Kronologi lengkap aksi Ledakan bom di Gereja Samarinda -->

Iklan Semua Halaman

DUNIA ISLAM

Kronologi lengkap aksi Ledakan bom di Gereja Samarinda

Minggu, 13 November 2016
Ledakan bom itu dilaporkan terjadi saat jemaat gereja sedang beribadah. Akibatnya empat anak mengalami luka-luka.

“Korban saat ini sudah dilarikan ke Rumah Sakit Abdul Moeis, Samarinda untuk mendapatkan pertolongan,” terang Karo Penmas Mabes Polri Brigadir Jenderal Agus Rianto, Minggu (13/11/2016).

Menurut OkeZone, korban kini masih dirawat di rumah sakit untuk mendapat pertolongan.

Adapun identitas korban diantaranya bernama Intan Olivia (3) warga Gang Jati 3 RT 27 Kelurahan Harapan Baru, Loa Janan Ilir. Ia mengalami luka bakar pada sekujur tubuhnya.

Yang kedua bernama Alvaro Aurelius Tristan Sinaga (4) warga Aspol Loa Janan KM 4, ia merupakan anak dari Novita Sagala, seorang PNS dari Polresta Samarinda. Ia mengalami luka bakar di sekujur tubuhnya.

Ketiga, korban bernama Triniti Hutahaya (3), ia mengalami luka di sekujur tubuhnya. Terakhir, ada balita yang masih berusia dua tahun bernama Anita Kristobel Sihotang (2), ia mengalami luka bakar.

Kronologi kejadian

Keterangan dari saksi mata di lokasi menyebutkan, peristiwa itu berawal saat seorang pria masuk ke halaman gereja yang berada persis di pinggir jalan, sambil membawa tas.

Semula tidak ada yang curiga dengan gerak gerik pria itu.

“Tidak ada yang curiga. Ini kan gereja di wilayah terbuka. Kita kira yang masuk ke halaman, kan mau ibadah,” ujar pendeta Samion (53) seperti diberitakan Merdeka, Minggu (13/11).

Saat itu, di halaman memang penuh anak-anak yang sedang bermain menunggu orangtua mereka selesai ibadah. Begitu tas yang diletakkan di halaman meledak, pelaku lantas melarikan diri ke arah sungai dan melompat ke sungai.

“Jadi orang teriak-teriak itu pelakunya, saya ikut mengejar dengan warga di sekitar. Asap sempat mengepul tebal di halaman, percikan apinya sempat membakar atap tapi bisa dipadamkan,” tutur Samion.

Kronologi lengkap aksi Ledakan bom di Gereja Smarainda

“Itu motor pelaku ditinggal di halaman. Motornya Honda Karisma, itu terbakar dan rusak di halaman gereja Pak. Yang saya lihat tadi ada 6 luka-luka, 2 paling parah,” imbuhnya.

Saksi mata lainnya, Samuel Tulung (50), yang juga menangkap pria itu mengatakan, pria terduga peledakan memang ditangkap di sungai mahakam.

“Saya kebetulan mau lewat depan gereja, ada orang-orang lari-lari. Pelakunya itu sudah berenang sampai ke tengah. Saya minta kapal motor di tengah sungai, mengejar,” ujae Samuel.

“Saya berdua dengan warga lain, tangkap pelaku. Sempat menarik kaki saya, saya pukul mukanya, akhirnya dia lepaskan. Saya bilang jangan dipukuli, ini serahkan ke polisi, supaya diungkap jaringannya,” terang Samuel.

J diringkus tidak lama setelah melempar bom di depan gereja Oikumene di Jl Cipto Mangunkusumo, Kelurahan Sengkotek, Kecamatan Loa Janan Ilir, Samarinda, Kaltim, pagi tadi.

Kapolres Samarinda Kombes Pol Setyobudi Dwiputro mengatakan, saat diringkus J dalam keadaan terluka. "Dia pakai kaos dengan tulisan 'Jihad'," ucapnya saat dikonfirmasi detikcom. 

(Simomot)

PERHATIAN : Dalam waktu dekat Situs web ini akan pindah domain ke AkbarMedia.com. Terima kasih atas partisipasinya