Umat Islam Wajib Tau, Aksi 1000 Lilin Merusak Akidah

Sebarkan ! Aksi 1000 Lilin untuk Olivia Merusak Akidah. Umat Islam Wajib Tau. Berbagai elemen beralasan lintas Agama, melaksanakan aksi menyalakan seribu lilin untuk korban meninggal Intan Olivia Marbun, karena ledakan bom di Gereja Oikumene, Sengkotek, Samarinda, Senin (14/11/2016).

Tentu saja semua kita berduka dengan hal ini. Bocak berusia 2,5 tahun harus menerima sakitnya luka bakar 90% dan berakhir meninggal.


Akan Tetapi kenapa harus duka itu di tunjukkan dengan menyalakan seribu lilin? tentu saja ini menjadi tanda tanya kita. Dan kenapa Aksi seribu lilin kerap dilakukan oleh mereka mereka yang notabennya pada agama Kristen? Apa karena Olivia beragama kristen? Atau memang ada agenda terselubung dari itu semua? Dan kenapa inisiator Aksi Seribu lilin relatif beragama kristen? Apa dan Bagaimana posisi Jokowi?

Aksi menyalakan 1000 lilin dalam sejarah Kristen

Saat kita melihat di google ternyata saat berbicara soal seribu lilin maka akan identik dengan lagu kerohanian kristen. Di Indonesia sendiri beberapa Isu kemanusiaan kerap pakai kampanye seribu lilin dahulu ada kampanye Solidaritas dari relawan Jokowi untuk Al Aqsa dan Solidaritas untuk Anggeline. Semuanya berafiliasi pada ruh ritual kristen.

Salah satu lirik :

Seribu lilin
Nyatakan di tengah duniaBiar sinarnya
Menyatakan kemuliaan sorga
Wartakan kepada dunia
Kabar sukacita
T’lah lahir Yesus
Penebus jurus’lamat kita


Jika kita mencari di youtube, juga bisa ditemukan beberapa lagu Kristen yang berhubungan dengan 1000 lilin. Karena memang esensi ayat tersebut justru tentang cahaya yang menerangi – yaitu Yesus itu sendiri, yang muncul sebagai sang juru selamat, sang pemberi cahaya.

Dan itulah kata kunci sesungguhnya dalam pemaknaan lilin yaitu berhubungan dengan ketuhanan, ia menggambarkan atau memberikan gambaran tentang Kristus. Kristus dilambangkan sebagai terang bagi dunia yang gelap. Singkatnya, penggunaan lilin dalam Kristen saat ini lebih identik pada malam Natal yang bahkan merupakan pengaruh dari pesta cahaya Yahudi – Hanukkah.
Apa itu Hanukkah?

Hanukkah biasa disebut juga dengan festival Kenisah atau yang berarti Penahbisan Bait Tuhan (kuil Sulaiman), ini merupakan salah satu hari raya bagi bangsa Yahudi yang akan di selenggarakan di kota Al Quds (Yerusalem) pada setiap tanggal 25 Kislew (sekitar akhir bulan Desember) selama 8 hari lamanya.

Perayaan ini dirayakan biasanya bersamaan dengan masa adven (hari Minggu terdekat sebelum bulan November sampai 24 Desember) bagi umat Kristiani atau bahkan dengan hari raya Natal, sehingga terkadang disebut sebagai ‘Natal Yahudi’.

Kebiasaan menyalakan Menorah Dalam Festival itu, menurut para sejarwana mirip sekali dengan kebiasaan menyalakan lilin satu per satu setiap minggu dalam peringatan masa Adven. Lilin ini harus dinyalakan tepat setelah matahari terbenam kecuali pada hari sabtu, pada hari Sabtu lilin tersebut dinyalakan setengah jam sebelum matahari terbenam.

Dalam ritualnya lilin ini harus menyala setidaknya selama 1,5 jam, dan jika mati orang-orang boleh menyalakannya kembali lilin tersebut selama bukan orang yang sebelumnya telah menghidupkan lilin di hari yang sama.

1000 Lilin untuk Olivia bentuk Penyesatan dan Merusak Akidah

Melihat rangkaian cerita Bermula Ahok menghina Al Qur’an – lalu umat Islam bereaksi/aksi – kemudian Jokowi yang lebay mondar mandir ke TNI – Kemudian Teror BOM di Samarinda dan akhirnya lahirnya aksi “1000 lilin dari dari katulistiwa”.

Butuh di ketahui, Aksi solidaritas 1000 lilin untuk olivia ini banyak dicetuskan oleh Relawan Jokowi atau afiliasi partai jokowi – Notabennya yang beragama kristen. walau ada orang islam di dalamnya tapi sangat sedikit. Mereka sudah melakukan aksi mulai dari Samarinda, Kupang, Bali, Jakarta dll. Sampai sini jika mereka hanya merlakukan ritual Agama mereka tidak masalah. Yang masalah adalah jika ini disebut lintas agama, kemudian mengajak agama lain beritual seperti agama mereka (nasrani),

Dari rentetan itu, nyatalah bahwa ini bagian dari cara mereka (status Quo) memancing kerusuhan berbau SARA.

Islam mereka identikann dengan Kekerasan – Penolakan Terhadap Ahok jadi Alibi mereka Islam tidak toleransi – Bom Samarinda Jadi Penguat mereka Islam agama radikal. Kemudian mereka hadir membawa ‘juru selamat’.

Sayang atas atas nama kebhinekaan ternyata mereka menusuk dari belakang kebinekhaan itu. Beralibi pada gerakan lintas Agama mereka paksa umat Islam ikut dalam Ritual Agama mereka. Sungguh ini sesuatu yang tidak fair dalam bernegara. Sungguh ini bentuk pemaksaan toleransi – mayoritas dipaksa menerima keinginan minoritas.

Kini nyata orang orang yang tidak senangan Islam berupaya untuk menjauhkan umat Islam dari Islam itu sendiri. Mengajak untuk mengikuti ritual mereka menjauhkan akidah umat Islam.

Duka kita pada Olivia bukanlah duka kita mengikuti ritual Mereka. Duka kita pada olivia mengutuk mereka yang yang mengorbankan olivia demi kepentingan politik syahwat mereka.

“Barangsiapa menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk golongan mereka.” (HR. Abu Dawud, Al-Libas, 3512. Al-Albany berkata dalam Shahih Abu Dawud, Hasan Shahih no. 3401)

“Abu Said al-Khudri meriwayatkan, bahwasanya Nabi saw bersabda: Sungguh benar-benar kalian nanti akan mengikuti cara perilaku orang-orang sebelum kamu. Sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta, sehingga seandainya mereka itu melintasi liang biawak niscaya kalian akan melintasinya juga. Kami (para sahabat) bertanya: Apakah mereka yang dimaksud itu Yahudi dan Nashara, ya Rasulallah? Jawab beliau: Lalu siapa lagi?!” (H.R. Bukhari 11: 272).

(int)

No comments

Copyright © . Lemahireng Info All Right Reserved - KabarIslam | Berita Panas | Info Cerdas | Viral News | Nasional Hot | Tips Sehat | Updatechno | Breaking .
Powered by Blogger.