Sekali lagi, FPI itu Sosialisasi Fatwa MUI Bukan Sweeping. Lihat saja faktanya dilapangan. -->

Iklan Semua Halaman

DUNIA ISLAM

Sekali lagi, FPI itu Sosialisasi Fatwa MUI Bukan Sweeping. Lihat saja faktanya dilapangan.

Rabu, 21 Desember 2016
LemahirengMedia.info --- Berangnya aparat kepolisian atas fatwa MUI yang disambut antusias masyarakat , memaksa Kapolri Jendral Tito Karnavian mengeluarkan pernyataan yang mengancam. Ancaman itu terkait bagi siapa saja yang melakukan Sweeping tehadap toko toko yang mewajibkan muslim memakai atribut Natal. 


Tito mengancam seluruh organisasi kemasyarakatan (ormas) agar tidak melakukan sweeping minuman keras (miras) seperti yang terjadi di Surakarta atau terkait sosialisasi larangan penggunaan ornamen Natal pada pegawai muslim sesuai fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI), jika tidak di indahkan akan di tindak tegas. 

Tentu saja pernyataan Tito ini gegabah dan prematur. Padahal bukan sweeping yang dilakukan, melainkan sosialisasi. Lihat saja faktanya dilapangan.

Misalnya, seperti yang diberitakan tempo.co Front Pembela Islam (DPD FPI) mendatangi sejumlah pusat perbelanjaan di Surabaya pada Ahad, 18 Desember 2016, merupakan bentuk sosialisasi fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Ketua Bidang Organisasi Dewan Pimpinan Daerah Front Pembela Islam (DPD FPI) Jawa Timur Ali Fahmi mengatakan sosialisasi itu terkait hukum penggunaan atribut keagamaan bagi nonmuslim. Ia mengaku mendatangi delapan mal dan pusat perbelanjaan di Kota Surabaya.

“Isi fatwa itu adalah menggunakan atribut keagamaan nonmuslim adalah haram, dan mengajak atau memerintahkan penggunaan atribut keagamaan nonmuslim adalah haram,” kata Ali, Senin, 19 Desember 2016.

Ali mengklaim delapan mal dan pusat perbelanjaan itu sudah sepakat tidak memaksa karyawannya yang beragama Islam memakai atribut Natal, seperti topi dan pakaian Santa Claus. Delapan mal dan pusat perbelanjaan itu adalah Pasar Atum, Toeng Market, Grand City, Surabaya Plaza, WTC, Tunjungan Plaza, Ciputra World, dan Galaxy Mall. “Makanya jika melanggar, kami akan menempuh jalur hukum,” ucapnya.

Ali menyampaikan terima kasih kepada pihak kepolisian yang telah mengawal dan memediasi sosialisasi fatwa MUI itu. Menurut dia, sosialisasi itu berjalan damai karena mal dan pusat perbelanjaan menyambut baik. (tempo/UI)