Pemimpin kok kaya gitu..!!! Umat mau jumpa malah ngacir.

Iklan Semua Halaman

DUNIA ISLAM

Pemimpin kok kaya gitu..!!! Umat mau jumpa malah ngacir.

Sabtu, 05 November 2016
Presiden Joko Widodo tak berada di Istana saat gelombang massa ‘mengepung’ kantornya sejak Jumat (4/11), siang. Sejak pukul 11.00 WIB, Jokowi telah meninggalkan Istana untuk blusukan.
Pemimpin kok kaya gitu..!!! Umat mau jumpa malah ngacir.

Kepala Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden, Bey Machmuddin menuturkan, tempat pertama yang didatangi Jokowi setelah keluar dari Istana adalah Masjid Nurul Barkah yang berada di kompleks Bandara Soekarno-Hatta. Usai shalat, ia menuju lokasi proyek kereta bandara.

Presiden, yang didampingi Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, mengecek progres proyek yang telah dimulai sejak November 2014 tersebut.  “Juli 2017 harus sudah selesai,” ujarnya.

Dari bandara, Jokowi melanjutkan blusukannya ke Jalan Pembangunan I, Batuceper, Tangerang. Lokasi tersebut merupakan lahan yang telah dibeli pemerintah untuk keperluan proyek kereta bandara.

Kemudian, Jokowi kembali menuju Soekarno-Hatta untuk mengunjungi hanggar 4 Garuda Maintenance Facility (GMF) Aero Asia. GMF merupakan perusahaan yang bergerak di bidang jasa perawatan pesawat terbang. Dari situ, ia melanjutkan blusukan dengan meninjau Jakarta Air Traffic Services Center (JATSC) Bandara Soekarno-Hatta.

Tidak diketahui kemana Jokowi pergi setelah blusukan ke sejumlah tempat di Tangerang. Padahal, pada Kamis (3/11) lalu, presiden menyebut akan tetap berada di Jakarta saat demo akbar. “Saya tetap di Jakarta,” kata dia di teras belakang Istana Merdeka, Kamis (3/11), kemarin. (ts/rol)

Jubir HTI: “Jokowi Memang Keterlaluan!”

Karena kelambanan Polri menangani kasus penistaan agama yang dilakukan Ahok, setidaknya ratusan ribu —bila tidak mau dikatakan sejuta— umat Islam pun longmarch dari Masjid Istiqlal ke Istana Presiden untuk meminta Jokowi memerintahkan Kapolri menangkap Gubernur DKI Jakarta tersebut. Namun, presiden malah memilih terbang ke bandara Soetta.

“Jokowi memang keterlaluan! Segini banyak umat dianggap angin lalu. Umat mau jumpa malah ngacir. Sementara pembakar masjid Tolikara jauh-jauh diterima sebagai takzim di Istana,” tegas Juru Bicara Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Muhammad Ismail Yusanto di sela-sela aksi, Jum’at (04/11/2016) di depan Istana Presiden.

Delegasi massa yang dipimpin Ustadz Bachtiar Nasir diterima perwakilan pemerintah di Istana Merdeka. Namun, para demonstran menolak karena hanya ditemui perwakilan pemerintah yang dipimpin Menko Polhukam Wiranto.

Wiranto didampingi Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Menag Lukman Hakim, Seskab Pramono Anung dan beberapa anggota Komisi III DPR. 

Namun, perwakilan demonstran menolak berunding dengan Wiranto dan hanya ingin ditemui Presiden Jokowi.(mediaumat.com, 4/11/2016)