Suka Atau Tidak, Pemimpin aksi bela islam adalah Habib Rizieq -->

Iklan Semua Halaman

DUNIA ISLAM

Suka Atau Tidak, Pemimpin aksi bela islam adalah Habib Rizieq

Sabtu, 19 November 2016
Suka atau tidak, pemimpin gerakan Islam yang menuntut kasus penistaan agama yang melibatkan Basuki T. Purnama adalah Imam Besar Front Pembela Islam, Habib Rizieq. Umat Islam dari berbagai organisasi bahkan yang tidak aktif di ormas ikut turun, khususnya dalam Aksi Bela Islam II.

“Suka tidak suka faktanya dia pemimpin kita sekarang. Memang saat ini kita dukung Habib Rizieq untuk perjuangan dan pergerakan kita,” kata aktivis senior Syahganda Nainggolan saat berbincang dengan wartawan, Jumat (18/11).

Presiden Joko Widodo memang melakukan pendekatan dan berusaha merebut hati ulama dan pemimpin organisasi agama terbesar di Indonesia, Muhammadiyah dan Nadlatul Ulama (NU) untuk meredam aksi. Namun, Jokowi lupa mendekati ulama kultural seperti Habib Rizieq dan lainnya.

“Kalau dulu hierarki itu begitu super. Kalau dulu orang bergantung pada kiai, ustadz, ulama. Sekarang NU dan Muhammadiyah melarang atribut, akar rumput NU dan muhammadiyah tetap bergerak. Massa Muhammadiyah dan NU tidak bisa dikontrol. Padahal Haedar Nashir (Ketum Muhammadiyah) bilang tidak boleh, tapi masih ada yang bawa,” kata Syahganda.

Dia menjelaskan mantan Presiden Abdurrahman Wahid, kata Syahganda pernah menulis dalam buku Islam Kosmopolitan bahwa salah satu keberhasilan revolusi putih merebut puncak pimpinan di Iran dan berlangasung sampai hari ini karena kaum nasionalis diam.


Oleh karenanya, Syahganda berharap kaum nasionalis juga mau ikut bergerak sesuai gerakan yang sudah dmulai oleh putri Soekarno, Rahmawati Soekarnoputri. Menurut dia, Rachma sedang menggalang kaum nasionalis yang sudah dikomunikasikan dengan Habib Rizieq untuk menyatukan kekuatan.

“Jadi Ibu Rachma sudah buat aliansi. Nanti kaum nasionalis dengan Islam. Ibu Rachma akan kumpulkan 100 tokoh nasional,” demikian Syahganda, pendiri Sabang-Merauke Circle.(jl/rmol)