Remaja harus Tangguh Bukan Menjadi Remaja "Tahu Bulat"

LemahirengMedia.info --- Momen liburan semester ganjil, LKS (Lajnah Khusus Sekolah) Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia (MHTI) DPD II Kediri mengadakan Outbond dan Rujak Party di sekitar Lapangan Canda Bhirawa Pare, Jumat (30/12/2016). 


Acara yang dihadiri tak kurang dari 30 remaja dari wilayah Pare dan sekitarnya ini mengangkat tema “Generasi Tahu Bulat”. 

Dalam paparan yang disampaikan oleh Ustadzah Erni Nurhayati mengatakan, “Menjadi remaja yang tangguh bukan remaja tahu bulat yang digorengnya dadakan, hangatnya sementara saja, dan murah harganya. Kita adalah pemuda Islam yang terbaik dan hanya dengan Islam kita bisa menjadi yang terbaik.”

Pada outbond kali ini, para remaja diajak bermain beberapa game yang mengasah kemampuan leadership, ketundukan kepada kebenaran, dan kerjasama. Serunya kegiatan ini terlihat jelas di wajah-wajah ceria para peserta yang merupakan kalangan pelajar.

Bermaknanya kehidupan itu, jika seseorang mau mencari ilmu di waktu mudanya dan menempa diri menjadi pemuda yang cerdas dan bertakwa. Remaja yang terbaik adalah yang melakukan segala sesuatu dengan berlandaskan syariat Islam.[]

Remaja itu harus Pelopor, Bukan Pengekor

Di tempat lain yaitu Kota Bogor Lajnah Khusus Sekolah (LKS) Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia (MHTI) DPD II menyelenggarakan acara Temu Sahabat SWI (Smart With Islam) pada Ahad (22/5/2016) di Kantor DPD II MHTI Kota Bogor mengusung tema “I am a Muslim and Pioneer of Real Change – Remaja itu Pelopor bukan Pengekor”.

Tayangan kebangkitan remaja serta kisah para shahabat dan shahabiyah mengantarkan peserta pada dimulainya acara. MC membuka acara dengan sangat menarik. Para peserta dibuat seakan-akan menjadi pendengar sebuah radio Smart Channel.

Ibu Nur Amaliah Ketua DPD II MHTI Kota Bogor mengatakan bahwa masa muda adalah masa pencarian jati diri. Namun, banyak fakta yang mengungkapkan bahwa pemuda saat ini banyak terjerumus dalam kemaksiatan seperti, narkoba, seks bebas, HIV/AIDS, dll. Oleh karena itu, para pemuda harus sadar bahwa mereka adalah agen perubahaan dan harus berani berhijrah kepada kehidupan yang lebih baik.

Ibu Fera Kusmerlin (MHTI Kota Bogor) sebagai pemateri menyampaikan, bahwa Islam itu hebat, tinggi dan dapat membuat mulia sehingga akan disukai oleh setiap makhluk Allah Swt,.

“Siapa saja remaja yang menjadikan Islam sebagai landasan kehidupannya secara kaffah, maka dia adalah remaja hebat,” katanya di hadapan puluhan peserta remaja/pelajar SD, SMP, dan SMA di wilayah Kota Bogor.

Berbagai opini negatif dilontarkan terhadap Islam, seperti Islam tidak modern, Islam tidak kekinian, dan bahkan Islam harus kompromistik. Semua dilakukan agar umat Islam jauh dari Islam dan tidak menyukai Islam. Ditambah dengan serangan era digital yang dirancang agar remaja teralihkan perhatiannya dari Islam dengan menjadikan gaya hidup Barat sebagai gaya hidup yang bebas dan hedonis.

Oleh karena itu, kata dia, untuk menjadi remaja hebat, remaja harus selalu menjadikan Islam sebagai bagian dari dirinya dan melandaskan segala bentuk perbuatan sesuai dengan Islam.

Remaja Islam harus rajin mengkaji agamanya, agar memiliki benteng dalam kencangnya arus globalisasi, perusakan akidah serta potensi berfikir, bahkan menjadikan remaja sebagai pengekor, bukan pelopor.

“Remaja Islam harus kembali kepada Allah, menjadikan dakwah sebagai aktivitas kehidupannya agar remaja dapat kembali kepada posisi mereka, sebagai agen perubahan, agen yang akan mengembalikan kehidupan yang rusak menjadi kehidupan yang maju dan gemilang,” pungkasnya. [hti]

No comments

Copyright © . Lemahireng Info All Right Reserved - KabarIslam | Berita Panas | Info Cerdas | Viral News | Nasional Hot | Tips Sehat | Updatechno | Breaking .
Powered by Blogger.
close