Mewacanakan Asing Kelola Pulau, Luhut Dianggap Pelaku Makar Sesungguhnya

Iklan Semua Halaman

DUNIA ISLAM

Mewacanakan Asing Kelola Pulau, Luhut Dianggap Pelaku Makar Sesungguhnya

Jumat, 20 Januari 2017
LemahirengInfo --- Pernyataan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Panjaitan yang menyebut ‘negara asing bisa saja membuka lahan ekonomis di pulau terpencil & belum bisa dijamah oleh Indonesia’ dinilai sebagai pelaku makar yang sesungguhnya.

.
“Yang seperti ini yang semestinya dikatakan makar & justru ini makar yang sesungguhnya, bukan orang-orang yang berdakwah, menyerukan perbaikan, menyerukan kebaikan kepada negeri ini,” ungkap Juru Bicara HTI, Muhammad Ismail Yusanto.

Menurut Ismail, salah satu prinsip dari tugas pemerintah adalah bertanggung jawab mengelola semua sumber daya alam yang ada di negeri ini. Kalau kemudian pemerintah dengan kewenangannya menyerahkan pengelolaannya kepada asing maka pemerintah sudah tidak ada gunanya. Pemerintah semacam ini sudah tidak layak untuk terus memerintah.
.
“Dia sudah tidak layak disebut sebagai pemerintah kalau tugasnya hanya menyerahkan ini itu kepada asing,” tegasnya.

Ismail mengingatkan Migas sudah diserahkan kepada asing, bank-bank sudah diserahkan kepada asing, kebun-kebun sudah diserahkan kepada asing, tambang-tambang termasuk emas & batu bara sudah diserahkan kepada asing, kemarin ada usulan CEO BUMN dari asing, lalu sekarang ada pikiran lagi pulau-pulau dikelola asing.
.
“Lalu apa gunanya pemerintah kalau begitu? Cuma nyerah-nyerahin kepada asing. Ini pemerintahan yang sangat berbahaya. Yang begini ini harus segera dihentikan,” pekiknya.

Karena itulah Hizbut Tahrir selalu mengatakan bahwa sebenarnya Indonesia itu sedang dalam ancaman? Ancaman apa? Neoliberalisme & neoimperialisme. Ancaman itu datang dari luar juga dari dalam negeri. Yang dari dalam dalam bentuk pemikiran-pemikiran semacam ini.[hti]

@hizbuttahririd

#IslamRahmatanLilAlamin