Beberapa hal yang harus diketahui terkait provokator yang tertangkap laskar FPI pada aksi bela islam 212

Iklan Semua Halaman

DUNIA ISLAM

Beberapa hal yang harus diketahui terkait provokator yang tertangkap laskar FPI pada aksi bela islam 212

Sabtu, 03 Desember 2016
LemahirengMedia.info. Keributan sempat terjadi di kawasan Jalan Silang Monas Timur Laut, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (2/12/2016) sekitar pukul 10.00 WIB.

Kawasan tersebut sudah dipenuhi peserta aksi massa 212 yang jalan dari Masjid Istiqlal dan Jalan Medan Merdeka Timur.

Dibekuknya Provokator di Silang Monas oleh Polisi Militer AL

Suasana terlihat kondusif saat masih banyak peserta mencoba memasuki kawasan Monas yang menjadi lokasi utama Salat Jumat dan gelar doa bersama.

Banyak warga juga sudah menggelar koran, tikar, dan sajadah di Jalan Silang Monas Timur Laut, karena antrean masuk yang terlampau lama.

Tiba-tiba, dari arah taman terjadi keributan yang melibatkan beberapa orang.

Laskar Front Pembela Islam (FPI) mengamankan seorang pria yang mengikuti Aksi Bela Islam III di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Jumat (2/12/2016). Pasalnya, pria itu dicurigai sebagai provokator.

Ada anggota laskar FPI yang melihat pria yang usianya sekitar 50-an tahun itu menyebar selebaran berwarna hijau. Selain itu, pria mencurigakan tersebut juga berorasi di luar tema Aksi 212.

“Anda dari mana? Jangan buat provokasi di sini!” ujar seorang anggota laskar FPI sembari menggiring pria itu ke media center milik Polri di Silang Monas.

Laskar FPI mencurigai tindakan pria itu tak dikoordinasikan dengan panitia Aksi 212. “Sdah koordinasi dengan GNPF belum untuk nyebarin selebaran?” sambung anggota laskar FPI.

Ternyata, pria mencurigakan itu mengaku mau menyebarkan selebaran. Isinya adalah seruan perdamaian dan kebangsaan.

Pria itu mengaku bukan muslim. Laskar FPI pun langsung menyerahkannya ke polisi.

“Tadi pria tersebut kita amankan. Gak ada pengamanan yang berlebihan, kita langsung serahkan ke pihak berwajib. Kita takut dia memprovokasi,” terang Sekjen FPI Sumsel, Habib Muhfid.

Polisi Militer Angkatan Laut yang berjaga langsung sigap dan menangkap seseorang berkaus hitam yang diduga menjadi oknum provokator dalam kericuhan tersebut.

Beberapa anggota PM AL langsung mengamankan pria tersebut dari amukan massa.

Peserta aksi damai 212 juga berusaha menenangkan warga yang lain agar tidak bermain hakim sendiri.

Abdul Muis, pimpinan Pondok Pesantren Sidogiri, Jawa Timur mengonfirmasi bahwa oknum provokator tersebut bukan merupakan peserta aksi damai 212.

"Kalau dia membela agama dari hati dia tidak akan membawa senjata tajam. Terima kasih atas bantuan aparat keamanan yang mengamankan pria tersebut,"


"Sekali lagi saya tegaskan oknum tersebut hanya ingin merusak substansi dari aksi super damai 212 tersebut," tegasnya.

Oknum pria tersebut kini sudah diamankan menggunakan mobil Ambulans PMI Jakarta Barat. Pria tersebut diketahui mengalami luka di bagian kepala.

Source : Tribun