Ajang Pemilihan Waria 2016 dibuka Ketua Muslimat NU Tuban -->

Iklan Semua Halaman

DUNIA ISLAM

Ajang Pemilihan Waria 2016 dibuka Ketua Muslimat NU Tuban

Sabtu, 24 Desember 2016
LemahirengMedia.info ---  Soleha Ketua Muslimat Nahdatul Ulama (NU) Kabupaten Tulang Bawang (Tuba), tidak segan hadir dan membuka Pemilihan Miss Waria dalam Gebyar Akhir Tahun 2016 yang dilaksanakan oleh Himpunan Waria Tulang Bawang (TubaN).


Pemilihan Miss Waria yang digagas oleh Himpunan Waria dilaksanakan di Lapangan Aspol Jalan Tangsi Menggala Kota pada Rabu siang (21/12).

Tidak kurang dari 15 Waria mengikuti kontes Pemilihan Miss Waria TubaN ini.

Menurut Aan Salon Ketua Panitia Kontes, dana penyelenggaraan Pemilihan Miss Waria merupakan sumbangan dari para pemilik Salon yang ada di Kabupaten setempat. Ada 84 salon yang menyumbang antara Rp. 200.000 sampai Rp. 300.000. Sementara uang Pendaftaran untuk menjadi peserta hanya Rp.15.000

Lebih jauh menurut Aan Salon, tujuan diadakannya acara ini hanyalah salah satu karya untuk menunjukkan eksistensi para Waria yang ada di Kabupaten tersebut.

“Kami juga manusia yang ingin berkarya, dan inilah salah satu bentuk kegiatan kami sebagai Waria”, ujar Aan Salon. Aan Salon membantah bahwa kegiatan ini ada hubungannya dengan Pasangan Cabup nomor urut tiga.

Namun bantahan Aan ini tidak dapat menafikan fakta bahwa kegiatan Pemilihan Miss Waria ini berafiliasi dengan Pasangan Cabup Tuba nomor urut 1, karena yang membuka seremoni Pemilihan Miss Waria 2016 ini dibuka oleh Soleha, Ketua Muslimat NU Tuba yang merupakan Calon Wabup inpenden pasangan Sarnubi.

Ketika hal ini dikonfirmasikan kepada Soleha melalui ponselnya, Soleha mengaku masih menjadi Ketua Muslimat NU Tuba dan tidak merasa bersalah membuka kegiatan yang dilaksanakan oleh para Waria.

Menurutnya, Tuhan Maha Pengasih dan Penyayang, oleh karenanya dia bersedia hadir dan membuka Pemilihan Miss Waria yang dilaksanakan oleh Himpunan Waria Tuba.

Untuk diketahui acara ini sudah yang kedua kalinya. Pada tahun 2015 yang lalu, acara Pemilihan Miss Waria ini pernah dibubarkan paksa oleh masyarakat setempat. (Yahya Affyt/DM)