Soal Pelaporan Habib Rizieq, Ini Jawaban Cerdas Irena Center -->

Iklan Semua Halaman

DUNIA ISLAM

Soal Pelaporan Habib Rizieq, Ini Jawaban Cerdas Irena Center

Kamis, 29 Desember 2016
*TUDINGAN SALAH ALAMAT*(Kajian Lembaga Perbandingan Agama - IRENA CENTER) 
Habib Rizieq Shihab dilaporkan lantaran mendakwahkan isi surah #AlIkhlas, yakni "Lam yalid wa lam yuulad". Allah Tidak Beranak dan Tidak Diperanakkan_

Soal Pelaporan Habib Rizieq, Ini Jawaban Cerdas Irena Center

Saya adalah satu dari sekian ummat Islam yang tersentak mendengar kabar tersebut. Bagaimana mungkin seorang pendakwah musti berhadapan dengan aparat penegak hukum gara-gara mendakwahkan agamanya sendiri?

Ironisnya, pelaporan dilakukan oleh PP Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) yang konon merasa tersinggung atas konten dakwah Sang #Habib. PP PMKRI memandang hal tersebut sebagai bentuk penistaan agama. Situasi ini mendorong saya untuk melakukan studi perbandingan agar terwujud fakta yang berimbang.

*Maha Suci Allah Atas Tuduhan "Allah Mempunyai Anak"*

Ada beberapa riwayat yang menguatkan asbabun nuzul pewahyuan Surah Al-Ikhlas. Ibnu Abi Hatim dari Ibnu Abbas meriwayatkan, ayat ini turun manakala Ka'bubnul Asyraf dan Hay bin Akhtab yang beragama Yahudi datang mengadap Rasulullah. Mereka berkata: "Hai Muhammad, ceritakan kepada kami sifat-sifat Tuhan yang mengutusmu."

Allah kemudian mewahyukan Surah Al-Ikhlas, yang artinya,

1) Katakanlah: Dia-lah Allah, Yang Maha Esa,
2) Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu,
3) Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan,
4) Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia.

Surah Al-Ikhlas merupakan jawaban atas dahaga akan tauhid. Dalam surah Al-Ikhlas, sifat-sifat Allah termaktub secara jelas dan tegas. Allah Maha Esa, Allah tempat bergantung, Allah tak beranak, dan tak ada yang mampu menyerupaiNya.

Ibnu Katsir menyatakan,

_“Tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah, tidak ada sekutu bagi-Nya, tidak ada yang serupa dengan-Nya. Allah tidaklah memiliki anak dan istri. Tidak ada yang semisal dengan-Nya. Allah itu Al Ahad Ash Shomad (Maha Esa dan semua makhluk bergantung pada-Nya)."_

Ayat ketiga, "Lam yalid wa lam yuulad", sekaligus melengkapi peringatan Allah Ta'ala terhadap kaum kafir yang menganggap Allah mempunyai anak. Dalam ayat yang lain, Allah berfirman yang artinya,

“Dan mereka berkata: “Tuhan Yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak.” Sesungguhnya kamu telah mendatangkan sesuatu perkara yang sangat mungkar, hampir-hampir langit pecah karena ucapan itu, dan bumi belah, dan gunung-gunung runtuh, karena mereka menda’wakan Allah Yang Maha Pemurah mempunyai anak. Dan tidak layak bagi Tuhan Yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak.” (QS. Maryam: 88-92)

Ka’ab Al Ahbar mengatakan,

_“Malaikat akan murka, api neraka akan panas menyala ketika mereka menyuarakan apa yang mereka katakan.”_

*Kami Diam Ketika Disebut Anti Kristus*

"Sebab banyak penyesat telah muncul dan pergi ke seluruh dunia, yang tidak mengaku, bahwa Yesus Kristus telah datang sebagai manusia. Itu adalah si penyesat dan antikristus." (2 Yohanes 1:7)

Dalam berbagai tulisan yang saya temukan, kerapkali sebutan *antikristus* dinisbatkan kepada Islam dan kaum Muslimin. Ini karena ummat Islam tidak mengakui Yesus sebagai Anak Allah, menolak doktrin Trinitas, dan menolak doktrin keselamatan melalui penyaliban.

Meski demikian, ummat Islam tetap memberikan penghormatan yang tinggi kepada Nabi Isa alaihissalam putera Maryam sebagai nabiyullah. 

Alhamdulillah, sejauh ini kaum muslimin tidak pernah marah ataupun gusar atas sebutan antikristus, karena Allah telah menegaskan dalam ayatNya,

*Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: "Sesungguhnya Allah adalah Al Masih putra Maryam", padahal Al Masih (sendiri) berkata: "Hai Bani Israel, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu" Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang lalim itu seorang penolong pun.*

*Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan: "Bahwasanya Allah salah satu dari yang tiga", padahal sekali-kali tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Tuhan Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang yang kafir di antara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih.*(QS Al-Ma'idah: 72-73).

*Kami Diam Ketika Disebut Domba Tersesat*

Sebab dahulu kamu sesat seperti domba, tetapi sekarang kamu telah kembali kepada gembala dan pemelihara jiwamu. (1 Petrus 2)

Seringkali ada penyebutan "domba yang sesat" untuk kaum di luar Kristen. Yakni kaum yang belum menerima Yesus sebagai Tuhan, dan pengorbanan Yesus di kayu salib.

Alhamdulillah, kaum muslimin juga tidak pernah marah ataupun gusar atas sebutan domba yang sesat, karena Allah juga telah mengingatkan dalam ayatNya,

*Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah; (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui,*

(QS Ar-Ruum: 30)

*Tudingan Penistaan Agama kepada Habib Rizieq Salah Alamat*

Dalam Islam, masing-masing ummat mengemban kewajiban untuk beramar ma'ruf nahi munkar. Menyeru kepada yang benar, dan mencegah kerusakan. Tak terkecuali kerusakan aqidah.

Apa yang disampaikan Habib Rizieq merupakan satu upaya untuk nahi munkar, yakni mencegah kerusakan aqidah. Seperti yang telah dikemukakan sebelumnya, dalam Islam, doktrin "Allah mempunyai anak" merupakan satu kemunkaran yang besar. Lalu apa yang salah dari habib?

Saya tidak bisa membayangkan apabila pemuka agama lain di depan jemaatnya meluruskan yang keliru menurut pedoman mereka. Apa iya, akan saling lapor karena menyinggung keyakinan agama lain?

(IRENA CENTER)
@CyberPembelaIslam