Catat..!!! Inilah 11 Peristiwa Penting Setelah Trump Jadi Presiden AS -->

Iklan Semua Halaman

DUNIA ISLAM

Catat..!!! Inilah 11 Peristiwa Penting Setelah Trump Jadi Presiden AS

Senin, 23 Januari 2017
Lemahireng.info --- Terpilihnya Donald Trump sebagai presiden Amerika Serikat (AS) memberikan kejutan kepada dunia. Sosoknya yang kontroversial dinilai akan membawa AS dalam kebijakan proteksionisme, khususnya di sisi ekonomi.

Catat..!!! Inilah 11 Peristiwa Penting Setelah Trump Jadi Presiden AS

Dikutip kanal berita the Independent, Trump bahkan disebut sebagai presiden AS paling tak populer (keberterimaan terendah) pascapelantikan dalam 40 tahun terakhir. 

Sejumlah kejadian penting juga terjadi setelah Trump terpilih dalam pilpres pada November tahun lalu. Berikut rangkuman the Independent terkait 11 kejadian penting yang tercatat setelah Trump terpilih:

1. Trump munculkan kembali wacana kompetisi senjata nuklir

Pada 22 Desember lalu, Trump berkicau di akun Twitter-nya tentang visinya dalam memimpin AS. Dalam tweet-nya, Trump menyebut ingin membawa AS dengan kemampuan senjata nuklir yang lebih kuat. 

Sehari setelah berkicau di media sosial, Trump diundang oleh salah satu stasiun televisi AS, MSNBC. Trump bahkan secara blak-blakan mengatakan kepada pembawa berita Mika Brzezinski bahwa ia akan mengalahkan semua pesaing AS dalam perlombaan senjata nuklir. "Biarlah ada perlombaan senjata. Kami akan kalahkan mereka," ujar Trump saat itu. 

Namun,' ancaman' yang sempat dilontarkan Trump tersebut bisa jadi tidak seserius yang didengar. Tak lama setelah pernyataannya tentang perlombaan senjata nuklir, Trump sempat mengatakan kepada pers tentang kemungkinan perjanjian 'pelucutan senjata' dengan Rusia. "Mari kita lihat apakah kita bisa buat kesepakatan dengan Rusia," katanya. "Di satu sisi saya melihat senjata nuklir harus dihindari dan dikurangi," ujarnya lagi.

Sebelumnya, belum pernah dalam kebijakan pertahanan AS seorang presiden secara terang-terangan menyatakan akan memulai perlombaan senjata nuklir. Jadi, bila memang Trump melakukan kebijakan pertahanannya yang agresif maka ia presiden AS pertama yang melakukannya dalam beberapa dekade belakangan.



2. Scott Pruitt, tokoh yang skeptis terhadap perubahan iklim justru dipilih jadi kepala agensi Perlindungan Lingkungan. 

Trump memang dikenal nyeleneh. Beberapa pilihannya dalam membentuk kabinet pemerintahan juga kontroversial. Sebut saja Scott Pruitt, seorang jaksa agung yang menghabiskan kariernya untuk melawan kebijakan Barrack Obama untuk menekan emisi karbon di AS. Pruitt bahkan menyebut dirinya sebagai advokat kondang yang melawan aktivis Agensi Perlindungan Lingkungan (EPA). 

Uniknya, Pruitt justru dipilih Trump menjadi kepala EPA. Pruitt sendiri tercatat sudah 14 kali menggugat EPA. Dalam sebuah artikel yang terbit bulan Mei, seperti dikutip the Independent, Pruitt megatakan bahwa polemik perubahan iklim masih jauh dari usai. 

3. Kejahatan rasial meningkat

Kejahatan rasial yang berhibungan dengan agama dan kepercayaan tercatat meningkat setelah Trump terpilih sebagai presiden. Angkanya, menurut Southern Poverty Law Centre, sudah mulai menurun sejak awal 2017 ini. Hanya saja angkanya masih lebih tinggi dibandingkan catatan sebelum pilpres AS November lalu. 

Catatan mereka, pascapemilu tercatat ada 1.000 kejahatan rasial atau ujaran kebencian yang terjadi setiap harinya. Sejak Trump terpilih, paling tidak ada 16 kali serangan terhadap rumah peribadatan Yahudi. Selain itu, grafiti simbol swastika pun muncul di berbagai tempat. 

4. Rating penerimaan Trump anjlok

Sejumlah jajak pendapat menunjukkan bahwa tingkat penerimaan Trump di kalangan masyarakat telah merosot jauh. Kondisi ini terus memburuk setelah Trump terpilih dalam pilpres akhir tahun lalu. Namun, Trump membalasnya dengan menyebut survei ini telah dicurangi. Trump memang dikenal membenci sejumlah media yang selama ini dikenal memojokkannya. 

Jajak pendapat CNN / ORC pekan ini misalnya, menyebutkan bahwa tingkat penerimaan masyarakat atas Trump hanya 40 persen. Angka ini turun enam persen dibandingkan saat Trump baru saja memenangi pemilu. Untuk pembanding, angka penerimaan masyarakat atas mantan presiden Barrack Obama tahun 2009 lalu menyentuh 79 persen, jauh di atas Trump. 

Menurut Washintong Post, angka ini membuat Trump sebagai presiden paling tak populer di AS (pascapelantikan) dalam 40 tahun terakhir.

5. Sebagai Presiden, Trump malah melawan Agensi Intelijen-nya sendiri 

Ketidaksukaan Trump terhadap Agensi Intelejen AS (CIA) muncul setelah CIA melaporkan ada keterkaitan Rusia untuk membantu kemenangan Trump dalam pemilu. Hal ini membuat Trump terus melawan CIA dalam beberapa pekan belakangan. Bahkan, trump membandingkan CIA dengan Nazi Jerman.





6. Kurs dolar AS meroket

Nilai tukar dolar AS melonjak dalam beberapa pekan setelah Trump terpilih sebagai presiden AS. Bahkan nilainya tercatat sebagai yang tertinggi dalam 14 tahun belakangan, melawan mata uang utama dalam perdagangan dunia. Fenomena ini menyusul janji-janji kampanye Trump untuk mendukung bisnis dalam negeri AS. Trump bahkan diyakini menjadi presiden terpilih terbaik dalam masa transisinya sebelum dilantik. Alasannya, belum dilantik saja ia sudah bisa membawa indeks harga saham gabungan ikut melonjak. 

Hanya saja, kenaikan ini sempat tertahan lantaran pasar menunggu realisasi kebijakan Trump setelah ia dilantik pada 20 Januari lalu.

7. Nilai tukar peso Meksiko anjlok ke tingkat paling rendah dalam sejarah

Berbeda dengan kondisi dolar AS, ekonomi Meksiko sangat terpukul akibat rencana Trump. Rencana kebijakan Trump tersebut antara lain menekan perusahaan Amerika untuk memindahkan pabriknya keluar dari Meksiko, pengenaan tarif produk Meksiko, dan negosiasi ulang Perjanjian Perdagangan Bebas Atlantik Utara (NAFTA). Rencana itu membuat kurs peso terhadap dolar jatuh bebas.

Dua perusahaan manufaktur besar menangguhkan rencana ekspansinya ke Meksiko. Trump juga mengancam General Motors dan BMW dengan pajak tinggi untuk kendaraan yang berasal dari pabrik Meksiko. 

8. Gerakan antiaborsi kembali menguat

Trump kerap mendukung gerakan hak hidup. Dia menyatakan akan meninjau keputusan Ketua Mahkamah Agung, Roe v Wade, yang melegalisasi aborsi di AS. 

Century Foundation mencatat, legislator AS membuat lebih dari 400 kebijakan untuk membatasi aksis aborsi pada 2016. Trump juga mengancam menarik pendanaan dari Planned Parenthood, penyedia jasa aborsi terbesar di negara tersebut. 

"Ini adalah gerakan prohidup terkuat sejak 1973," ujar Presiden kelompok antiaborsi nasional, Marjorie Dannenfelser. Hal ini juga membuat seorang anggota parlemen asal Texas untuk membuat kebijakan prohidup semakin gencar pada 2017.

9. Trump tak menepati janji kampanyenya soal tembok perbatasan dengan Meksiko

Donald Trump baru dilantik pada Jumat lalu. Namun, sejumlah janji kampanyenya sudah dia langgar. 

Trump berulang kali menyatakan akan membangun tembok raksasa di perbatasan selatan dan Meksiko harus membayar konstruksinya. Tembok besar perbatasan menjadi salah satu meme politik paling diingat di kampanye Trump.

Akan tetapi, Trump baru-baru ini mengatakan, pihaknya akan menggunakan dana pajak untuk membiayai proyek tersebut sebesar 14 miliar dolar AS.

Dia juga berjanji untuk tidak mengangkat petinggi perusahaan di Washington, tetapi justru mengangkat mantan petinggi Goldman Sachs dan sejumlah miliarder menduduki jabatan dalam pemerintahannya. 

10. Sejumlah kota di Amerika akan menolak kebijakan imigran Trump

Sedikitnya 37 kota di wilayah Amerika tidak akan menerapkan kebijakan agresif Trump soal imigran. Kota tersebut termasuk San Fransisko, New York, dan Portland, Oregon yang dikenal sebagai kota liberal. 

Sejumlah kota di Amerika akan menolak kebijakan imigran Trump

Akan tetapi, Trump menjanjikan salah satu dari prioritas utamanya dalam 100 hari pemerintahan adalah menarik semua dana bagi kota-kota yang menolak kebijakan tersebut, yang kemungkinan akan membatasi gerakan penolakan tersebut.

Trump berjanji akan mendeportasi tiga juta migran ilegal di hari pertama pemerintahannya. 

11. Donasi untuk organisasi aktivis melonjak

Donasi untuk organisasi aktivis melonjak dengan cepat sejak Trump terpilih. Planned Parenthood yang terancam dengan kebijakan Trump menerima lebih dari 300 ribu donasi dari individu dalam enam pekan sejak pemilihan, melonjak 40 kali lipat dari biasanya. 

American Civil Liberties Union yang akan mengajukan gugatan hukum untuk sejumlah kebijakan Trump juga berhasil mengumpulkan 23 juta dolar AS sejak pemilihan.[republika]