Tanggapan MENGEJUTKAN Para Pemimpin Muslim Afrika terkait Kemenangan Trump

Iklan Semua Halaman

DUNIA ISLAM

Tanggapan MENGEJUTKAN Para Pemimpin Muslim Afrika terkait Kemenangan Trump

Senin, 14 November 2016
Para pemimpin Muslim dan aktivis di seluruh Afrika menilai kemenangan Donald Trump merupakan “mimpi buruk” bagi orang Islam.

Iqbal Jassat, seorang eksekutif dari kelompok advokasi Islam mengungkapkan bahwa ia khawatir umat Islam akan menjadi target pemerintahan Trump.


Tanggapan Para Pemimpin Muslim Afrika terkait Kemenangan Trump

“Kita memperkirakan ‘perang melawan terorisme’ akan semakin intensif dengan semua aktivitas ilegalnya seperti penyiksaan, penahanan, perang drone dan Guantanamo,” katanya pada Jum’at (11/11).

Dia mengatakan terpilihnya Trump pada Pemilu AS Rabu (09/11/2016) lalu akan berdampak serius bagi umat Islam di seluruh dunia, terutama di Timur Tengah.

“Islamophobia, seperti yang dianut oleh Trump dan ambisi militer partainya untuk menghapus ‘Islamisme’ ini akan membahayakan. Hal ini tidak dapat dibatasi untuk lokasi geografis tertentu,” ujarnya.

Jassat juga menyatakan bahwa Trump akan memiliki agenda-agenda ekstrim yang merupakan inti dari Partai Republik AS.

“Sangat mungkin, karena itu terlepas dari status pemerintah Afrika Selatan. Kebijakan Trump sangat mungkin untuk memperluas manipulasi di sini,” tegasnya.

Sementara itu, pemimpin komunitas Muslim Mozambik Sheikh Ameen Uddin merasa heran atas terpilihnya Trump sebagai presiden Amerika Serikat.

“Ini menunjukkan ada kemerosotan moral di Amerika Serikat,” paparnya melalui sambungan telepon dari ibukota Mozambik, Maputo.

Meski demikian, Ameen Uddin meminta umat Islam untuk lebih fokus terhadap pemecahan masalah pribadi mereka, bukan mencemaskan pemenang pemilu AS.

Ketua MPAC (Muslim Public Affairs Centre) Nigeria mengatakan pemilihan Trump merupakan suatu “kengerian tak terbayangkan”, yang berpotensi menimbulkan kerusakan di seluruh dunia.

“Retorika mengerikan terkait komunitas Muslim Amerika dan Islam dalam acara-acara publik menunjukkan kebodohan dan kedangkalan pikirannya,” ungkap Disu Kamor kepada Anadolu Agency.

“Namun, baik atau buruknya hal itu hanya Allah SWT lah yang tahu, karena Dia adalah Tuhan dari semua umat Islam,” tambahnya.

Jubir Dewan Tertinggi Muslim Uganda, Haji Nsereko Mutumba memperingatkan Trump bahwa pengusiran orang Islam dari Amerika Serikat tidak akan merugikan mereka.

“Sebagai Muslim kita hanya diwajibkan untuk pergi ke Arab Saudi untuk haji, dan bukan ke AS,” jelasnya.

“Apa yang Trump katakan memang tidak baru. Tapi Islam adalah untuk Allah dan hal itu tidak bisa dihapus. Sebagai seorang pemimpin, Trump harus berpikir dua kali untuk mencari perdamaian dan menjaga perdamaian,” pungkasnya.

(KIBLAT.NET)

PERHATIAN : Dalam waktu dekat Situs web ini akan pindah domain ke AkbarMedia.com. Terima kasih atas partisipasinya