Inilah Daftar Nama 10 Tokoh nasional yang ditangkap Aparat karena Diduga Makar

Iklan Semua Halaman

DUNIA ISLAM

Inilah Daftar Nama 10 Tokoh nasional yang ditangkap Aparat karena Diduga Makar

Sabtu, 03 Desember 2016
LemahirengMedia.info - Sepuluh tokoh masyarakat ditangkap polisi karena diduga akan melakukan makar terhadap Presiden Joko Widodo atau pemerintahan yang syah, Jumat (2/12).Penangkapan para tokoh itu dilakukan di sejumlah tempat.

Ada yang ditangkap di rumah, seperti Rachmawati Soekarnoputri yang dicokok pukul 06:00 di Pejaten, Jakarta Selatan, ada juga yang ditangkap di Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta, seperti Ratna Sarumpaet dan Ahmad Dhani.

Polisi membenarkan soal penangkapan para tokoh masyarakat itu. Tetapi, polisi belum bisa merinci kedelapan tokoh tersebut.

Berdasarkan informasi yang berkembang di media sosial, inilah para tokoh yang ditangkap dan pasal yang disangkakan itu:

1. Ahmad Dhani pasal 207 kuhp ditangkap di Hotel Sari Pan Pasific

2. Eko pasal 107 jo 110 kuhp jo 87 kuhp di rumahnya perum bekasi selatan

3. Adityawarman pasal 107 jo 110 kuhp jo 87 kuhp ditangkap dirumahnya

4. Kivlan Zein pasal 107 jo 110 kuhp jo 87 kuhp ditangkap dirumahnya komplek gading griya lestari blok H1 -15 jalan pegangsaan dua

5. Firza Huzein pasa 107 jo 110 kuhp jo 87 ditangkap di hotel san pasific, jam 04.30

6. Racmawati ditangkap di kediamannya, jam 05.00

7. Ratna Sarumpaet ditangkap dikediamannya, jam 05.00

8. Sri Bintang Pamungkas, telah ditangkap dikediamannya di cibubur saat ini otw ke Mako Brimob Ditangani Krimsus. :

9. Jamran UU ITE, diamankan di Hotel Bintang Baru Kamar 128 dipimpin oleh AKBP Iman Setiawan Kasubdit Indag.

10. Rizal Kobar UU ITE , ditangkap di samping SEVEL Stasiun Gambir Jakpus pada tanggal 2 Des 2016 Pkl . 03.30 wib.


Rezim otoriter Anti kritik


Menaggapi penangkapan tersebut Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI UI) mengutuk tindakan kepolisian menangkap 10 aktivis dan tokoh dengan alasan berniat melakukan makar.

Sekjen ILUNI UI Hidayat Matnur mengatakan, hal tersebut adalah pembungkaman demokrasi dan harus dilawan. Menurutnya, saat ini eranya keterbukaan, apa yang dilakukan tersebut adalah ciri rezim tirani.


"Rezim tirani tak boleh ada di era reformasi, kalau rezim mau bangkit alumni UI siap mengemban ampera dengan siap melawan meski nyawa taruhannya. ILUNI UI akan mengajak rakyat dan tentara bersatu melawan rezim tirani tersebut," ujarnya melalui rilis yang diterima Sindonews, Jumat (2/12/2016). 


Dia menilai, kebebasan berpendapat harus dijaga karena itulah pilar demokrasi. Tanpa kebebasan berpendapat, lanjut Hidayat, kemajuan dan kesejahteraan adalah omong kosong. "Dan kita akan kembali ke zaman totalitarian kembali," tegasnya.


Sementara, Ketua Bidang Advokasi ILUNI UI Jabal Thariq mengatakan, ILUNI UI siap menawarkan 100 advokat lulusan UI terbaik untuk melakukan pembelaan terhadap aktivis yang ditahan tersebut.


Ketua ILUNI UI Ima Soeriokoesoemo mengatakan, pihaknya serius melakukan advokasi kepada 10 aktivis sebagai sinyal kuat bahwa rezim otoriter yang antikritik tidak boleh hadir kembali di negeri tercinta ini. (sn)