Semangat 212 Bukan Untuk Pembentukan Supermarket, Koperasi dan Bank 212, itu bukan tujuan utama kita, Saudaraku ! -->

Iklan Semua Halaman

DUNIA ISLAM

Semangat 212 Bukan Untuk Pembentukan Supermarket, Koperasi dan Bank 212, itu bukan tujuan utama kita, Saudaraku !

Selasa, 20 Desember 2016
Seperti yang tersebar di sosial media, ada upaya menggerakkan umat Islam (alumni 212) untuk pembentukan Supermarket, koperasi, dan Bank muslim 212 di Indonesia. Gerakan itu tampak dalam postingan nitizen pasca pertemuan rapat nasional soal itu Kamis, 15/12/2016  pukul 16.00, lalu bertempat di Gedung SMESCO Jakarta Pusat.


Sampai berita ini diturunkan belum ketahuan siapa yang menginisiasi itu. Tapi ada nama Eka Gumilar Ketua Barisan Putra Putri Indonesia (BARA) yang disebut sebagai inisiator itu. 

Eka hari ini 17 Desember mengadakan Musyawarah pembentukan koperasi syariah 212 yang dimotori oleh eka gumilar. Memang ide tersebut muncul pertama kali di akun twitternya @ekagumilars dan menjadi viral di sosmed dan berita online beberapa waktu lalu.  

Eka menyebutkan, andai kata umat Islam bersatu membangun ekonomi, dalam betuk koperasi syariah 212,yang akan menggerakan retail mimimarket212,,property, market place dll. Pasti akan bisa membantu mensejahterakan banyak umat.

**

Benarkah rencana itu adalah murni dari 7 juta umat islam bahkan lebih pendukung aksi 212? atau ini hanya upaya segelintir orang untuk membajak semangat kawal penegakan hukum #tangkapAhok.

Kita berharap aksi umat Islam 212 jangan akhirnya ternodai dengan upaya untuk membangun gerakan yang sebenarnya esensinya adalah ingin merahi materi – Pengawalan opini tagkap ahok belum selesai – perjuangan masih panjang.

Tidak hanya itu, Sangat jauh relevansi antara spirit 212 dengan pembentukan minimarket. 212 di dasari oleh gerakan akidah (al Qur’an di Hina) namun sayang gerakan pragmatis seperti pembentukan supermarket ini akan menjadi gerakan pragmatis.

Gerakan Minimarket 212 ini hanya akan menjadi bahan bully-an mereka yang pro pada Ahok – dan membenarkan seakan ingin katakan “nah lo.. benarkan yang dibilang jokowi – soal penunggangan?” tentu saja kita tidak inginkan demikian.

Selain itu, tentu saja kita masih ingat daftar buruk Bank – Bank Syariah yang ada di Indonesia – mau model bank apa yang keluar dari pakem sistem politik ekonomi kapitalis ini yang mau dibentuk oleh mereka para penggagas? Kalau memang mau keluar dari sistem perbankan BI lantas mau pakai sistem apa?

Kemudian, Soal Supermarket – Kita masih ingat dahulu ada namanya supermarket Madinah Syariah di Medan, Supermarket syariah pertama di Indonesia kemudian sekarang tutup. 

Padahal kalau soal Modal itu pemilik Supermarket muallaf kaya di Kota Medan~ berpuluh tahun keluarganya menjadi raja minimarket di Medan namun sayang itu semuanya tutup karena sistem politik ekonomi kapitalis yang tak sehat.

Oleh karena itu melalui ini kita berharap agar jangan bajak gerkan 212  untuk gerakan pragmatis. Kawal seputar isu tangkap Ahok ~ jangan sibukkan diri pada kepentingan pribadi yang menguntungkan segelintir orang mencatut spirit 212. (UI)