PAKET AL-MAIDAH : SEBUAH GARANSI PERUBAHAN INDONESIA LEBIH BAIK.

Setelah aksi bela Islam 411 di Jakarta yang melibatkan para ulama. habaib dan berbagai elemen umat Islam dari berbagai daerah dengan jumlah kisaran lebih dari dua juta orang, akhirnya sang penista Al-Quran telah ditetapkan sebagai tersangka.

Namun statusnya sebagai tersangka tanpa penahanan dinilai masih menciderai rasa keadilan di tengah-tengah masyarakat, terlebih lagi sebelumnya nampak ada indikasi kuat pembelaan membabi buta dari pemerintah untuk membebaskan Ahok dan mempeti kemaskan aspirasi umat Islam yang memang sejak lama selalu terluka oleh kedzaliman rezim.

Bukan untuk meratapi apalagi larut dalam kondisi kesedihan atas apa yang selalu menimpa Islam dan kaum muslimin di tengah sistem kufur demokrasi ini. 

Namun kita harus banyak belajar dari berbagai peristiwa dan segera bangkit dari keterpurukan dan kehinaan.

Rasulullah SAW melalui lisan beliau yang mulya pernah bersabda bahwa seorang muslim sejati tidak akan pernah tergigit oleh ular dua kali pada lubang yang sama.

Kasus penghinaan dan penistaan terhadap Islam di negeri ini sering berulang, bahkan penistaan terbesar sepanjang sejarah perjalanan Indonesia adalah ketika rezim ini menelantarkan hukum-hukum Al-quran. 

Al-Quran hanya ditempatkan di atas kepala mereka saat sumpah jabatan untuk menjadi saksi sekaligus sebagai basis legitimasi agar mereka terkesan menjunjung kemuliaan Al-Quran.

Namun saat Al-Quran di nistakan, rezim di negeri ini mencari jalan untuk terlepas dari tanggung jawab dan berupaya menggembosi aksi bela Islam dengan berbagai tuduhan dan pendiskreditan.

Salah satu dosa politik paling besar yang dipertontonkan oleh rezim di negeri ini adalah ketika Al-Quran dicampakkan. Ajaran dan hukum-hukumnya tidak diperhatikan dan mereka lebih memilih hukum buatan manusia atas nama kedaulatan rakyat.

Kasus penistaan oleh si Kafir Ahok terhadap salah satu ayat Allah pada surat Al-Maidah 51 telah banyak membuka kesadaran dan menggerakkan hati kaum muslimin untuk bersatu menolak pemimpin kafir sebagaimana pengertian ayat tersebut.

Melalui surat Al-Maidah, dengan izin Allah Al-Quran menampakkan kemu'jizatannya yang luar biasa untuk menggetarkan penguasa yang selama ini membalikkan punggung mereka dari nya melalui kesadaran massif umat Islam dengan dasar keimanan dan panggilan ketakwaan.

Jika Al-Maidah 51 berbicara masalah kepemimpinan bahwa orang kafir diharamkan menguasai kaum muslimin, maka satu langkah mundur kebelakang pada surat Al-Maidah ayat 50, Allah menegaskan bahwa hanya hukum-hukum-Nya yang lebih baik. 



Selanjutnya Al-Maidah 49 adalah perintah Allah untuk menerapkan hukum yang telah diturunkan oleh-Nya kepada seluruh rakyat.

Oleh karena itu dengan paket Al-Maidah saja kita bisa mengambil pelajaran bahwa solusi tuntas atas berbagai problem yang kita hadapi ini adalah kembali kepada hukum Allah dengan kepemimpinan muslim yang amanah. 

Yakni pemimpin yang hanya takut kepada Allah dan meletakkan keimanannya sebagai parameter dalam melayani dan mengurus kepentingan rakyat.

Wallahu A'lamu bish shawab...

Sumber: https://www.facebook.com/rifqi.mohammad/posts/1356873984346476

No comments

Isi komentar adalah tanggapan pribadi,tidak mewakili kebijakan kami. Admin berhak mengubah/menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah, pelecehan dan promosi. Setiap komentar yang diterbitkan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Copyright © . Lemahireng Info All Right Reserved - KabarIslam | Berita Panas | Info Cerdas | Viral News | Nasional Hot | Tips Sehat | Updatechno | Breaking .
Powered by Blogger.