Bom Bekasi Dijuluki “Mother of Satan” versi Indocropcircle -->

Iklan Semua Halaman

DUNIA ISLAM

Bom Bekasi Dijuluki “Mother of Satan” versi Indocropcircle

Selasa, 13 Desember 2016
LemahirengMedia.info --- Situs indocropcircle akhirnya mengulas tentang "Bom Panci Bekasi" yang baru-baru ini menghiasi berbagai media mainstream. Namun ada yang aneh dengan ulasannya kali ini, Biasanya ulasan Indocropcircle menjebol benteng narasi tunggal tentang suatu peristiwa ( Khususnya Aksi Teror ) tetapi untuk Bom panci hanya mengulas tentang daya ledak Bom yang diamankan oleh aparat. 

Ini aneh dan penuh tanda tanya kenapa tidak mengungkap siapa dalang sebenarnya sedangkan aroma pengalihan isu begitu menyengat . Meskipun demikian informasi terkait daya ledak bom panci memang harus pula diketahui masyarakat luas. Tetapi kondisi saat ini narasi tunggal terkait isu terorisme masih terasa kuat karena di blow up berbagai media anti islam. Lihat saja media mana saja yang terus meliarkan Bom Panci ini. 

Rata - rata media tersebut bungkam menutup mata untuk memberitakan aksi umat islam menuntut keadilan sipenista agama di peristiwa 212 dan 411 atau yang lainnya. Tetapi urusan aksi teror termasuk bom panci ini media-media tersebut sangat gegap gempita memanaskannya. 

Hal ini  berbeda dengan kebanyakan pengguna sosmed yang menyoroti bom panci bekasi dari sudut pandang upaya pengalihan isu nasional. Dan tentu saja hal ini bukan tanpa alasan karena memang setiap ada aksi teror bom pasti berbarengan dengan panasnya kasus besar yang melibatkan penguasa. 

Bahkan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Ansyaad Mbai mengakui hal tersebut.“Perbandingan 80 persen dan 20 persen. 20 Persennya yang pengalihan isu, tetapi kalau di era Soeharto dulu persentasenya sangat tinggi

Memang dengan adanya berbagai sudut pandang khususnya terkait Bom Panci Bekasi ini sangat penting dan harus ada, karena  dengan keragaman pemikiran seperti ini masyarakat lebih banyak pertimbangan dalam bersikap . Sebab kalau hanya narasi tunggal saja akan membungkam ruang pemikiran lain dan tentu saja hal ini justru menciderai objektifitas  informasi yang beredar di ruang publik yang dikonsumsi masyarakat luas. 

Berikut ulasan indocropcircle terkait kronologi peristiwa Bom Panci Bekasi yang secara Kebetulan bersamaan dengan panasnya kasus nasional. 

Untuk kesekian kalinya, Indonesia yang merupakan negara dengan umat Muslim terbesar sejagat, ingin digoncang stabilitasnya. Untuk kesekian kalinya pula, hal ini tercium intelijen.




Bom ditemukan pada Sabtu (10/12/2016), di sebuah rumah kosan di Jalan Bintara Raya VIII, RT 04/RW 09, Bekasi Barat, Bekasi, Jawa Barat. Bom ini memiliki daya ledak tinggi berupa bom rakitan berbentuk rice cooker atau tepatnya panci presto.

Densus 88 Antiteror menggerebek rumah wanita calon “pengantin” bom bunuh diri yang direncanakan akan diledakkan di Istana Negara.

Dian Yulia Novi, calon “pengantin” bom Istana Negara yang berhasil ditangkap Densus 88 berikut bom “rice cooker” berisi TATP.

‘Pengantin” adalah istilah yang dipakai para teroris kepada orang yang melakukan bom bunuh diri dengan alasan jihad.

Wanita calon “pengantin” bom Istana Negara itu berhasil diringkus dan diketahui bernama Dian Yulia Novi (DYN) asal Cirebon Jawa Barat.

Wanita muda kelahiran 1989 tersebut ditangkap bersama dua teman prianya, yaitu M. Nur Solihin (MNS) dan Agus Supriadi (AS) di Bekasi Jawa Barat.

Calon ‘pengantin’ atau pelaku bom bunuh diri DNY pernah menjadi Tenaga Kerja Wanita (TKW).

Dari informasi yang diketahui, DYN mengirimkan paket ke rumahnya di Cirebon. Alamat tepatnya di Blok Jatiwaluya, Desa Bakung Lor, Kecamatan Jamblang.

Alamat tersebut milik orangtua DYN. Di rumah tersebut, Densus 88 tengah mencari bukti-bukti lain terkait rencana aksi teror yang rencananya menargetkan Istana Negara di Jakarta.

Doktrin yang membuat Dian rela jadi “Pengantin” bom bunuh diri

KTP Dian Yulia Novi, calon pengantin (bomber) di Istana Presiden di Jakarta.

Dian Yulia Novi (DYN) termakan doktrin mengerikan dari paham terorisme. Akibatnya, dia menjadi berani menjadi pengantin bom bunuh diri dengan menyerang negara sendiri.

Baca Juga : Beberapa Keanehan Nyata data KTP pelaku Teror Bom Panci

Doktrin macam apa yang bisa menyuci otak Dian dan kawan-kawan sehingga bisa berbuat sekeji itu?

Pihak kepolisian mendapat keterangan langsung dari keempat orang yang dicokok, yakni Dian, inisial NS, AS, dan S.


“Mereka termotivasi, jadi judulnya Daulah Islamiyah,” kata Kabag Mitraropenmas Divhumas Mabes Polri, Kombes Pol Awi Setiyono. Daulah Islamiyah tak lain dan tak bukan adalah ISIS, kelompok teroris dari Suriah yang reputasi kejinya sudah tersiar ke seantero negeri sejagat.

Baca Juga : Alasan kuat Mengapa UU Terorisme dan revisinya membidik Islam?

Doktrin yang digelontorkan mereka ke putra-putri Indonesia itu menyangkut keyakinan soal aksi ‘amaliyah’.

Maksu dari Amaliyah adalah segala apa yang berhubungan dengan tata cara amal.

Seperti shalat, zakat, puasa dan seluruh hukum-hukum amaliyah.

Bagian ini disebut far’iyah (cabang agama), karena ia di­bangun di atas i’tiqadiyah. Benar dan rusaknya amaliyah (amal) tergantung dari benar dan rusaknya i’tiqadiyah (itikad).
Bahrun Naim

“Kalau kalian belum mampu ke Suriah, (maka hendaknya kalian) buatlah amaliyah di negeri masing-masing semampunya”, itulah yang memotivasi mereka.

Jadi mereka didoktrin oleh ISIS agar berbuat kerusakan di Indonesia saja, tak perlu langsung berbuat di Suriah bila belum punya kesempatan.

Ada sosok BN yang tak lain adalah Bahrun Naim sebagai otak di balik aksi ini.

BN adalah juga otak pemboman di cafe Starbuck jalan MH Thamrin dan di depan gedung Sarinah jakarta pada awal tahun 2016 lalu.

Dan yang bersangkutan (DYN) berkomunikasi intensif dengan BN. Saat penggeledahan, ditemukan pula “surat wasiat” DYN oleh Densus88. Surat wasiat itu berisi tulisan tangan. Berikut surat wasiat sang pengantin DYN:

Assalamu’alaikum Wr.Wb
Bismillah….
Segala puji bagi Allah Ta’alla kabb semesta alam. Sholawat dan salam tercurah kepada Rasulullah SAW, keluarga dan para sahabatnya.
Wahai mujahidku…
Kita berjumpa dan berpisah karena Allah SWT dan mengharapkan ridho-Nya. Bismillah. Puji syukur Allah Ta’alla telah memperjodohkan kita walau hanya sekejap. Mungkin tak banyak kenangan di antar kita, namun Alhamdulillah sudah lebih cukup bagiku merasakan indahnya sebagai istri walau kusadar masih jauh dari predikat istri sholehah.
Dan Afwan A Bila saya selama menjadi istri Aa mempunyai banyak salah dan dari segala sikapku yang kurang berkenan di hati antum, saya berharap Aa dapat mengikhlaskan dan meridhai kepergianku, karena kusadar ridha dan keikhlasan Aa sebagai suami sangat penting untukku.
Doakan saya juga supaya daganganku juga diterima di sisi-Nya dan mendapatkan nikmat syahid…Amiin Allohumma Amiin.
Dan seiringnya waktu Alhamdulillah cinta itu tumbuh dan semoga abadi sampai jannah-Nya.
Dian (DYN) ditangkap di indekosannya di Jl Bintara Jaya VIII, Kota Bekasi pada Sabtu (11/12/2016) kemarin, setelah mengirimkan surat wasiat yang dikirim dalam kardus bersama sejumlah pakaiannya ke kantor pos. Saat ditangkap, Dian membawa bom panci presto di dalam tas ranselnya.

“surat wasiat” DYN

Peran 4 Teroris yang ditangkap di Bekasi, Jakarta dan Karanganyar

Selain teroris di Bekasi, polisi akhinya berhasil menangkap seorang teroris lainnya di Karanganyar berinisial S alias Abu Ijah. Jadi sejauh ini, semuanya berjumlah 4 orang pelaku yaitu Dian Yulia Novi (DYN), M. Nur Solihin (MNS), Agus Supriadi (AS) dan “S” alias Abu Ijah. Mereka berencana akan melakukan aksi bom bunuh diri di Jakarta.


Baca Juga : Kejanggalan Bom Panci diulas beberapa Netizen 

Keempatnya memiliki peran masing-masing, apa saja perannya? Keempat orang itu memiliki peran mulai dari merakit hingga menjadi ‘pengantin’ bom bunuh diri.

Berikut 4 peran orang tersebut:

1. M. Nur Solihin (MNS): Membuat sel kecil dan ikut merakit bom. Menerima kiriman dari BN (DPO teroris) untuk mengantar bom dari Jakarta ke Solo. Memperkenalkan pelaku lainnya ke DYN dan mencarikan kontrakan untuk DYN.

2: Agus Supriadi (AS): Mengantar bom dari Solo ke Jakarta dan menyerahkan ke DYN. Mengantar calon pengantin (DYN) ke dekat objek vital yang akan diledakan. AS juga mencari mobil sewaan untuk dibawa dari Solo ke Jakarta.

3. Dian Yulia Novi (DYN): Calon pengantin. Kemudian membuat surat wasiat untuk orang tuanya sebelum melakukan amaliyah. Menerima uang Rp 1 juta dari MNS untuk hidup sehari-hari.

4. Abu Ijah alias S: Merakit bom untuk dibawa ke Jakarta.

Hubungan Teroris dengan Bahrun Naim, pimpinan Jaringan “Ansharut Daulah Khilafah Nusantara” (JADKN)

Dua teroris yang ditangkap di flyover Kalimalang, Jakarta Timur, Nur Solihin dan Agus Supriyadi berperan sebagai perakit bom.

Keduanya belajar merakit bom atas panduan Bahrun Naim, pimpinan Jaringan Ansharut Daulah Khilafah Nusantara (JADKN).

Mereka ini adalah sel-sel kecil bentukan BN (Bahrun Naim), dan mereka pun belajar membuat bom melalui komunikasi dari BN melalui Telegram (sejenis aplikasi pesan)

JADKN merupakan kelompok yang baru terbentuk Maret 2016 lalu yang dipimpin oleh Bahrun Naim.

Kelompok ini berafiliasi dengan Islamic State of Syrian and Iraq (ISIS) Suriah untuk membentuk jaringan ISIS di Indonesia.

Nur Solihin dan Agus Supriyadi merakit bom berdaya ledak tinggi di Solo.

Mereka kemudian membawa bom rakitan dalam panci presto tersebut ke Jakarta untuk kemudian diserahkan kepada Dian Yulia Novi (DYN).

Daya ledak melebihi TNT, bom Bekasi adalah TATP yang dijuluki “Mother Of Satan”

Bom yang ditemukan di sebuah rumah kosan di Bekasi Barat, Bekasi, Jawa Barat ini diduga memiliki daya ledak tinggi. Bahkan melebihi tri nitro toluene (TNT).

Bom Bekasi tersebut merupakan bom jenis TATP (Tri-Acetone Tri-Peroxide), atau sering disebut juga sebagai Acetone peroxide yang yang ditemukan berbentuk atau berada di dalam rice cooker. Bom yang berhasil ditemukan di Bekasi itu memiliki berat sekitar 3 kilogram.
Susunan atom, karateristik dan bahan bom jenis TATP (Tri-Acetone Tri-Peroxide)


Acetone peroxide yang secara spesifik disebut triacetone triperoxide, ditemukan pada tahun 1895 oleh ilmuwan Jerman bernama Richard Wolffenstein. Dia adalah peneliti pertama yang mendapat paten untuk menggunakan peroxide sebagai bahan peledak (explosive compound).
Baca Juga :
Wouw, Fakta baru Ternyata Daya Ledak Bom Panci kalahkan Bom buatan Rusia dan Amerika

Jika bom di Bekasi itu meledak, daya luncurnya mencapai 4.000 km/jam, atau lebih dari 1 km / detik!. Oleh karena itu pada saat penggerebekan, polisi sudah mengungsikan warga dengan radius 300 meter.
Butiran / serbuk bom TATP.

Karena jika bom meledak, semua yang berada dalam radius 300 meter akan luluh lantak, hancur lebur semua.

Sementara itu, daya ledak TATP melampaui TNT, yaitu sekitar 20% lebih dahsyat.

Jadi, jika sebuah bom TNT diledakkan, maka bom TATP dengan berat yang sama akan meledak 20% lebih besar.

Itu artinya bom TNT meledak hanya 80% dari bom TATP.

TATP bahan-bahannya mudah dicari. Bom jenis ini lebih mudah dibuat, dan susah untuk dideteksi oleh anjing pelacak atau detektor karena berbentuk butiran seperti kristal.

Hebatnya, TATP tidak memerlukan detonator untuk meledakkannya. Ini berbeda dengan TNT yang lebih ’konvensional’. Akibat efek dahsyat dan beberapa kelebihannya itu, maka hal inilah mengapa TATP disebut sebagai “Ibunya Setan” alias ‘Mother of Satan.’

Bom TATP lebih mudah dibuat, berdaya lebih tinggi dari TNT, susah dideteksi oleh anjing pelacak atau detektor karena berbentuk butiran seperti kristal.

TATP dipakai terroris dan militer tak mau menggunakannya

TATP salah satu bom yang mematikan. Karena sangat berbahaya, maka militer di sejumlah negara di dunia ini memilih menghindari untuk menggunakannya.

Dan diketahui bahwa TATP sering digunakan untuk aksi terorisme di Timur Tengah sejak era 1980-an, dan kini digunakan pula oleh sel-sel ISIS.

Selain di Timur Tengah, sejak itu TATP juga pernah digunakan berkali-kali untuk aksi teroris di berbagai negara diluar Timur Tengah.

Pada 1999 Federal Aviation Administration(FAA) mengeluarkan laporan bahwa TATP merupakan ‘benda mematikan paling berbahaya’.

Lembaga itu juga telah memperingatkan bahwa Mother of Satan adalah salah satu senjata pemusnah massal.

Skenario Bom Bekasi diledakkan di Istana Negara

Detasemen Khusus 88 Antiteror menangkap empat teroris tersebut yang berencana meledakkan bom di Istana Negara, Jakarta Pusat pada saat serah terima jaga Paspampres pada pagi hari Minggu (11/12/2016).

Penggantian Pasukan Pengawalan Presiden (Paspampres) di depan Istana Negara Jakarta.

‎Dian dipersiapkan sebagai calon pengantin yang akan meledakkan bom tersebut di depan Istana Negara, Jakarta Pusat, saat pergantian jaga Paspampres pada esok paginya.

Baca Juga : Blow Up Isu Terorisme, Serangkaian skenario besar menuju pelegalan UU Terorisme

Namun, berkat kesiagaan tim Densus, upaya sel teroris ISIS besutan Bahrun Naim, pimpinan Jaringan Ansharut Daulah Khilafah Nusantara (JADKN) yang ingin manghancurkan negara dengan mayoritas Muslim terbesar sejagat itu berhasil digagalkan.

Source : https://indocropcircles.wordpress.com/2016/12/11/ngeri-berbahan-tatp-bom-bekasi-dijuluki-mother-of-satan/