Kenapa Kapitalisme Global Membidik Perempuan Muda Di Asean ?

LemahirengMedia.info --- PEREMPUAN MUDA ASEAN, DIBIDIK KAPITALISME GLOBAL. Sejak krisis resesi global tahun 2008, Amerika Serikat dan negara-negara Eropa Barat terus melakukan pemulihan ekonomi. 

Resesi global yang mengindikasikan lumpuhnya sektor non riil ekonomi Kapitalistik, memaksa Barat untuk menguatkan ekonomi riilnya melalui perdagangan bebas. Untuk itulah Barat butuh pasar bagi produk-produk mereka.


 Asia dianggap pasar yang menggiurkan.  Asia (termasuk Asia Tenggara) sekarang menjadi konsentrasi pasar global karena lebih dari 50% penduduk dunia ada di Asia. 

Yang menjadi ciri utama kekuatan ekonomi Asia termasuk ASEAN adalah karena potensi keberlimpahan sumber daya alamnya dan besarnya jumlah populasi penduduknya, khususnya kekuatan sumber daya manusia pada jenjang umur produktif (sebagai middle class) yang semakin bertambah. 

Karena jumlah penduduk yang besar tersebut lah, Barat kemudian menjadikan negara-negara di Asia, tak terkecuali Indonesia sebagai salah satu target utamanya baik dalam pemenuhan input faktor produksi (modal capital dan social capital) maupun pasar bagi berbagai produk yang telah dihasilkannya serta bibit baru technopreneur muda yang akan meningkatkan daya beli sebagai pasar potensial barat. 

Di Indonesia sendiri, dari total jumlah penduduknya, Jumlah perempuan menurut  Susenas tahun 2014 -2015 adalah sekitar 126,8 juta hampir sama jumlahnya dengan laki-laki yaitu 128,1 juta jiwa dan jumlah anak yang diperkirakan mencapai 87 juta. 

Jumlah konsumen yang sangat menggiurkan. Sayangnya, masalah ekonomi di kawasan ini masih pelik, untuk itu kapitalisme global berupaya keras meningkatkan daya beli melalui berbagai program kebangkitan ekonomi khususnya perempuan muda.

Jauh-jauh hari, program kebangkitan ekonomi perempuan muda telah digaungkan. Salah satunya Youth Economic Empowerment (YEE) Plan Indonesia, yang meluncurkan project Pemberdayaan Ekonomi Perempuan Muda. 

Peluncuran proyek ini bertujuan untuk memberikan informasi tentang upaya Plan Indonesia dan mitra-mitranya dalam pemberdayaan ekonomi perempuan muda melalui proyek yang didanai oleh UniEropa (EU). 

Proyek ini telah diimplementasikan per February 2013 – 30January 2016 dan menjangkau ribuan perempuan muda. Proyek ini  menyediakan pelatihan keterampilan, akses modal dan pekerjaan yang layak kepada kaumperempuan muda lewat kemitraan strategis dengan KPPPA, APINDO, KOMIDA dan IBL . Plan International adalah organisasi hak anak dan kemanusian independen yang berkomitmen agar anak hidup terbebas dari kemiskinan, kekerasan dan ketidakadilan.

Beberapa program yang dibuat bukan tanpa batu sandungan. Kultur ASEAN khususnya yang masih jadi kendala adalah kurangnya partisipasi perempuan di dunia kerja serta isu kesetaraan gender yang masih mengalami ketimpangan.

Maka, Untuk memicu keterlibatan perempuan ASEAN dalam masalah ekonomi dan ketenagakerjaan, Sekretariat ASEAN, UNWomen kawasan Asia-Pasifik dan Yayasan Politik Jerman Friedrich-Ebert-Stiftung (FES) dengan dukungan Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia menerbitkan laporan penelitian tentang Proyeksi Dampak Gender terhadap Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). 

Dari laporan ini terlihat bahwa Sekalipun perempuan ASEAN sudah memberikan kontribusi yang signifikan terhadap perekonomian ASEAN, tapi banyak kendala untuk memastikan partisipasi yang setara untuk mengejar pertumbuhan ekonomi ASEAN. 

Meskipun beberapa negara telah membuat undang-undang tentang kesempatan yang sama, namun perempuan ASEAN memiliki akses terbatas ke kredit formal. Belum lagi masih banyak tradisi dan kebiasaan yang membatasi peluang ekonomi mereka. 

Simon Merrifield, Duta Besar Australia untuk ASEAN mengatakan bahwa Masih banyak yang harus dilakukan jika perempuan ingin berpartisipasi dalam MEA. Partisipasi anak perempuan di sekolah harus terus ditingkatkan, memastikan lingkungan yang kondusif bagi perempuan dalam angkatan kerja -misalnya melalui pemberian cuti bagi orangtua- , dan membuat program bimbingan untuk menggeser norma-norma yang tidak sejalan dengan ide gender.

Maka Indonesia, yang telah meratifikasi semua kesepakatan gender terus menerus meneguhkan komitmennya melalui program-program yang sesuai arahan internasional. Deputi Direktur Eksekutif UN Women, Lakshmi Puri, saat berkunjung ke Jakarta (30/3/2016) menyatakan Indonesia adalah negara yang paling gencar mengampanyekan kesetaraan dan keadilan jender di antara negara-negara di Asia Tenggara.

Bersamaan dengan itu, Barat melancarkan program-program kesehatan reproduksi yang khusus menyasar perempuan muda agar keinginan kapitalisme global untuk memberdayakan perempuan muda di bidang ekonomi, tak terhambat dengan kultur social masyarakat ASEAN pada umumnya. 

Wacana yang diaruskan adalah bahaya nikah muda, karena dianggap mengahalangi hak anak perempuan untuk memperoleh pendidikan, merampas masa muda mereka, memaksakan menikah pada kondisi tidak siap mental dan memupus harapan untuk memperoleh penghasilan sendiri.

Wacana ini bahkan diupayakan berkesan se-ilmiah mungkin, dengan mengambil teori-teori reproduksi yang telah dimasukkan dalam kurikulum pendidikan. 

Bahkan secara khusus Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPP-PA) meluncurkan Promosi Pencegahan Perkawinan Usia Anak pada 12 Februari 2016. Perwakilan Khusus Sekretaris Jenderal PBB dalam hal Kekerasan Terhadap Anak, Marta Santos Pais, mengapresiasi modul pencegahan perkawinan anak yang telah disusun KPP-PA. 

Ia berharap modul pelatihan ini bisa menjadi model untuk diterapkan di negara Asia lainnya maupun seluruh dunia, karena perkawinan anak sebagai fenomena global tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi di semua negara, baik negara miskin, berkembang maupun kaya atau Eropa, Asia, dan benua lainnya. 

Menteri PP dan PA Yohana Yembise mengatakan modul ini merupakan bentuk implementasi kebijakan nasional yang dilakukan oleh KPP-PA bekerja sama dengan kementerian/lembaga terkait, lembaga masyarakat dan dunia peduli anak-anak, seperti UNICEF, KPAI dan pakar anak. 

 Lantas mengapa dalam upaya membangkitkan ekonominya, barat menyasar perempuan muda? Tentu bukan tanpa alasan. Selain perempuan merupakan pasar potensial barat dan berpotensi besar sebagai penyelamat ekonomi barat, barat menyadari bahwa masa depan generasi berada di tangan para perempuan. 

Perempuan muda saat ini oleh barat diupayakan untuk berpikir liberal sejak usia muda. Mereka dipaksa untuk menggantungkan angan-angan kebahagiaan pada materi semata. 

Menjadikan kesuksesan karier saat pundi-pundi harta terus mengalir, hingga mereka menjadi kaum perempuan yang mengejar karier dan amnesia akan kodrat mereka sebagai perempuan. 

Keterlibatan perempuan muda di sector ekonomi bahkan di anggap sebagai bentuk nyata kontribusi yang diberikan perempuan muda untuk kebangkitan ekonomi global minus patriarki. Hal ini tercermin dalam peringatan internasional day of the girl child yang mengusung tema “kemajuan anak perempuan: Apa hitungan untuk anak gadis?” ,tanggal 11 oktober 2016 lalu.

Perlahan namun pasti, perempuan muda ASEAN sedang dibentuk kapitalisme barat agar mengadopsi system hidup perempuan barat yang penuh dengan nilai-nilai liberal kapitalistik. Secara pasti, kapitalisme global menyerang peran keibuan yang harusnya difahami perempuan muda sebagai profesi mulia. 

Pernikahan yang harusnya menjadi sumber ketenangan dan kemuliaan, digambarkan sebagai kerangkeng yang menghambat karier perempuan. Sensitifitas gender selalu dimunculkan tak hanya dalam urusan kenegaraan, bahkan urusan remeh-temeh sekalipun, gender harus menjadi agenda utama. 

Barat berupaya keras menggeser nilai-nilai mulia seorang perempuan melalui program pengarus-utamaan gender yang penuh dengan tipuan. 

Jadilah pemikiran perempuan muda di-drive hingga tak menyadari bahwa apa yang menjadi iming-iming barat, justru akan menjadi sumber malapetaka atas kodrat mulia yang dikaruniakan Allaah kepada perempuan, dan akan menjadi awal dari hancurnya generasi penerus karena timpangnya relasi laki-laki dan perempuan. 

Kaum perempuan muda ini dibuat rabun sejak awal mengenai akar masalah dan sumber malapetaka bagi perempuan, keluarga dan anak. Faktanya, seberapa banyakpun kaum perempuan terjun ke dunia kerja, kemiskinan perempuan dan keluarga tak akan Pernah terselesaikan. 

Sebanyak apapun perempuan berduyun-duyun memenuhi kuota kursi di parlemen dengan tujuan untuk meng-intervensi kebijakan yang ber-sensitif gender, tak akan pernah menguraikan berbagai kekerasan, pelecehan maupun ketimpangan yang di alami perempuan di sektor public. Mengapa? Karena akar masalahnya adalah system yang diterapkan saat ini. 

Barat juga menyadari bahwa perempuan muda adalah bagian dari  Pemuda sebagai middle class. Mereka memiliki kemampuan untuk membangkitkan upaya perlawananjika berasal dari kesadaran ideology. 

Untuk itulah, Barat melalui PBB dan jaringan lembaga internasional lainnya berupaya keras untuk meredam kemungkinan terjadinya gejolak middle class (khususnya para pemuda) terhadap tatanan sistem politik ekonomi kapitalisme. 

Mereka berupaya menelikung potensi perempuan muda dengan menyibukkan mereka melalui program penyehatan ekonomi, wiraswasta, wirausaha, enterpreneurship dll. 

Upaya Perlawanan perlawanan perempuan muda ini juga di alihkan ke kanal-kanal pergerakan sosial  yang justru semakin menjauhkan mereka dari akar masalah yang ditimbulkan akibat penerapan system kapitalisme. 

Sudah sepatutnya kaum perempuan muda bangkit, melawan penjajahan kapitalisme melalui pemikiran liberal yang dicangkokkan dalam berbagai program berlabel pemberdayaan ekonomi maupun pengarusutamaan gender. 

Bangkit dengan pemikiran ideologis, dan memandang masalah mereka dengan lensa ideology yang shahih, hingga mengarahkan perjuangan melawan hegemoni kapitalisme melalui thoriqoh dakwah yang shahih pula. Wallaahu a’lam bi showaab. 

Oleh : Juanmartin,S.Si.,M.Kes 

==============================
Dukung terus Opini Syariah dan Khilafah. Raih Amal Sholih dengan Ikut Serta Menyebarkan Status ini.
==============================
Jika Saudari ingin bergabung dalam perjuangan MUSLIMAH HIZBUT TAHRIR INDONESIA silahkan layangkan pesan dengan format:
NAMA JELAS, ALAMAT LENGKAP, NO TELP/HP, ALAMAT EMAIL.

Insya Allah, Muslimah Hizbut Tahrir di daerah terdekat akan segera menghubungi.
==============================
Silahkan ikuti kami di:
www.hizbut-tahrir.or.id
Facebook : www.facebook.com/opinimhti
Twitter : www.twitter.com/women4khilafah
Instagram: www.instagram.com/muslimahhtiid
Youtube : www.youtube.com/user/MUSLIMAHMEDIACENTER
Radio CWS: www.muslimah-htichannel.blogspot.com/

No comments

Copyright © . Lemahireng Info All Right Reserved - KabarIslam | Berita Panas | Info Cerdas | Viral News | Nasional Hot | Tips Sehat | Updatechno | Breaking .
Powered by Blogger.
close