Supermoon, Lebih Dekat dengan Bumi Tapi Tidak Berbenturan, Bagaimana Bisa? Ini penjelasannya.. -->

Iklan Semua Halaman

DUNIA ISLAM

Supermoon, Lebih Dekat dengan Bumi Tapi Tidak Berbenturan, Bagaimana Bisa? Ini penjelasannya..

Kamis, 17 November 2016
Fenomena supermoon kini tengah banyak diperbincangkan. Pasalnya, feomena itu telah terjadi di Indonesia. Kita bisa melihatnya dengan begitu jelas. Bahkan, banyak orang yang mengabadikannya. 



Dan hasilnya pun cukup memuaskan. Tapi, mungkin di antara kita masih ada yang bingung. Sebenarnya apa sih supermoon?

Supermoon adalah fenomena alam yang terbilang cukup langka. Dimana bulan bisa terlihat sangat besar karena dalam posisi begitu dekat dengan bumi atau biasa di sebut supermoon.

Dikutip dalam sentiasapanas.com bahwa bulan sebenarnya berputar dalam paksinya yang berbentuk bujur dan bukannya bulat. 

Ada masanya bulan akan berada dekat dengan bumi dan kejadian ini akan mencetuskan fenomena supermoon. Jarak yang dekat dengan bumi ini dipanggil perigee. Dan jarak yang jauh dengan bumi dipanggil apogee.

Apabila bulan berada pada kedudukan perigee, bulan akan berada lebih dekat dengan Bumi. Dan kesannya bulan akan nampak lebih besar dan lebih bercahaya. 

Namun, ukuran bulan sebenarnya masih sama. Hanya yang terlihat itu terkesan ilusi yang juga dikenal sebagai ilusi bulan. Sehingga bulan terlihat menjadi besar ketika menghampiri horizon.

Tidak dinafikan, bulan menjadikan air laut pasang surut. Hal ini disebabkan interaksi gravitasi yang kuat antara bulan dan bumi.

Timbul persoalan yang mengatakan fenomena supermoon akan mencetuskan bencana yang lebih besar. Persoalan ini bisa dikatakan benar. 

Dimana tarikan gaya gravitasi lebih kuat dari bumi dan bulan yang memiliki jarak begitu dekat. Akibatnya air laut menjadi meningkat dan air pasang akan terjadi. 

Meskipun begitu, ini bukanlah sesuatu yang perlu dibimbangkan. Karena fenomena ini tidak akan membuat bencana.

Inilah salah satu tanda kekuasaan Allah Subhanahu wa Tala. Allah menciptakan langit dan bumi ini sesuai dengan takaran yang tepat. Bahkan, ketika bumi dan bulan begitu dekat, tidak terjadi bencana di dunia ini.

Allah berfirman, “Dan banyak sekali tanda-tanda (kekuasaan Allah) di langit dan di bumi yang mereka melaluinya, sedang mereka berpaling dari padanya. 

Dan sebagian besar dari mereka tidak beriman kepada Allah, melainkan dalam keadaan mempersekutukan Allah (dengan sembahan-sembahan lain). 

Apakah mereka merasa aman dari kedatangan siksa Allah yang meliputi mereka, atau kedatangan kiamat kepada mereka secara mendadak, sedang mereka tidak menyadarinya?” (Yûsuf/12 : 105-107).

Maka patut bagi kita bersyukur kepada Allah atas anugerah yang telah diberikan oleh-Nya. Jangan sampai kita termasuk golongan orang-orang yang dikeluhkan oleh Allah. Yang mana, mereka selalu mempersekutukan Allah. Padahal, Allah-lah pencipta langit dan bumi. 

[Islampos]