Kiamat ala Kapitalisme, Dibalik isu Rush Money dan Membongkar Kelemahan Mata Uang Ribawi.

Rush Money yang heboh itu, Ialah Penarikan uang besar-besaran dari Sejumlah Bank. Simplenya, membuat uang menjadi nyata dari rekening tabungan menuju kehidupan asli. Kenapa ditakuti oleh Kapitalis tentang Rush Money itu? Padahal kan yang ditarik itu uang sendiri, bukan penarikan uang gaya Taat Pribadi, atau Koruptor.

Sebab, Uang yang benar-benar asli tersimpan di bank itu, tak senilai dengan total semua uang yang ditabung oleh Nasabah. Akibatnya apa? Tentu Bank tersebut akan menutup banknya alias Pailit. Sebab, Uang yang ada tak bisa membayar seluruh tabungan (ini tidak termasuk dengan bunga loh ya). Kenapa bisa demikian?

Kamu percaya, jika uang yang beredar di Tabungan Senilai Rp 1.000 Triliun disebuh bank, kira-kira bank menyimpan uang segitu besar? Bagaimana bentuk Brankasnya? Tentu uang tersimpan, jauh lebih kecil dari itu. Sebab Uang yang ada diinvestasikan pihak bank tanpa sepengetahuan nasabah.Selain itu, penjamin uang itu tak ada sama sekali.

Sehebat apa pun 9 NAGA yang sering disebut-sebut sebagai penguasa ekonomi di Indonesia itu, tidak akan berdaya. Bahkan BCA sebagai aset dari orang terkaya di Indonesia pun bisa membuat orang terkaya itu jatuh pada level sangat drastis. Wajar, kekhawatiran Rush Money berdampak pada pemilik modal.

Ini Penarikan di bank, bisa juga merambah ke ide yang lainnya yaitu Asuransi serta BPJS. Kalau sumber tiga hal yang berkaitan dengan keuangan itu ditarik besar-besaran dari nasabahnya, maka kita akan mengerti betapa rapuhnya sistem ekonomi Kapitalisme yang bersembunyi di balik nama Pancasila.

Krisisnya akan besar. Nilai Rupiah tidak ada guna lagi, sebab Pemerintah berusaha mencetak uang sebanyak-banyaknya guna menutupi kerugian akibat Rush Money tersebut. Nilai rupiah jatuh seketika. 

Akibatnya? Nilai hutang bertambah, negara colaps. Siapa yang relatif aman terkait hal ini? Mungkin Freeport. Karena uang yang mereka miliki punya jaminan, yaitu EMAS. Sementara Uang pemerintah dalam bentuk rupiah, tak ada EMAS untuk menjamin.

Jadi, Ummat islam di Indonesia, jika permintaan mereka tak dituruti, maka saran saya, ancam tanpa melakukan kekerasan, dengan cara ya Rush Money ini. Misal nih ya, tanggal 24 seluruh orang Indonesia menarik dana Rp 5.000.000 (Dana Maksimal di ATM) yang bisa ditarik dari tabungan kita dilakukan oleh 1.000.000 ummat islam. Artinya ada sekitar Rp 5 Triliun yang ditarik besar-besaran. Selama dua hari, artinya ada sekitar Rp 10T. Collaps? Minimal perbankan terguncang. 



Dan akibatnya, Menkoekuin dan menteri keuangan akan berpikir keras. Salah satunya, terpaksa membangkrutkan sejumlah  bank demi mengamankan nilai mata tukar rupiah terhadap dollar.

Ya, sekali lagi, beginilah Kapitalisme. Masih percaya dengan Kapitalisme?

Akhukum,

Rizqi Awal, SE.Sy

No comments

Copyright © . Lemahireng Info All Right Reserved - KabarIslam | Berita Panas | Info Cerdas | Viral News | Nasional Hot | Tips Sehat | Updatechno | Breaking .
Powered by Blogger.