Katanya Beberapa Serangan Siber yang Diprediksi akan Muncul pada 2017 -->

Iklan Semua Halaman

DUNIA ISLAM

Katanya Beberapa Serangan Siber yang Diprediksi akan Muncul pada 2017

Kamis, 15 Desember 2016
LemahirengMedia.info --- Sepanjang 2016 ini telah terjadi beberapa peristiwa serangan siber yang cukup menghebohkan jagat maya di antaranya Bank Bangladesh kehilangan uang senilai USD81 juta, 500 juta akun Yahoo diretas dan masih banyak lagi.

Dari tahun ke tahun serangan siber memang tak pernah padam. Hal ini telah diprediksi dari tahun sebelumnya yang mengatakan bahwa di 2016, akan terjadi serangan siber yang cukup fatal.


Menjelang akhir tahun, prediksi soal serangan siber di 2017 pun kini mulai mengemuka. Sebagaimana dilansir Venture Beat, Senin (12/12/2016), beberapa serangan siber di 2017 diprediksi akan muncul.

Salah satu kemungkinan yang terjadi pada serangan siber di 2017 ialah pelaku tak hanya mencuri data milik korban, namun juga mengubahnya. Hal ini dapat menjadi serangan yang berkepanjangan.
Pasalnya dengan mengubah data informasi yang dimiliki korban, pelaku akan merusak reputasi korbannya. Seperti halnya pada kasus DNC dan Yahoo yang digunakan untuk pengaruh suatu politik dan menggiring ekonomi publik.

Sementara itu, Ransomware juga diprediksi masih akan menjadi serangan yang cukup tinggi di 2017. Di 2016 saja, serangan ini dikatakan tumbuh lima kali lipat yang menyerang pada badan korporasi.

Korporasi yang paling banyak menerima serangan jenis ini ialah rumah sakit. Hal ini karena peretas ingin mencuri data peralatan medis dan data riwayat kesehatan pasien yang terhubung ke perangkat pasien dan karyawan rumah sakit.

Serangan yang sempat menghebohkan ialah pada saat sebuah rumah sakit di Los Angeles harus membayar senilai USD17.000 dalam bentuk Bitcoin kepada peretas setelah seluruh komputer miliknya mati selama seminggu.

Sedangkan serangan ketiga yang juga akan terjadi di 2017 ialah menggunakan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Hal ini berkembang sesuai dengan maraknya kemunculan teknologi asisten virtual dan mobil kendali otomatis.

Serangan dengan menggunakan AI akan memiliki kemampuan yang lebih kompleks. Malware ini akan mampu bersarang dalam sebuah jaringan, mengamati sekitarnya, dan belajar bagaimana untuk menyamarkan diri.

Selain itu, malware tersebut juga dapat meniru perilaku dari pengguna dalam mengelabui sistem keamanan. Hal ini kemungkian dapat digunakan sebagai alat untuk metode pishing yang lebih canggih sehingga dapat menipu korbannya.

Oleh karena itu, seiring dengan kemajuan teknologi di era siber saat ini, berbanding lurus dengan tingkat keamanan yang dituntut untuk dapat menangkal berbagai serangan.

Selalu menjaga keamanan perangkat yang digunakan dengan menghindari pesan-pesan dari sumber luar ialah cara yang paling sering dikatakan untuk mencegah adanya serangan siber.

https://www.intelijen.co.id/beberapa-serangan-siber-yang-diprediksi-muncul-pada-2017/