keputusan Perancis menggelar konferensi perdamaian untuk kembali mewujudkan perundingan damai Israel-Palestina.

Israel telah berulang kali mengatakan, beberapa bulan terakhir, tidak berpartisipasi dalam konferensi yang akan diselenggarakan pada tanggal lima belas Januari itu. Dilaporkan sebanyak 70 negara akan menghadiri konferensi tersebut.

Surat kabar “Yediot Aharonot” mengutip dari Menteri Lieberman mengatakan dalam pertemuan partai sayap kanan Israel, “Yisrael Beiteinu”, “Mungkin ini adalah waktu untuk mengatakan kepada orang-orang Yahudi Perancis: Ini bukan negara Anda, ini bukan negerimu, tinggalkanlah Perancis dan datang ke Israel. Ini adalah satu-satunya jawaban untuk konspirasi ini (konferensi perdamian -red)”.

Dia menambahkan, kami mengatakan kepada mereka: Jika Anda ingin tetap menjadi Yahudi, dan melestarikan putra dan cucu Yahudi, kalian harus meninggalkan Perancis dan tinggal di Israel.

Lieberman juga mengkritik konferensi yang digelar mendekati pemilu Perancis itu. Menurutnya, konferensi itu bertujuan melawan negara Israel.

“Satu-satunya tujuan konferensi ini, adalah untuk merusak keamanan negara Israel dan menodai reputasi yang baik,” ujarnya.

Menurut perkiraan Badan Yahudi (LSM), di situsnya, jumlah orang Yahudi di Eropa sekitar satu setengah juta jiwa, termasuk sekitar 600 ribu orang tinggal di Perancis.

Menurut data Yahudi Agency, sebanyak 8.000 imigran Yahudi dari Perancis telah tiba dan menetap di Israel pada tahun 2015.

Kantor perdana menteri Israel dalam laporan sebelumnya menyebut, sebanyak 6655 orang Yahudi beremigrasi dari Perancis pada tahun 2014, dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya mencapai 3293 Yahudi.[kiblat]