Upaya pengalihan Isu : Situasi tak terduga di antara massa Aksi Bela Islam 4 November

Iklan Semua Halaman

DUNIA ISLAM

Upaya pengalihan Isu : Situasi tak terduga di antara massa Aksi Bela Islam 4 November

Sabtu, 05 November 2016
Rasulullah saw. telah memperingatkan umatnya sejak 16 abad lalu, bahwa akan datang masa ketika umatnya akan dipimpin oleh orang-orang egois. Mereka adalah orang-orang yang mementingkan diri sendiri. Rasulullah saw. bersabda, “Sesungguhnya akan muncul sepeninggalku sifat egois (pemimpin yang mengutamakan kepentingan diri sendiri) dan beberapa perkara yang tidak kamu sukai.” (HR Muslim).

Para pemimpin yang demikian boleh jadi mulutnya manis menebar pesona ketika berbicara di depan rakyatnya. Namun, hati dan kelakuan mereka busuk-sebusuknya laksana bangkai. Mereka sesungguhnya tidak lain adalah para pencuri harta rakyat. Rasulullah saw. bersabda, “Akan datang sesudahku para penguasa yang memerintah kalian. Di atas mimbar mereka memberi petunjuk dan ajaran dengan bijak. Namun, setelah turun dari mimbar, mereka melakukan tipudaya dan pencurian. Hati mereka lebih busuk dari bangkai.” (HR ath-Thabrani).

Aksi damai umat islam jilid 2 mendadak ricuh tak terkendali dan pelakunya diduga kuat memang ada penyusupan. Sangat terasa sekali alurnya. 

Mari kita berfikir sejenak.. 

Disaat Ratusan ribu bahkan sampai angka jutaan Umat islam berbondong-bondong ke istana yang tujuannya cuma satu yaitu meminta Jokowi segera perintahkan kapolri untuk segera menangkap Ahok. Tapi apa yang dilakukan oleh bapak nomor satu di Indonesia ini. Menjelang siang Dia malah kabur lewat pintu belakang dengan alasan blusukan. Ini aneh karena presiden yang gemar blusukan ini terkesan menganggap remeh rakyatnya sendiri. 

INGAT... Aksi bela islam ini adalah aksi damai. Hal ini bisa dibuktikan dengan keseriusan korlap dan ketegasan komando aksi bahwa umat islam jangan sekali-kali berbuat anarkis. Terbukti dari awal acara hingga jelang maghrib semua peserta aksi melakukan long march tanpa adanya kerusuhan sedikitpun. 

Bahkan ada beberapa yang sudah jeli memantau pihak-pihak yang dicurigai akan memprovokasi suasana supaya ricuh. Para peserta sangat hati-hati memperhatikan sekeliling sehingga nanti tidak ada lagi fitnah umat islam merusak taman kota. Mereka juga sudah menyiapkan kantung plastik untuk memungut sampah yang ada disekitaran lokasi, Ini dilakukan untuk mempersempit celah media bayaran memberitakan bahwa umat islam membuat kotor ibu kota. 

BACA JUGA : INILAH WAJAH-WAJAH YANG DIDUGA SEBAGAI PROVOKATOR 

Ada lagi dan ini sangatlah menyedihkan karena "mereka" selalu mencari celah untuk memperkeruh suasana. Contohnya disela acara, temen-temen FPI menangkap seorang provokator. Lebih mengejutkan lagi ketika diperiksa identitasnya ternyata non muslim. 

Banyak saksi terkait penangkapan Provokator ini termasuk dari pihak aparat dan awak media sendiri. 

Tapi apakah kejadian ini muncul di berita nasional kita. 

Jawab sendiri saja...


Seorang laki-laki yang belum diketahui identitasnya diamankan oleh demonstran Aksi Bela Islam II kepada polisi, Jumat (4/11/2016). Diamankan di depan Balai Kota DKI.
provokator
Provokator yang tertangkap FPI
Menurut peserta aksi, pria itu melontarkan kata-kata provokatif. Untuk menghindari amuk massa, sejumlah peserta aksi menciduk laki-laki itu dan menyerahkannya ke polisi. 
Berdasarkan pantauan, pria tersebut kini sudah diamankan polisi di kawasan Monas, persis di depan Balai Kota. Ketika ditanya peserta aksi, Ia membantah sebagai provokator.
“Bukan Pak, bukan (provokator),” jawabnya.
Beberapa laskar Front Pembela Islam (FPI) yang melihat hal itu langsung meminta peserta aksi untuk kembali ke dalam barisan guna menuntut penista agama dihukum secara adil.

Usut punya usut ternyata provokator ini KTP-nya beragama non-muslim. Dan, saat ini diamankan untuk dimintai keterangannya lebih lanjut.

Jadi upaya memperkeruh suasana dapat digagalkan peserta aksi pada siang itu. 

Apakah ini selesai?

Ternyata belum..

Mereka memiliki skenario lanjutan.. 

Apa Skenarionya...

Mari lebih jeli lagi...

Ada pertanyaan aneh... Jokowi kemana saja siang itu kok terkesan menghindari massa yang ingin bertatap muka langsung. Di datangi tamu sebanyak itu malah tidak ada ditempat.

Padahal bapak kita satu ini katanya sangat merakyat dan suka berbaur dengan menemui langsung rakyatnya terutama kaum rakyat kecil. Terlebih lagi beliau ini diusung oleh partainya wong cilik lagi. Tapi Kenapa saat mau dikunjungi kok malah lari...

Aneh kan, 

Kondisi demikian semakin membuat psikologi massa umat islam semakin gerah dengan ulah jokowi. Jengkel, menggerutu, kecewa, merasa di bodohi dan yang jelas tidak mendapat tempat di hati pemimpinnya sendiri. Nasib...nasib...

Terkait hal ini Beberapa pihak dari umat islam sudah curiga, ada rencana apa lagi ..

Padahal sekali lagi tuntutan mereka simple dan sangatlah sederhana yaitu Tangkap Ahok. 

Iya cuma itu saja..

Tangkap AHOK, sesuai hukum yang berlaku karena sudah menistakan agama islam.

Selesai, 

Umat islam tidak perlu demo besar-besaran.. Mudah kan..

Kalau ada isu kudeta itu bohong, apalagi dapat proyek demo bayaran untuk pilkada. 

Gak nyambung banget.. 

Sekali lagi Cuma itu saja. 

Tangkap Ahok sipenista al quran . 

Titik

Tetapi apa yang terjadi. Tuntutan umat ini lamban penangannanya dan terkesan diulur-ulur dan yang jelas sikap pemerintah kita :  

TIDAK MENGANGGAP RAKYATNYA SENDIRI, 

TIDAK MENGHORMATI PARA ULAMA, PARA KYAI.

DAN MEREMEHKAN TOKOH-TOKOH MASYARAKAT

DAN MENGECEWAKAN JUTAAN UMAT ISLAM yang rela jauh-jauh berangkat ke Istana karena ingin bertemu dengan Presidennya. .. 

Bahkan Jubir HTI saking gregetannya sampai melontarkan pernyataan bahwa Jokowi sangat keterlaluan. 

Padahal saat Kampanye dulu Jokowi menyempatkan diri berkunjung kepara tokoh-tokoh umat islam. Seandainya dibalik ketika di mereka dikunjungi Jokowi , Para tokoh umat ini melakukan hal yang sama dengan mengacuhkan jokowi dengan pergi lewat jalan belakang apa yang akan terjadi coba...

Sangat-sangat lah keterlaluan presiden kita ini, Seumur-umur baru kali ini ada seorang presiden perilakunya kurang ajar kepada para kyai dan ulama. Se kejam-kejamnya pak harto tidaklah seperti ini, Justru pak harto ketika sedang berada di luar negeri dan mengetahui kondisi dalam negeri sedang genting malah mempercepat agenda nya di luar negeri dan terburu-buru pulang untuk berjumpa dengan rakyatnya. 

Lha sekarang...

Jadi Aksi Damai 4 Nov sungguh menampar sejarah pemerintahan negeri ini. Upaya memperkeruh suasana oleh oknum dapat digagalkan pada siang itu. Gemuruh kalimat allah mendayu-dayu dari ujung keujung, Langit ibu kota bergetar karena ayat-ayat allah swt berkumandang siang sampai sore itu.

Waktu tiba sholat asar antara peserta aksi dan pihak aparat melaksanakan sholat berjamaah di lokasi. Rukun,guyup dan terasa sekali suasana kekarabannya. 

Jelas ini membuktikan Umat Islam cinta damai dan non anarkis. 

Tapi Sekali lagi mereka akan berusaha mengarahkan aksi damai ini menjadi aksi yang penuh kericuhan. Mereka akan menggambarkan pada dunia international bahwa umat islam adalah tukang rusuh, anarkis dan pembawa masalah di negeri ini. 

Bagaimana caranya.. 

Tentu kita masih ingat pesan dari aparat bahwa waktu aksi dibatasi sampai jam 18:00 , setelah itu aparat berhak membubarkannya.. 

Ini skenario mereka .

Waktu malam tiba sudah ada tanda-tanda , Massa sengaja digiring petugas untuk keluar menjauhi istana. Seperti memang sudah disiapkan oleh mereka . Di saat umat islam sudah mulai lelah dan gerah karena Jokowi malah ngacir tidak mau bertemu dengan rakyatnya sendiri. 

Kondisi ini sangatlah menguntungkan mereka. 

Kita pasti tahu kalau malam upaya penyusupan itu lebih mudah dilakukan dibandingkan pada siang hari. 

Ternyata benar sesuai prediksi, Cara murahan ini pun dilakukan. 


Berikut pernyataan salah satu peserta aksi:

Mestinya tidak akan terjadi kerusuhan,ditempat Habib riziq orasi kami sangat nyaman, sampai kami banyak yang menangis ketika Ustad arifin Ilham berdo'a,dari saksi yg yg terkena langsung peluru gas airmata ada PENYUSUP diarah KIRI,ada sekelompok orang menyusup pakai pakaian bebas di kerumunan HMI, kemudian melemparkan botol air minum, tidak lama jadilah kerusuhan, sungguh semuanya sudah ALLOH tentukan.

Drama dimulai, berbagai media mainstream mulai memblow up kerusuhan ini. Diberitakan telah terjadi kerusuhan dilokasi dengan background massa yang kalang kabut dan kepulan asap serta kobaran api. 

Ternyata ada staithment dari temen yang melihat secara langsung  bahwa pihak polisi sendirilah yang melakukan pembakaran. 

Sadis kan caranya. 

Dan saya yakin pelakunya adalah oknum yang sengaja berseragam aparat yang memang ditugaskan untuk memperkeruh situasi. 

Lebih lanjut lagi Menurut Ketua Umum PB HMI, Mulyadi P Tamsir menjelang berakhirnya unjuk rasa, posisi massa HMI berada di bagian paling depan. 

Massa HMI sudah ingin mundur, namun menunggu massa di bagian belakang membubarkan diri.


"Posisi kami berada di bagian paling depan, di belakang kami ada massa. Kami maju nggak bisa, mundur nggak bisa. 

Saya bilang ke teman-teman untuk tenang dulu," kata Mulyadi saat dikonfirmasi detikcom, Jumat (4/11/2016). 


Mulyadi tak tahu dari mana datangnya tiba-tiba ada orang beratribut putih-putih terlibat ribut dengan polisi. "Saya juga bingung kenapa kemudian terjadi (ribut)," kata dia. 


"Saya pastikan bukan massa HMI (yang terlibat ricuh)," tambah Mulyadi.(Rol)



Berati sangatlah jelas telah terjadi penyusupan.

Provokasi biasanya oleh intel yang ada dalam barisan massa. Agar ada alasan polri bubarkan massa.

Juklak juknisnya begitu ... Provokasi dari "massa" agar penggunaan kekerasan oleh aparat menjadi sah.

Ada lagi pengakuan yang berada dilokasi



Video ini direkam teman di detik-detik jelang rusuh. Video ini membuktikan umat Islam bukan perusuh dan tidak ingin rusuh.
Orator mengingatkan umat agar tidak terprovokasi.... tapi polisi menembakkan gas air mata berkali-kali...
Orator mengingatkan massa jangan pergi apalagi lari.... tapi massa yang di depan perih mata setelah perih hati karena ditinggal Jokowi...
Dari seluruh rentetan kejadian hingga kejadian malam tadi, bisa disimpulkan, masalah ini terjadi lantaran:
1. Ahok menista Al-Qur'an dan Ulama ---tapi Polri lamban mengatasinya.
2. Jokowi malah pergi ketika mau ditemui ---ini yang menambah hati ulama dan umat tersakiti
3. Muncul segelintir provokator yang datang entah dari mana, ada yang bercelana pendek ada juga yang bertopi gaul ---ini yang membuat polisi di lapangan menembakan gas air mata.
4. Maka terjadilah yang terjadi...
Jadi tolonglah.... bagi ANDA YANG TIDAK BERIMAN, sehingga tidak merasakan SAKITNYA HATI KAMI ketika Al-Qur'an dan Ulama Dinistakan lebih baik DIAM SAJA!
Jangan menuduh yang bukan-bukan kepada ulama dan umat Islam.


Inilh sang biadab yg mlpskn tmbkn.a k.ulma" kita...

Pak Wiranto, bukan peserta Aksi Bela Al-Quran yg menyerang Polisi tapi PROVOKATOR. Tolong berbuatlah yg adil dan jangan menuduh umat Islam tanpa bukti yang jelas.



Para pemukul Polisi : Pakai Topi Pet, Celana Pendek, Jacket Jeans.


Para PEMBELA AL-QURAN adalah MUSLIM yang tahu batas-batas AURAT. MUSTAHIL pakai celana pendek.


Pengakuan Mubalig Ali Mochtar Ada Sekitar 60-an Penyusup Bawa Pentungan dan Batu

Mubalig Ali Mochtar Ngabalin tampak di depan kerumunan massa di depan kantor Kemendagri. Dia meminta massa untuk mundur dan menunggu komando dari pimpinan. 

Bersama Habib Mumu, dia mengajak massa yang memegang kayu dan pentungan di depan barikade polisi, untuk segera kembali ke Masjid Istiqlal.

"Mundur dulu, nginap dulu ke Istiqlal. Nanti tunggu arahan lebih lanjut," kata Ngabalin sembari mengajak massa mundur.




Menurut dia, penyebab kerusuhan karena ada penyusup sekitar 60-an orang yang memang membawa pentungan dan batu. Tiba-tiba, mereka menyerang dan membuat rusuh.

"Ini sengaja ada yang menyusupkan, jadi ada alasan untuk menyerang kami, gebukin mundur kami," tuturnya.

Saat ini massa di depan Kemendagri mulai mundur. Mereka bergerak ke arah Istiqlal. 


Polisi mulai menembak. Mereka sengaja menunggu malam hari agar tidak kelihatan siapa pelakunya. Infonya habib di tembak. Kalo benar besok umat Islam menyatakan perang dengan pemerintah.

info dari teman yg ngawal ustadz bahktiar nasir

*berita tv bohong* Chaos terjadi bukan karena massa mau merangsek masuk istana BOHONG!! 

KAMI HANYA BERTAHAN DI JALAN MERDEKA UNTUK MENUNGGU JOKOWI MENGELUARKAN KEPUTUSAN AHOK JADI TERSANGKA. 

TAPI POLISI MELEMPARI KAMI DENGAN PETASAN GAS AIR MATA PARA ULAMA TERJEBAK DI MOBIL KOMANDO...

APAKAH KAMI MUNDUR..TIDAAAK...


Provokasi biasanya oleh intel yang ada dalam barisan massa. Agar ada alasan polri bubarkan massa.
Juklak juknisnya begitu ... Provokasi dari "massa" agar penggunaan kekerasan oleh aparat menjadi sah.
Pengakuan seorang netizen :

1. Biasanya polisi punya limit waktu. Kl pendemo tdk segera bubar intel2 yg nyamar sep pendemo akan pancing situasi. Lempar botol air, kerikil atau kayu2 potongan. Dg bgt aparat ada alsan untuk paksa pendemo bubar.

2. Bbrp kali sy saksikan bgt. Sy jg pernah diskusi dg pamen polisi dan TNI tg trik bgini. Mereka semua membenarkan.

3. Bahkan sy pernah saksikan bersama intel TNI yg ikut liput demo brsm sy. Dia ajari sy lihat cara intel bekerja d kerumunan massa. Dia hnya monitor krn di BKO kan polisi. Benar juga.


Massa HMI sama sekali tidak berpakaian seperti ini sejak tadi pagi...

Mereka murni penyusup...

Dan kami tidak mengenal mereka...

 

Sniper tertangkap kamera di atas gedung indosat.


Salah satu foto paling mengesankan. FPI menjadi tameng hidup POLISI. Saat sejumlah oknum aktivis berjubah HMI dan telah diklarifikasi bahwa mereka adalah provokator dan penyusup yang berbaju HMI.
Dari sedari awal aksi, ada banyak upaya Provokasi. Dari penimpukkan ke arah massa yang bergerak secara damai. Serta oknum provokator berjubah HMI dari sore seringkali melakukan perlawanan kepada Polisi. Beberapa kali saya mendengarkan Habib Rizieq menenangkan beringasnya provokator berjubah HMI.

Pemimpin kok gitu... siapa yang ngajarin.



“Jokowi memang keterlaluan! Segini banyak umat dianggap angin lalu. Umat mau jumpa malah ngacir. Sementara pembakar masjid Tolikara jauh-jauh diterima sebagai takzim di Istana.” 

Pemberitaan versi media mainstream 


Banyaknya jumlah pendemo yang menuntut agar Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama dijadikan tersangka karena dianggap telah melakukan penistaan agama tidak luput dari pemberitaan media asing.

Media asing sangat intensif melaporkan demonstrasi 4 November yang dilaksanakan bukan hanya di Jakarta, namun juga di berbagai daerah di Indonesia. 

BBC membuat judul “Indonesia protest: Jakarta anti-governor rally turns violent” atau “Demonstrasi Indonesia: unjuk rasa anti pemerintah Jakarta berubah menjadi kekerasan”, BBC menyebutkan bahwa bentrok pecah antara polisi dan demonstran yang menolak dibubarkan.

Selain itu, koran yang berbasis di Australia, Sidney Morning Herald, menurunkan judul “Demonstrasi Jakarta: Kekerasan di jalanan ketika garis keras muslim menuntut gubernur Kristen Ahok di penjara (Jakarta protest: Violence on the streets as hardline Muslims demand Christian governor Ahok be jailed).”

Dengan menitikberatkan bahwa demonstran menuntut penangkapanan “gubernur keturunan Tionghoa Kristen”, The Herald menyebutkan unjuk rasa ini diikuti oleh sekitar 150.000 orang.

Berbeda dengan media lain, CNN melaporkan bahwa 75 orang dibawa ke rumah sakit, kebanyakan terpapar gas air mata. CNN menekankan bahwa ribuan demonstran bergerak di Jakarta untuk menuntut apa yang disebut media in, ‘gubernur Jakarta yang dituduh menghina muslim”. CNN menaksir jumlah pengunjukrasa 200.000 orang.

Selanjutnya, Bloomberg menurunkan laporan di bawah judul “Indonesia Police Fire Tear Gas to Disperse Anti-Ahok Protesters” atau “Polisi Indonesia tembakkan gas air mata untuk bubarkan demonstran anti-Ahok”.

Media besar dari Amerika Serikat ini menyebut unjuk rasa besar Jumat itu untuk menuntut “gubernur Kristen kota itu (Jakarta) dipenjarakan atas komentarnya menyangkut Alquran”.


Dalam berita yang ditulis, Bloomberg mengutip kalimat pakar politik Keith Loveard dari Concord Consulting di Jakarta yang mengatakan,” Tekanan untuk menghukum sang gubernur atas komentarnya itu adalah babak terbaru dari upaya terus menerus minoritas garis keras muslim yang berusaha menerapkan syariat di negeri itu (Indonesia).” (http://www.sahabatrakyat.com/polhukam/ini-dia-kata-media-asing-soal-demo-4-november)


( Berbagai sumber ) 

Bersambung... Sementara itu dulu...