Soal MPR RI melakukan kunjungan ke Tehran, Iran. -->

Iklan Semua Halaman

DUNIA ISLAM

Soal MPR RI melakukan kunjungan ke Tehran, Iran.

Jumat, 09 Desember 2016
LemahirengMedia.info --- Tanggal 4-7 Desember, rombongan MPR RI berada di Iran. Dalam pertemuannya dengan salah satu pentolan syiah, Ketua Parlemen Iran, DR. Ali Larijani, pertemuan ini diakhiri dengan sholat. Tampak hadir dalam jamaah shalat orang-orang yang wajahnya tak asing lagi bagi kita. Mereka tampak khusyuk Dan tidak bermasalah menjadi makmum pentolan syiah.


Dari laman resmi Kemenlu RI, disebutkan:

Dalam rangka memenuhi undangan Ketua Parlemen (Majlis) Iran, Y.M. Ali Larijani dan pengembangan kerja sama antar parlemen kedua negara, Ketua MPR RI, Y.M. Zulkifli Hasan beserta delegasi MPR RI melakukan kunjungan ke Tehran, Iran pada tanggal 4-7 Desember 2016.

Pada tanggal 5 Desember 2016, Ketua MPR dan delegasi telah melakukan pertemuan bilateral dengan Ketua Majlis Iran. Pada pertemuan dengan Ketua Majlis Iran, Y.M. Larijani menyampaikan bahwa Iran dan Indonesia dapat lebih mengembangkan kerja sama disegala bidang. Dibidang ekonomi, diharapkan kedua negara dapat meningkatkan nilai perdagangan yang saat ini terhambat permasalahan perbankan. Dibidang ilmu pengetahuan dan teknologi, disebutkan bahwa iran siap untuk melakukan alih teknologi dengan Indonesia. 


Dibidang politik, disampaikan bahwa kedua parlemen dapat lebih mempererat kerja sama. Larijani juga menyampaikan bahwa Iran mengajak Indonesia untuk bekerja sama dalam penyelesaian konflik negara-negara di Timur Tengah (Timteng) melalui dialog politik, terutama terkait konflik Israel-Palestina. Secara khusus, Larijani juga menyampaikan ucapan terima kasih atas dukungan Indonesia kepada Iran melalui penolakan terhadap resolusi Dewan HAM yang memiliki dampak negatif terhadap Iran.

Dalam sambutannya, Ketua MPR RI menyampaikan bahwa kerja sama antara kedua negara diberbagai bidang, antar parlemen dan masyarakat dapat terus dikembangkan dengan mengutamakan persamaan dan bukan perbedaan. Ketua MPR menyayangkan terjadinya konflik antar negara Islam di Timteng. Dalam kaitan tersebut, Indonesia menyambut baik kerja sama antara kedua negara dalam penyelesaian konflik di Timteng melalui dialog politik. 

Terkait kesepakatan nuklir Iran, Indonesia mengharapkan kedepannya terdapat perkembangan positif bagi Iran. Dibidang ekonomi, disampaikan mengenai kerja sama migas kedua negara dan dukungan Pemerintah Indonesia dalam memajukan perdagangan bilateral yang nilainya masih rendah. Lebih lanjut, disebutkan pula perlunya kerja sama kedua negara terkait perlindungan dan pemajuan Hak Asasi Manusia (HAM).


Selain rangkaian pertemuan diatas, KBRI Tehran juga telah memfasilitasi acara silaturahmi dengan masyarakat Indonesia di Tehran. Pada acara tersebut, Ketua MPR menyampaikan bahwa sebagai warga negara Indonesia, kita harus bangga dengan perkembangan demokrasi di Indonesia, terutama mengingat aksi damai yang telah berlangsung di Jakarta pada tanggal 2 Desember 2016 lalu. Ketua MPR juga menyampaikan bahwa masyarakat Indonesia di Iran juga harus aktif membantu peningkatan hubungan Indonesia-Iran.(kemlu.go.id)