Jika mayoritas warga AS tidak suka Trump, kenapa Trump yang menang ?

Di AS, pasca pilpres yang dimenangkan Donald Trump, ternjadi serangkaian unjuk rasa besar-besaran di hampir semua negara bagian dari AS.

Thema aksi : #trumpnotmypresident
Jika dipikir, ini sesuatu yang aneh. Bukankah Trump menang lewat pemilihan secara Demokratis ? Bukankah itu berarti Trump memenangkan pertarungan ini dengan sesuai prinsip Demokrasi ? Bukankah ini berarti Trump memang dipilih oleh mayoritas rakyat AS ?

Terus kenapa muncul gelombang aksi penolakan yang begitu hebat, padahal selama ini negara mbahnya Demokrasi ini selalu fair dalam menyikapi hasil pemilu ?

Bisa jadi, ini terjadi karena Trump di mata rakyat AS sebenarnya bukanlah sosok yang pantas untuk jadi kepela negara mereka. Banyak hal pada diri Trump yang membuat warga AS sendiri gerah, terutama ocehannya yang tidak memakai jurus diplomasi, asal ceplas-ceplos, dan kecenderungan rasis yang sering dilontarkannya yang membuat warga AS merasa ke depan keberagaman di AS akan terancam. 

Perilaku-perilaku dan kelompok-kelompok rasis seperti Ku Klux Klan yang dulu bisa saja akan muncul kembali. Kali ini targetnya bukan kulit hitam, tapi muslim dan golongan hispanik (yang berasal dari Amerika Selatan).

Kemarahan ini muncul karena mereka tidak duga bahwa seorang seperti Trump akhirnya menang.

Apa yang salah ?

Jika mayoritas warga AS tidak suka Trump, kenapa Trump yang menang ?

Inilah ilusinya Demokrasi. Demokrasi itu, pada kemasannya memang terlihat menarik, menjanjikan. Namun isinya tidak sebagus apa yang terlihat pada kemasannya.

Kita tahu Trump itu seorang pengusaha, dan dibelakangnya di topang oleh banyak kalangan pengusaha. Kemudian lobi Yahudi juga dipegangnya dengan deal yang kita tidak tahu bagaimana dengan pihak Yahudi AS, yang tentu saja meneruskan kepentingan Israel.

Dua faktor ini menjadi faktor penentu bagi keberhasilan seorang capres di AS.

Bukankah dalam pemilu "one man one vote" ?

Betul, tapi one man itu bisa dirubah menjadi another man ketika dia dipaksa atau dirayu, atau diharuskan untuk melakukan vote bagi pihak yang sebenarnya tidak dia suka.

Siapa yang merubah mereka ?

Pertama : Uang.

AS saat ini berada dalam kondisi kesulitan keuangan dengan terus membengkaknya hutang negara. Sehingga banyak orang yang melihat Trump itu bukan lagi dari segi kapasitas, tapi dari segi kekayaannya. Banyak warga yang berharap jika Trump cs yang triluner yang jadi pemimpin, maka krisis keuangan kan bisa diatasi.

Kedua ; Lobi Yahudi.

Ini punya kekuatan besar bukan saja dari segi keuangan, tapi dari segi kedakatan antara warga kristen dan warga Yahudi AS, yang kemudian melihat Trump ini sebagai tokoh yang mampu melindungi mereka dari "berkembangnya" Islam di AS.

Jadi dipilihnya Trump oleh para pemilihnya, bukanlah dari segi akhlak, kepribadian, dan kapabilitasnya, tapi dari segi uang dan adanya sentimen bersma, yaitu sentimen anti Islam.

Tentu saja bagi warga yang menginginkan seorang pemimpin yang mempunyai kualitas dan kenegarwanan, melihat terpilihnya Trump ini sebagai malapetaka bagike hidupan dalam negeri AS sendiri.

wallahu a'lam.

#demokrasi_sekarat_di_as

Source : Fb. Syarifuddin chan 

No comments

Isi komentar adalah tanggapan pribadi,tidak mewakili kebijakan kami. Admin berhak mengubah/menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah, pelecehan dan promosi. Setiap komentar yang diterbitkan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Copyright © . Lemahireng Info All Right Reserved - KabarIslam | Berita Panas | Info Cerdas | Viral News | Nasional Hot | Tips Sehat | Updatechno | Breaking .
Powered by Blogger.