Ketakutan  Putin Terhadap Berdirinya Kembali  Khilafah islamiyah -->

Iklan Semua Halaman

DUNIA ISLAM

Ketakutan  Putin Terhadap Berdirinya Kembali  Khilafah islamiyah

Kamis, 22 Desember 2016
Rusia Terus Melakukan Berbagai Kejahatan Terhadap Kaum Muslim, Tidak Hanya Di Luar Namun Juga Di Dalam Negerinya

Sejumlah Headline media massa Rusia pada tanggal 7 Desember 2016 menyebutkan bahwa “Para ekstremis yang ditangkap di Moskow itu mungkin tengah mempersiapkan serangan teroris selama liburan Tahun Baru.” Hal itu dikeluarkan sehari setelah pengangkapan kaum Muslim di Moskow atas tuduhan bergabung dengan Hizbut Tahrir.


Selama operasi khusus yang berlangsung di ibukota Rusia pada tanggal 6 Desember, 25 orang ditangkap, kemudian disusul 12 orang lagi yang ditangkap secara resmi pada hari berikutnya. Semua yang ditangkap dituduh terlibat dalam “organisasi teroris”, di mana Hizbut Tahrir dianggap sebagai organisasi teroris di Rusia sejak tahun 2003. Sejumlah media mempublikasikan video misi operasi, yang memperlihatkan tentara pasukan khusus dengan bersenjata lengkap masuk ke apartemen ketika orang-orang yang tidak bersenjata itu sedang tidur, kemudian mereka menyita berbagai buku Islam. 

Menariknya, dalam video itu tidak ada satupun atau kasus pidana apapun yang mengindikasikan adanya “serangan teroris”, juga tidak ditemukan bahan peledak apapun selama penggeledahan. Hal ini menjadi jelas bahwa pernyataan sejumlah wartawan tentang “persiapan serangan teroris selama liburan Tahun Baru”, hanya segelintir informasi palsu dari intelijen, dan hal ini bukan sesuatu yang aneh di Rusia.

Seorang penyiar Channel Propaganda “al-hāyah” milik Kremlin membuat laporan dengan dengan judul: “Markas Hizbut Tahrir di Moskow!” dimana “Sebagian besar dari mereka yang ditangkap tidak menyembunyikan bahwa mereka adalah anggota dari organisasi teroris ini, meski mereka menyebutnya sebagai “partai politik, tetapi dilarang di Rusia sejak 13 tahun yang lalu.” 

Channel itu tidak sendirian, ocehannya itu diamini oleh opini seorang ahli “Alexei Grishin”, yang dikenal permusuhannya terhadap Islam, serta Ketua Pusat Analisis Informasi untuk Agama dan Masyarakat, bahwa “Hizbut Tahrir adalah ruang ganti bagi organisasi teroris, Hizbut Tahrir merupakan sebuah organisasi untuk pendidikan ekstremis dan para teroris masa depan”.

Pengadilan Rusia telah memutuskan penangkapan 12 orang Muslim. Dan kemungkinan masing-masing dari mereka akan divonis hukuman penjara mulai dari 10 tahun hingga seumur hidup. Semua yang ditangkap itu berasal dari Asia Tengah, bahkan enam dari mereka dari satu keluarga, yaitu bapak, anak, dua orang menantunya dan dua keponakannya. 

Di antara kaum Muslim yang ditangkap itu adalah Sidtejkov Sardorbic, yang baru dibebaskan dari penjara dua bulan yang lalu, di mana ia menghabiskan tiga tahun di penjara karena orasi yang disampaikan dekat salah satu masjid di Moskow dalam kampanye pembelaan Al-Qur’an di Rusia yang diselenggarakan oleh Hizbut Tahrir pada musim gugur 2013.

Hal seperti ini telah menjadi biasa di Rusia, bahwa pasukan khusus menangkap puluhan kaum Muslim atas tuduhan bergabung dengan Hizbut Tahrir di berbagai kota. Sementara Kremlin tanpa memiliki bukti sedikitpun terus menuduh Hizbut Tahrir sebagai (kelompok terorisme), namun tetap melakukan penindasan secara dengan dukungan kuat pemberitaan melalui sejumlah media yang berada dalam kontrolnya.

Sejauh ini di Rusia telah ada lebih dari 150 orang yang dirampas kebebasannya atas tuduhan bergabung dengan Hizbut Tahrir, dan sebagian besar dari mereka ada yang telah dijatuhi hukuman penjara selama lebih dari 10 tahun atau putusan yang kalah kejinya. Sehingga ratusan anak-anak, orang tua dan istri ikut merasakan hidup menderika seperti mereka yang ditahan melalui pengadilan zalim ini. Dan selama keluarga mereka di penjara kehidupan keluarganya menjadi diselimuti serta dihantui serangkaian siksaan, penghinaan dan kepedihan.

Apa alasan sikap tidak manusiawi pemerintah Rusia terhadap umat Islam pada umumnya, dan terhadap anggota Hizbut Tahrir khususnya? Jawabannya sederhana: Ini adalah ketakutan. Ya, ketakutan. Jadi, pada kenyataannya bukan syabab Hizbut Tahrir yang takut pada Rusia, meskipun semua pasukan keamanan dan alatnya terus bertindak represif, namun Kremlin yang takut kepada Islam dan kaum Muslim. 

Dan kebanyakan dari mereka semua—garda depan umat—Hizbut Tahrir. Putin mengatakan pada tahun 2004 dalam sebuah wawancara dengan salah satu Channel televisi pusat Rusia tentang kebangkitan Islam dunia yang terjadi dengan cepat: “Mereka menempatkan tujuan mengembalikan negara Khilafah dalam pikiran, dan itu merupakan tujuan global yang tidak sederhananya. 

Ini akan menyeret kami dan kalian atas hal-hal yang besar, dan negatif yang tidak dapat diterima dalam hal apapun, dan ini akan merampas sebagian besar wilayah kami, khususnya daerah perbatasan di selatan, hal itu berarti restrukturisasi dan pengorganisasian kembali negara dengan buruk. 

Untuk itu, kita harus melawan kenyataan ini. Kita harus memeranginya secara efektif, dan siap untuk mengahadapinya.” Jadi, ketakutan itulah yang menjadi dorongan utama Rusia untuk perang melawan kaum Muslim, baik di wilayahnya, begitu juga di Suriah. Seperti halnya rakyat Suriah yang tidak takut pada Putin, namun Putinlah yang takut pada rakyat Suriah. Untuk itu, Putin membombandir sekolah-sekolah, rumah sakit dan fasilitas publik lainnya.

Saat ini, para pengemban dakwah di antara para syabab (aktivis) Hizbut Tahrir berada di garis depan perjuangan untuk mengembalikannegara umat ini. Dan mereka berada di barisan pertama dari perjuangan ini, sehingga wajar mereka yang mendapatkan pencemaran nama baik dan penganiayaan selama menjalankan aktivitasnya yaitu mengemban dakwah, seperti yang dulu terjadi pada  Rasulullah saw dan para shahabatnya ketika mereka berjuang untuk mendirikan negara Islam pertama. 

Kami memohon kepada Allah untuk memberikan mereka kesabaran dalam menghadapi peradilan zalim ini serta memperkuat iman mereka, dan semoga Allah membalasnya dengan balasan yang berlipat di akhirat atas kesabarannya dalam perjuangannya untuk mendirikan Khilafah Rasyidah kedua ‘ala minhājin nubuwah. Allah SWT berfirman:

إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُم بِغَيْرِ حِسَابٍ

“Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah Yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” (TQS. Az-Zumar [39] : 10). 

[Muhammad Manshur]

Sumber: HTI