Rachmawati : Persaingan antar-geng di tubuh pemerintah tidak dapat ditutup-tutupi

Iklan Semua Halaman

DUNIA ISLAM

Rachmawati : Persaingan antar-geng di tubuh pemerintah tidak dapat ditutup-tutupi

Selasa, 01 November 2016
Persaingan antar-geng di tubuh pemerintah tidak dapat ditutup-tutupi. Setiap kasus yang kini muncul ke permukaan dan jadi pembicaraan publik memiliki kaitan dengan berbagai kepentingan sempit sejumlah kelompok yang berusaha menggenggam kekuasaan serat mungkin.


Demikian disampaikan tokoh nasional Rachmawati Soekarnoputri dalam perbincangan dengan redaksi RMOL, Sabtu sore (26/12).

“Rezim penguasa sudah tidak sehat alias sakit kronis. Bagaimana mau membuat rakyat sejahtera? Di dalamnya ada perang antar-geng. 

Orang bisa lihat ada geng Mega, geng Jokowi, lalu geng Luhut, dan geng JK. 

Kepentingannya sama, kekuasaan dan uang,” ujar mantan anggota Dewan Pertimbangan Presiden ini.

“Kini semuanya sudah saling terkam,” sambung Rachma.

Dia mengatakan, sejumlah kasus yang muncul ke permukaan memperlihatkan polarisasi yang membelah kubu Jokowi dan kubu JK. Kegaduhan di kalangan menteri-menteri pun merefleksikan pertarungan antar-geng itu.

“Ini sungguh parah dan memalukan. Kabinet jadi kisruh karena bagi-bagi kekuasaan untuk memuaskan para bos di setiap geng, bukan demi kepentingan rakyat,” demikian Rachma.

Berbeda dengan Megawati dan Sukmawati, Rachmawati Soekarno Putri Malah Dukung FPI
Seperti banyak diberitakan bahwa Rachmawati Soekarnoputri telah berkunjung ke Markas Syariah Front Pembela Islam (FPI) untuk bertemu Habib Rizieq Syihab.

Pertemuan dengan Imam Besar FPI itu membahas rencana Aksi Bela Islam II untuk menuntut proses hukum Basuki Tjahaya Purnama (Ahok) pada 4 November.

Adik kandung Megawati Soekarnoputri itu datang ke Markas FPI di Jl Petamburan 3, Tanah Abang, Jakarta, Senin (31/10) sekitar pukul 18.15.

Pertemuan itu berlangsung tertutup dan berlangsung sekitar 45 menit.
“Di rumah Habib saya banyak bicara. Alhamdulillah saya dan Habib Rizieq bicara panjang lebar banyak sekali. Intinya kami sepakat dengan upaya FPI yang mendesak proses hukum kasus dugaan penistaan agama. Kami juga bicara soal visi dan misi kebangsaan, terutama untuk Aksi Bela Islam tanggal 4 nanti,” kata Rachmawati seperti dikutip JPNN.com.

Usai memberikan keterangan, Rachmawati pun bergegas masuk ke mobilnya, meninggalkan dari Markas FPI.

Untuk diketahui, sikap Rachmawati ini bertolak belakang dengan dua saudara kandungnya, yakni Megawati Soekarno Putri dan Sukmawati Soekarno Putri.

Megawati yang merupakan Ketua Umum PDIP mengusung Ahok-Djarot sebagai Cagub dan Cawagub DKI Jakarta.

Meski sudah dinyatakan oleh MUI Pusat, bahwa Ahok telah menghina Al-Qur’an dan para ulama, Megawati tetap saja membela Ahok. Hal itu disampaikan Megawati saat memberi sambutan dalam pembukaan Pelatihan Mubaligh Kebangsaan yang diselenggarakan Pengurus Pusat Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) PDI-P di Kantor DPP PDI-P, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (31/10/2016).
“Pak Ahok kenapa enggak boleh jadi gubernur? Apakah karena dia matanya sipit, agamanya non-Muslim. Apakah itu Indonesia?” ucap Megawati seperti dilansir Kompas.

Sementara Sukmawati Soekarno Putri, beberapa hari yang lalu melaporkan Imam Besar FPI, Habib Rizieq Syihab ke kepolisian dengan tuduhan melakukan penodaan terhadap lambang negara, Pancasila.

Hal itu terang saja dibantah Habib Rizieq. Ia bahkan balik menuding Sukmawati berusaha mengalihkan isu dan numpang tenar, dengan berupaya mempidanakan dirinya
Sumber : panjimas.com /  JPNN